alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

“Si Anak Kampung” kini Jadi Nahkoda ASN Rembang

REMBANG, – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang akhirnya terisi. Kemarin Mantan Kepala Inspektorat Rembang Fahrudin resmi ditetapkan dan dilantik menjadi nahkoda baru ASN Kota Garam.

Jabatan baru Fahrudin ditetapkan tanggal 2 September 2021 lalu oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz. Lampiran keputusan Bupati Rembang nomor 821.2/1441/2021. Surat rekomendasi KASN, nomor B2892/KASN/8/2021 tanggal 27 Agustus 2021.

Kemarin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang digelar di pendapa Museum RA Kartini. Proses pelantikan dipimpin langsung bupati pada pukul 09.00.


Acara digelar  sederhana dan dengan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Acar hanya dihadiri Forkopimda beserta istri, mantan Pj Sekda Rembang Edi Supriyanta beserta istri dan perwakilan kepala OPD. Kepala dinas tampak hadir kepala Badan Kepegawaian Daerah, Suparmin.

Selanjutnya ada Kepala Satpol PP Rembang, Waluyo dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dwi Purwanto (saksi). Lalu undangan khusus lainnya. Yakni hadir  kepala Dinkes Rembang, dr Ali Syofi’I, Drupodo (Sekretaris DPRD).

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Mardi. Kepala BPKAD Mustain. Kepala Dispermades Sulistiyono. Hanya ada satu yang tidak tampak, Teguh Gunawarman (kepala DPMPTSNAKER).  Selebihnya via zoom.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan atas nama Pemkab mengucapkan selamat Fahrudin atas amanah dan kepercayaan yang diberikan sebagai Sekda. Sesuai harapan dapat mengemban kepercayaan dan amanah dengan rasa tanggung jawab.

”Pelantikan jabatan tinggi pratama yakni Sekda sebelumnya hal biasa dalam sistem manajemen ASN. Sebagai implementasi dari ketentuan pasal 1 dan 7 , peraturan pemerintah nomor 11, tahun 2017, tentang manajemen PNS,” ungkapnya.

Menurut bupati jabatan sekda sangat penting dan strategis dalam mengawal pemerintahan. Proses tentu melewati proses panjang dan sistematis sesuai ketentuan berlaku. Dimulai pembentukan pansel, seleksi kompetensi, pengusulan 7 calon sekda, terpilih 3 calon sekda, konsultasi dan koordinasi dengan Gubernur Jateng.

“Ini diperlukan guna menghasilkan calon sekda berkompeten dan berintegritas serta mampu untuk terjemahkan kebijakan daerah sebagaimana dalam RPJMD 2021-2026,” ujarnya.

Atas nama Pemkab, Hafidz mengucapkan terima kasih rekan pansel yang telah curahkan waktu dan pikiran dalam proses seleksi jabatan tingkat tinggi pratama di Kabupaten Rembang.

Baca Juga :  Sukseskan Survei Ekonomi Nasional, Bupati Rembang Turun Tangan

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan peran penting Sekda. Karena  berkewajiban membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan, serta membina hubungan kerja dengan dinas maupun lembaga dan personal lainnya. Sebagai motor penggerak organisasi Pemkab Rembang.

“Harus bisa membaca dinamika yang berkembang dalam masyarakat. Terutama  mempersiapkan dan integrasikan segala potensi. Guna untuk mendukung setiap kebijakan yang diberikan kepala daerah. Termasuk dituntut koordinasi dan komunikasi secara efektif dan produktif, baik internal dan internal. Sekda juga didorong lebih inovatif dan tidak terpaku pekerjaan yang monoton dan rutinitas semata. Akan tetapi terjemahkan setiap kebijakan dalam rangka operasional kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Rembang Fahrudin didampingi istri saat dimintai tanggapan kali pertama menjabat Sekda tidak pernah menyangka. Terlebih menyadari banyak kekurangan. Namun hal itu justru membuat motivasi dalam mengemban amanah tersebut.

”Dalam forum ini sampaikan saya tidak siapa-siapa. Asli desa, tepatnya di desa Gandri, Kecamatan Sedan. Saya menyadari banyak kekurangan. Tapi saya percaya ada ilmu satu, yakni tauhid. Kita percaya ada tuhan. Jadi ketika percaya, pasrah aja. Siapa tau kalau memang kita bisa nanti bermanfaat bagi masyarakat Rembang,” ungkapnya.

Sebelum menduduki kursi Sekda, Fahrudin tidak pernah di dinas lain. Ia juga sempat mengenang proses seleksi tersebut. Dari pansel juga sempat tidak percaya denganya. Apakah bisa untuk menyelesaikan permasalahan kemiskinan di Kabupaten Rembang.

Sering disampaikan. Karena selamanya di Inspektorat. Sedangkan orang yang tidak beruntung atau beliau-beliau dhuafa biasanya sensitif dalam perasaan. Apakah yang akan dilakukan?

”Saya selaku fungsi koordinasi akan menjembatani dengan semua OPD. Atas kebijakan-kebijakan bupati. Disamping itu akan koordinasi tokoh agama dan masyarakat. Karena sikap masyarakat kita masih perlu adanya beliau yang ngemong atau memberi nasihat,” ungkapnya.

