alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Kabupaten Rembang Rintis Budidaya Kerang Hijau

REMBANG – Rembang mulai merintis destinasi ruang laut terkoneksi dengan kawasan program Alas Samudera Welo meliputi pantai Desa Dasun, Gedongmulyo, dan Tasiksono di Kecamatan Lasem dan Desa Pasar Banggi, Tritunggal, Punjulharjo di Kecamatan Rembang. Salah satunya dengan pengembangan kerang hijau.

Kini yang berjalan salah satunya di Dukuh Layur, Desa Gedomulyo, Lasem. Kemarin bersama penyuluh perikanan didampingi nelayan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Samudra Sejahtera. Penancapan bagan kerang hijau. Untuk memberdayakan kelompok nelayannya.

”Kita inisiasi bagan kerang hijau untuk budidaya. Kita kolaborasi DKP Provinsi bidang pengawasan. Kalau tidak salah masing-masing kelompok dapat Rp 26 jutaan. Untuk belanja bambu, sewa perahu, tenaga, tali dan jaring membran menarik kerang hijau,” jelas Plt. kepala Dinlutkan Kabupaten Rembang Mochamad Sofyan Cholid melalui Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Herry Martono kepada Jawa Pos Radar Kudus.


Nantinya Manfaatnya banyak. Bisa untuk rumpon (salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut, baik laut dangkal maupun laut dalam). Utamanya agar nelayan mencari ikan tidak terlalu pinggir.

“Jalur IA meliputi perairan sampai 2 mil diukur dari garis pantai ke arah luar laut lepat dan atau kearah perairan kepulauan tidak boleh untuk penangkapan. Makanya diinsiasi penancapan bagan kerang hijau supaya masyarakat bisa memberdayakan selain ikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Ada Penyekatan di Area Perbatasan, Bus dari Jatim Terhenti di Rembang

Menurutnya, di masa musim paceklik hasil laut sepi. Nelayan bisa beralih panen. Ada tiga kolompok Pokmaswas Sidodadi Mulyo (Pasar Mbanggi), Manunggal Bahari (Tritunggal) dan Samudera Sejahtera (Gedongmulyo).

“Letaknya di utara mangrove. Dekat pulau Siwalan. Biar kalau ada destinasi ke sana bisa ditawarkan di ruang laut. Bisa sambil memetik kerang hijau. Dimasak di sana. Sehingga akan menarik wisatawan,” harapnya.

Ia menambahkan potensi kerang hijau cukup menjanjikan. Apalagi Kalau dikasih membran akan menempel sendiri. “Di Kabongan Lor sudah ada. Tiap hari bisa menjual. Bahkan kalau ukuran kerang hijau diatas 5 cm. Kemudian dikupas sebelah bisa tembus ekspor untuk marketnya,” terangnya.

Harga kerang hijau cukup besar. Mulai 6 ribu/kg, untuk besar sampai Rp 10 ribuan. Pilihan. Bahkan bisa tembus Rp 15 ribu saat sepi-sepinya. Sehingga prospek bisa dikelola kelompok nelayan.

“Jadi ada sampingan selain menangkap ikan. Karena dari awal penanaman 3-4 bulan bisa panen. Nanti bisa setiap hari. Dan itu bisa spot mancing dan sebagainya. Misalnya dikasih jembatan atau rumah-rumahan,” imbuhnya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Rembang mulai merintis destinasi ruang laut terkoneksi dengan kawasan program Alas Samudera Welo meliputi pantai Desa Dasun, Gedongmulyo, dan Tasiksono di Kecamatan Lasem dan Desa Pasar Banggi, Tritunggal, Punjulharjo di Kecamatan Rembang. Salah satunya dengan pengembangan kerang hijau.

Kini yang berjalan salah satunya di Dukuh Layur, Desa Gedomulyo, Lasem. Kemarin bersama penyuluh perikanan didampingi nelayan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Samudra Sejahtera. Penancapan bagan kerang hijau. Untuk memberdayakan kelompok nelayannya.

”Kita inisiasi bagan kerang hijau untuk budidaya. Kita kolaborasi DKP Provinsi bidang pengawasan. Kalau tidak salah masing-masing kelompok dapat Rp 26 jutaan. Untuk belanja bambu, sewa perahu, tenaga, tali dan jaring membran menarik kerang hijau,” jelas Plt. kepala Dinlutkan Kabupaten Rembang Mochamad Sofyan Cholid melalui Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Herry Martono kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Nantinya Manfaatnya banyak. Bisa untuk rumpon (salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut, baik laut dangkal maupun laut dalam). Utamanya agar nelayan mencari ikan tidak terlalu pinggir.

“Jalur IA meliputi perairan sampai 2 mil diukur dari garis pantai ke arah luar laut lepat dan atau kearah perairan kepulauan tidak boleh untuk penangkapan. Makanya diinsiasi penancapan bagan kerang hijau supaya masyarakat bisa memberdayakan selain ikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Geger! Mayat Laki-Laki Ditemukan di Sumber Rembang, Begini Kronologinya

Menurutnya, di masa musim paceklik hasil laut sepi. Nelayan bisa beralih panen. Ada tiga kolompok Pokmaswas Sidodadi Mulyo (Pasar Mbanggi), Manunggal Bahari (Tritunggal) dan Samudera Sejahtera (Gedongmulyo).

“Letaknya di utara mangrove. Dekat pulau Siwalan. Biar kalau ada destinasi ke sana bisa ditawarkan di ruang laut. Bisa sambil memetik kerang hijau. Dimasak di sana. Sehingga akan menarik wisatawan,” harapnya.

Ia menambahkan potensi kerang hijau cukup menjanjikan. Apalagi Kalau dikasih membran akan menempel sendiri. “Di Kabongan Lor sudah ada. Tiap hari bisa menjual. Bahkan kalau ukuran kerang hijau diatas 5 cm. Kemudian dikupas sebelah bisa tembus ekspor untuk marketnya,” terangnya.

Harga kerang hijau cukup besar. Mulai 6 ribu/kg, untuk besar sampai Rp 10 ribuan. Pilihan. Bahkan bisa tembus Rp 15 ribu saat sepi-sepinya. Sehingga prospek bisa dikelola kelompok nelayan.

“Jadi ada sampingan selain menangkap ikan. Karena dari awal penanaman 3-4 bulan bisa panen. Nanti bisa setiap hari. Dan itu bisa spot mancing dan sebagainya. Misalnya dikasih jembatan atau rumah-rumahan,” imbuhnya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/