alexametrics
25.9 C
Kudus
Sunday, July 24, 2022

Pemkab Rembang Gelontor Rp 37 Miliar Tambah Ribuan Formasi PPPK di Tahun 2022, Ini Formasinya

REMBANG – Pemkab Rembang mengusulkan penambahan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun ini. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengklaim kesiapan keuangan sudah mencukupi, dengan adanya Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar Rp 37 miliar.

Baca Juga : Gelar Razia, Satpol PP Temukan Dugaan Warung Makan di Pantura Kaliori Jadi Tempat Pijat Plus-Plus

Tahun ini, Pemkab sudah bersurat kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) pada 30 Juni. Formasi yang diusulkan ada 1.862. Terdiri dari guru 1.309 formasi, tenaga kesehatan 399 formasi, dan tenaga teknis 154. Seluruhnya adalah jabatan fungsional. Tak ada jabatan administratif.


Kepala BKD Rembang Afan Martadi menyampaikan jumlah sekitar 1.800 tersebut merupakan usulan. Selanjutnya akan menunggu jawaban persetujuan dari Kemenpan RB. Sementara itu, untuk kesiapan anggaran sendiri, ia menjelaskan, saat ini Pemkab Rembang sudah mendapatkan Dana Alokasi Umum (DAU) dari kementerian keuangan untuk meng-cover gaji PPPK.

”Diluncurkan 2021, untuk membiayai PPPK 2022. Nominalnya Rp 37 miliar sekian. Kuota itu akan terus,” ujarnya.

Ditanya terkait adanya penambahan anggaran setiap tahun, Afan menjelaskan, hal tersebut merupakan kewenangan dari pemerintah pusat. ”Kalau di 2023 misalkan ada penambahan dan dari kementerian tidak meluncurkan dana DAU otomatis jadi beban APBD tambahannya. Itu kebijakan pusat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kecelakaan di GOR Mbesi Rembang Karyawan Pabrik Sepatu Asal Blora Tewas, Begini Kronologinya

Terpisah, sebelumnya Bupati Rembang Abdul Hafidz menjelaskan, rencana perekrutan PPPK juga sebagai langkah persiapan untuk menindaklanjuti kebijakan penghapusan tenaga Non Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintahan.

Sebagai mana aturan dari pemerintah pusat, Pemkab diberikan tenggat waktu sampai 2023 untuk menyesuaikan kebijakan penghapusan tenaga Non ASN. Sehingga ke depan pegawai pemerintah hanya diisi PPPK dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara, apabila membutuhkan tenaga keamanan, kebersihan, dan supir bisa merekrut tenaga alih daya (outsourching).

”Ini amanat undang-undang. Sehingga kami mulai sekarang sudah mempersiapkan,” kata Bupati Rembang Abdul Hafidz saat rapat paripurna baru-baru ini.

Untuk tenaga guru, kata Hafidz, semuanya akan diproses menjadi PPPK sepanjang memenuhi syarat. ”Kami observasi tentang kesesuaian data. Kalau sesuai langsung kami beli SK,” imbuhnya.

Begitupun pada tenaga kesehatan. Saat ini, Hafidz melanjutkan, tahun ini akan ada 399 formasi yang akan diproses untuk menjadi PPPK. ”Sepanjang memenuhi persyaratan akan di proses,” katanya. Sementara, untuk tenaga teknis ada 154. Namun, yang bisa mengikuti PPPK yang tenaga fungsional.

”Yang administrasi tidak bisa. Formasi yang diberikan kami 1.800 sekian, ini yang akan kami proses 2022 ini,” ujarnya. Diharapkan, melalui PPPK itu, kecukupan pegawai pemerintahan bisa terpenuhi. Khususnya guru dan tenaga kesehatan. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Pemkab Rembang mengusulkan penambahan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun ini. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengklaim kesiapan keuangan sudah mencukupi, dengan adanya Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar Rp 37 miliar.

Baca Juga : Gelar Razia, Satpol PP Temukan Dugaan Warung Makan di Pantura Kaliori Jadi Tempat Pijat Plus-Plus

Tahun ini, Pemkab sudah bersurat kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) pada 30 Juni. Formasi yang diusulkan ada 1.862. Terdiri dari guru 1.309 formasi, tenaga kesehatan 399 formasi, dan tenaga teknis 154. Seluruhnya adalah jabatan fungsional. Tak ada jabatan administratif.

Kepala BKD Rembang Afan Martadi menyampaikan jumlah sekitar 1.800 tersebut merupakan usulan. Selanjutnya akan menunggu jawaban persetujuan dari Kemenpan RB. Sementara itu, untuk kesiapan anggaran sendiri, ia menjelaskan, saat ini Pemkab Rembang sudah mendapatkan Dana Alokasi Umum (DAU) dari kementerian keuangan untuk meng-cover gaji PPPK.

”Diluncurkan 2021, untuk membiayai PPPK 2022. Nominalnya Rp 37 miliar sekian. Kuota itu akan terus,” ujarnya.

Ditanya terkait adanya penambahan anggaran setiap tahun, Afan menjelaskan, hal tersebut merupakan kewenangan dari pemerintah pusat. ”Kalau di 2023 misalkan ada penambahan dan dari kementerian tidak meluncurkan dana DAU otomatis jadi beban APBD tambahannya. Itu kebijakan pusat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kecelakaan di GOR Mbesi Rembang Karyawan Pabrik Sepatu Asal Blora Tewas, Begini Kronologinya

Terpisah, sebelumnya Bupati Rembang Abdul Hafidz menjelaskan, rencana perekrutan PPPK juga sebagai langkah persiapan untuk menindaklanjuti kebijakan penghapusan tenaga Non Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintahan.

Sebagai mana aturan dari pemerintah pusat, Pemkab diberikan tenggat waktu sampai 2023 untuk menyesuaikan kebijakan penghapusan tenaga Non ASN. Sehingga ke depan pegawai pemerintah hanya diisi PPPK dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara, apabila membutuhkan tenaga keamanan, kebersihan, dan supir bisa merekrut tenaga alih daya (outsourching).

”Ini amanat undang-undang. Sehingga kami mulai sekarang sudah mempersiapkan,” kata Bupati Rembang Abdul Hafidz saat rapat paripurna baru-baru ini.

Untuk tenaga guru, kata Hafidz, semuanya akan diproses menjadi PPPK sepanjang memenuhi syarat. ”Kami observasi tentang kesesuaian data. Kalau sesuai langsung kami beli SK,” imbuhnya.

Begitupun pada tenaga kesehatan. Saat ini, Hafidz melanjutkan, tahun ini akan ada 399 formasi yang akan diproses untuk menjadi PPPK. ”Sepanjang memenuhi persyaratan akan di proses,” katanya. Sementara, untuk tenaga teknis ada 154. Namun, yang bisa mengikuti PPPK yang tenaga fungsional.

”Yang administrasi tidak bisa. Formasi yang diberikan kami 1.800 sekian, ini yang akan kami proses 2022 ini,” ujarnya. Diharapkan, melalui PPPK itu, kecukupan pegawai pemerintahan bisa terpenuhi. Khususnya guru dan tenaga kesehatan. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/