alexametrics
28.6 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi di Rembang Bakal Dijual di 41 Titik

REMBANG – Kabupaten Rembang masih belum menerapkan pembelian minyak goreng (migor) curah berbasis aplikasi. Meski demikian, sudah ada rencana 41 titik jual yang akan menerapkan kebijakan tersebut. Dalam pelaksanaannya, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UMKM) masih menunggu petunjuk teknis.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Rembang Mahfudz menjelaskan, saat ini pemerintah telah menetapkan langkah-langkah dalam pengendalian minyak curah. Yakni setiap pembelian, masyarakat harus menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan aplikasi Peduli Lindungi.

Harapannya, setiap orang adalam pembelian minyak bisa terkontrol dan terdata dengan jelas. Sebab ada pembatasan, dalam sehari satu orang maksimal membeli 10 kilogam. ”Ada pembatasan-pembatasan maksimal seseorang setiap hari maksimal 10 kilo,” jelasnya.


Melalui aplikasi tersebut, transaksi dari setiap orang akan bisa termonitor. Sementara, untuk penerapan di Rembang masih belum dilaksankan. Sebab, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM masih menunggu petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan.

Baca Juga :  Pembebasan Lahan Jalan Lingkar Kaliori-Lasem, Pemkab Anggarkan Rp 100 M

Mahfudz mengatakan, pihaknya akan menyosialisasikan kepada masyarakat. Selain itu, pembelian dengan menunjukkan NIK atau aplikasi Peduli Lindungi, juga ada penetapan titik jual minyak goreng curah.

”Penetapan titik jual ini, diharapkan akan termonitor. Bahwa penjual sudah harus melayani masyarakat berbasis aplikasi Peduli Lindungi,” katanya.

Di Kota Garam rencananya akan ada 41 titik jual. Penetapan titik jual tersebut, seluruhnya sudah ditentukan pemerintah pusat. Dengan ketentuan, lokasinya maksimal berjarak tiga kilometer dari pasar daerah. ”Misalkan kami ada 15 pasar, radius tiga kilometer dari titik pasar itu. Itulah jangkauan dari titik jual,” ujarnya.

Selanjutnya, pihaknya akan memonitor dalam radius tersebut. Namun, hal teknis untuk mengatur ini belum dikeluarkan. Untuk sementara, dinas masih sebatas mendapatkan informasi. ”Harapannya, masyarakat yang menjadi pengecer menginput di aplikasi Simirah (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah),” katanya. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Kabupaten Rembang masih belum menerapkan pembelian minyak goreng (migor) curah berbasis aplikasi. Meski demikian, sudah ada rencana 41 titik jual yang akan menerapkan kebijakan tersebut. Dalam pelaksanaannya, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UMKM) masih menunggu petunjuk teknis.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Rembang Mahfudz menjelaskan, saat ini pemerintah telah menetapkan langkah-langkah dalam pengendalian minyak curah. Yakni setiap pembelian, masyarakat harus menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan aplikasi Peduli Lindungi.

Harapannya, setiap orang adalam pembelian minyak bisa terkontrol dan terdata dengan jelas. Sebab ada pembatasan, dalam sehari satu orang maksimal membeli 10 kilogam. ”Ada pembatasan-pembatasan maksimal seseorang setiap hari maksimal 10 kilo,” jelasnya.

Melalui aplikasi tersebut, transaksi dari setiap orang akan bisa termonitor. Sementara, untuk penerapan di Rembang masih belum dilaksankan. Sebab, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM masih menunggu petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan.

Baca Juga :  Resmikan Syawalan, Bupati Rembang: Perputaran Uang Tembus Rp 25 Miliar

Mahfudz mengatakan, pihaknya akan menyosialisasikan kepada masyarakat. Selain itu, pembelian dengan menunjukkan NIK atau aplikasi Peduli Lindungi, juga ada penetapan titik jual minyak goreng curah.

”Penetapan titik jual ini, diharapkan akan termonitor. Bahwa penjual sudah harus melayani masyarakat berbasis aplikasi Peduli Lindungi,” katanya.

Di Kota Garam rencananya akan ada 41 titik jual. Penetapan titik jual tersebut, seluruhnya sudah ditentukan pemerintah pusat. Dengan ketentuan, lokasinya maksimal berjarak tiga kilometer dari pasar daerah. ”Misalkan kami ada 15 pasar, radius tiga kilometer dari titik pasar itu. Itulah jangkauan dari titik jual,” ujarnya.

Selanjutnya, pihaknya akan memonitor dalam radius tersebut. Namun, hal teknis untuk mengatur ini belum dikeluarkan. Untuk sementara, dinas masih sebatas mendapatkan informasi. ”Harapannya, masyarakat yang menjadi pengecer menginput di aplikasi Simirah (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah),” katanya. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/