alexametrics
28 C
Kudus
Monday, July 25, 2022

Olah FABA Jadi Paving hingga Kompos, PLTU Rembang Gelar Pelatihan 26 Bhabinkamtibmas

REMBANG – PLTU Rembang memberikan pelatihan pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash atau FABA pada 26 petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dari 14 polsek di Kota Garam. Pelatihan secara serentak di 46 PLTU di Indonesia diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi UMKM hingga pembangunan infrastruktur di tanah air.

Hadir membuka acara secara virtual Executive Vice President (EVP) K3L PT PLN (Persero), Komang Parmita dan Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen. Pol. Suwondo Nainggolan, yang hadir di PLTU Suralaya.

Sementara di PLTU Rembang kegiatan pelatihan dihadiri langsung Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan, dan General Manager PT. PJB UBJOM PLTU Rembang Kurniawan Dwi Hananto.


EVP K3L PT PLN (Persero) Komang Parmita menyebutkan jika bentuk kerja sama PLN dan Polri dilakukan untuk membangun global supply chain dengan pemanfaatan FABA PLTU di Indonesia.

Menurutnya, di negara maju suplai batu baranya dari Indonesia sudah masif memanfaatkan FABA untuk circular economy yang mana pemerintah juga telah mengeluarkan aturan bahwa FABA tidak lagi masuk dalam kategori limbah B3 melalui PP No. 22 Tahun 2021. Sehingga PLN dan Polri bekerjasama agar FABA bisa dimanfaatkan. ”FABA dapat dimanfaatkan masyarakat untuk  paving block, beton, dan barang ekonomi lainnya,” terang Komang.

Sejalan Komang Parmita, Kakorbinmas Polri Irjen. Pol. Suwondo Nainggolan berharap peserta pelatihan menguasai materi sehingga mendorong UMKM setempat dapat berproduksi sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.

Baca Juga :  Tok! Tahun Ini Taman Kartini Rembang Akan Dipugar Jadi Swalayan

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan menuturkan pihaknya mendukung kegiatan pemanfaatan FABA dan berencana mengagendakan sosialisasi lanjutan kepada seluruh Bhabinkamtibmas di Kabupaten Rembang. Sehingga dapat meneruskan ilmunya kepada desa binaan masing-masing.

“Saya yakin banyak desa memerlukan banyak produk dari FABA ini. Desa dapat melakukan penghematan untuk pembangunan, sehingga anggaran desa bisa dialihkan untuk peruntukan lainnya yang lebih bermanfaat,” katanya.

General Manager PLTU Rembang Kurniawan Dwi Hananto menambahkan PLTU Rembang mendukung penuh kerja sama PLN dan Polri dalam upaya pemanfaatan FABA. Dan siap untuk sharing berbagai macam metode pengelolaan FABA.

Pada pelatihan kemarin tim lingkungan PLTU Rembang peserta ditunjukkan langsung proses pemanfaatan FABA di workshop FABA milik PLTU Rembang.

“PLTU Rembang telah melakukan pemanfaatan total 1.448,8 ton FABA untuk peningkatan infrastruktur baik di dalam dan luar lingkungan PLTU Rembang. Diantaranya untuk pembuatan paving pembangunan green house dan jogging track PLTU Rembang. Kemudian infrastruktur di desa binaan serta pemanfaatan FABA untuk media tanam hidrofon, kompos hitam, pot bunga, tetra pod bakau, dan batako,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – PLTU Rembang memberikan pelatihan pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash atau FABA pada 26 petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dari 14 polsek di Kota Garam. Pelatihan secara serentak di 46 PLTU di Indonesia diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi UMKM hingga pembangunan infrastruktur di tanah air.

Hadir membuka acara secara virtual Executive Vice President (EVP) K3L PT PLN (Persero), Komang Parmita dan Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen. Pol. Suwondo Nainggolan, yang hadir di PLTU Suralaya.

Sementara di PLTU Rembang kegiatan pelatihan dihadiri langsung Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan, dan General Manager PT. PJB UBJOM PLTU Rembang Kurniawan Dwi Hananto.

EVP K3L PT PLN (Persero) Komang Parmita menyebutkan jika bentuk kerja sama PLN dan Polri dilakukan untuk membangun global supply chain dengan pemanfaatan FABA PLTU di Indonesia.

Menurutnya, di negara maju suplai batu baranya dari Indonesia sudah masif memanfaatkan FABA untuk circular economy yang mana pemerintah juga telah mengeluarkan aturan bahwa FABA tidak lagi masuk dalam kategori limbah B3 melalui PP No. 22 Tahun 2021. Sehingga PLN dan Polri bekerjasama agar FABA bisa dimanfaatkan. ”FABA dapat dimanfaatkan masyarakat untuk  paving block, beton, dan barang ekonomi lainnya,” terang Komang.

Sejalan Komang Parmita, Kakorbinmas Polri Irjen. Pol. Suwondo Nainggolan berharap peserta pelatihan menguasai materi sehingga mendorong UMKM setempat dapat berproduksi sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.

Baca Juga :  Hujan Deras, Jembatan Sumber - Batangan Putus

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan menuturkan pihaknya mendukung kegiatan pemanfaatan FABA dan berencana mengagendakan sosialisasi lanjutan kepada seluruh Bhabinkamtibmas di Kabupaten Rembang. Sehingga dapat meneruskan ilmunya kepada desa binaan masing-masing.

“Saya yakin banyak desa memerlukan banyak produk dari FABA ini. Desa dapat melakukan penghematan untuk pembangunan, sehingga anggaran desa bisa dialihkan untuk peruntukan lainnya yang lebih bermanfaat,” katanya.

General Manager PLTU Rembang Kurniawan Dwi Hananto menambahkan PLTU Rembang mendukung penuh kerja sama PLN dan Polri dalam upaya pemanfaatan FABA. Dan siap untuk sharing berbagai macam metode pengelolaan FABA.

Pada pelatihan kemarin tim lingkungan PLTU Rembang peserta ditunjukkan langsung proses pemanfaatan FABA di workshop FABA milik PLTU Rembang.

“PLTU Rembang telah melakukan pemanfaatan total 1.448,8 ton FABA untuk peningkatan infrastruktur baik di dalam dan luar lingkungan PLTU Rembang. Diantaranya untuk pembuatan paving pembangunan green house dan jogging track PLTU Rembang. Kemudian infrastruktur di desa binaan serta pemanfaatan FABA untuk media tanam hidrofon, kompos hitam, pot bunga, tetra pod bakau, dan batako,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/