alexametrics
24.1 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Gelombang Besar, Kapal Nelayan Rembang Rusak hingga Hilang

REMBANG – Sejumlah kapal milik nelayan Kecamatan Sarang, Rembang rusak berat hingga hilang akibat angin kencang dan gelombang besar di sekitar perairan pantai setempat, Minggu (15/12) pagi. Gelombang besar yang terjadi sejak malam sebelumnya baru reda pada Minggu pagi sekitar pukul 05.00.

Tiga jam setelahnya, nelayan mendapati sebagian kapal hilang tersapu ombak dan sebagian lagi rusak berat. Kapal nelayan yang mengalami kerusakan yaitu kapal nelayan dengan jenis 10 GT yang sebelumnya ditambat di bibir pantai Desa Karangmangu dan Desa Temperak Kecmatan Sarang.

Dilaporkan, delapan kapal milik warga Desa Karangmangu rusak berat dan satu lainnya hilang. Sementara, dua kapal rusak berat dan satu lainnya hilang milik warga Desa Temperak.  Diketahui, ombak besar mengakibatkan tali pengait kapal lepas sehingga kapal menghantam pembatas atau pemecah ombak yang ada di pinggir pantai.

Baca Juga :  Ratusan Kepala Desa di Rembang Polisikan Penyebar Stiker Pungutan Liar

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pada musim baratan atau penghujan dengan angin besar, para nelayan diimbau untuk menambat kapal agak lebih jauh dari bibir pantai. (ful)

REMBANG – Sejumlah kapal milik nelayan Kecamatan Sarang, Rembang rusak berat hingga hilang akibat angin kencang dan gelombang besar di sekitar perairan pantai setempat, Minggu (15/12) pagi. Gelombang besar yang terjadi sejak malam sebelumnya baru reda pada Minggu pagi sekitar pukul 05.00.

Tiga jam setelahnya, nelayan mendapati sebagian kapal hilang tersapu ombak dan sebagian lagi rusak berat. Kapal nelayan yang mengalami kerusakan yaitu kapal nelayan dengan jenis 10 GT yang sebelumnya ditambat di bibir pantai Desa Karangmangu dan Desa Temperak Kecmatan Sarang.

Dilaporkan, delapan kapal milik warga Desa Karangmangu rusak berat dan satu lainnya hilang. Sementara, dua kapal rusak berat dan satu lainnya hilang milik warga Desa Temperak.  Diketahui, ombak besar mengakibatkan tali pengait kapal lepas sehingga kapal menghantam pembatas atau pemecah ombak yang ada di pinggir pantai.

Baca Juga :  Jalankan Instruksi AHY, Harmusa dan Demokrat Rembang Gelar Vaksinasi

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pada musim baratan atau penghujan dengan angin besar, para nelayan diimbau untuk menambat kapal agak lebih jauh dari bibir pantai. (ful)


Most Read

Artikel Terbaru

/