Setelah prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah Sekretaris Daerah, acara dilanjutkan pisah sambut, pamitan Pj Sekda Edi Supriyanta. Waktunya sama singkat. Sebelum akhirnya jabatan sementara tersebut kembali Kepala Biro Umum Pemrov Jateng.






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG, – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang akhirnya terisi. Kemarin Mantan Kepala Inspektorat Rembang Fahrudin resmi ditetapkan dan dilantik menjadi nahkoda baru ASN Kota Garam.

Jabatan baru Fahrudin ditetapkan tanggal 2 September 2021 lalu oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz. Lampiran keputusan Bupati Rembang nomor 821.2/1441/2021. Surat rekomendasi KASN, nomor B2892/KASN/8/2021 tanggal 27 Agustus 2021.

Kemarin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang digelar di pendapa Museum RA Kartini. Proses pelantikan dipimpin langsung bupati pada pukul 09.00.

Acara digelar  sederhana dan dengan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Acar hanya dihadiri Forkopimda beserta istri, mantan Pj Sekda Rembang Edi Supriyanta beserta istri dan perwakilan kepala OPD. Kepala dinas tampak hadir kepala Badan Kepegawaian Daerah, Suparmin.

Selanjutnya ada Kepala Satpol PP Rembang, Waluyo dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dwi Purwanto (saksi). Lalu undangan khusus lainnya. Yakni hadir  kepala Dinkes Rembang, dr Ali Syofi’I, Drupodo (Sekretaris DPRD).

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Mardi. Kepala BPKAD Mustain. Kepala Dispermades Sulistiyono. Hanya ada satu yang tidak tampak, Teguh Gunawarman (kepala DPMPTSNAKER).  Selebihnya via zoom.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan atas nama Pemkab mengucapkan selamat Fahrudin atas amanah dan kepercayaan yang diberikan sebagai Sekda. Sesuai harapan dapat mengemban kepercayaan dan amanah dengan rasa tanggung jawab.

”Pelantikan jabatan tinggi pratama yakni Sekda sebelumnya hal biasa dalam sistem manajemen ASN. Sebagai implementasi dari ketentuan pasal 1 dan 7 , peraturan pemerintah nomor 11, tahun 2017, tentang manajemen PNS,” ungkapnya.

Menurut bupati jabatan sekda sangat penting dan strategis dalam mengawal pemerintahan. Proses tentu melewati proses panjang dan sistematis sesuai ketentuan berlaku. Dimulai pembentukan pansel, seleksi kompetensi, pengusulan 7 calon sekda, terpilih 3 calon sekda, konsultasi dan koordinasi dengan Gubernur Jateng.

“Ini diperlukan guna menghasilkan calon sekda berkompeten dan berintegritas serta mampu untuk terjemahkan kebijakan daerah sebagaimana dalam RPJMD 2021-2026,” ujarnya.

Atas nama Pemkab, Hafidz mengucapkan terima kasih rekan pansel yang telah curahkan waktu dan pikiran dalam proses seleksi jabatan tingkat tinggi pratama di Kabupaten Rembang.

Baca Juga :  Terdakwa Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Rembang Belum Ajukan Banding

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan peran penting Sekda. Karena  berkewajiban membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan, serta membina hubungan kerja dengan dinas maupun lembaga dan personal lainnya. Sebagai motor penggerak organisasi Pemkab Rembang.

“Harus bisa membaca dinamika yang berkembang dalam masyarakat. Terutama  mempersiapkan dan integrasikan segala potensi. Guna untuk mendukung setiap kebijakan yang diberikan kepala daerah. Termasuk dituntut koordinasi dan komunikasi secara efektif dan produktif, baik internal dan internal. Sekda juga didorong lebih inovatif dan tidak terpaku pekerjaan yang monoton dan rutinitas semata. Akan tetapi terjemahkan setiap kebijakan dalam rangka operasional kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Rembang Fahrudin didampingi istri saat dimintai tanggapan kali pertama menjabat Sekda tidak pernah menyangka. Terlebih menyadari banyak kekurangan. Namun hal itu justru membuat motivasi dalam mengemban amanah tersebut.

”Dalam forum ini sampaikan saya tidak siapa-siapa. Asli desa, tepatnya di desa Gandri, Kecamatan Sedan. Saya menyadari banyak kekurangan. Tapi saya percaya ada ilmu satu, yakni tauhid. Kita percaya ada tuhan. Jadi ketika percaya, pasrah aja. Siapa tau kalau memang kita bisa nanti bermanfaat bagi masyarakat Rembang,” ungkapnya.

Sebelum menduduki kursi Sekda, Fahrudin tidak pernah di dinas lain. Ia juga sempat mengenang proses seleksi tersebut. Dari pansel juga sempat tidak percaya denganya. Apakah bisa untuk menyelesaikan permasalahan kemiskinan di Kabupaten Rembang.

Sering disampaikan. Karena selamanya di Inspektorat. Sedangkan orang yang tidak beruntung atau beliau-beliau dhuafa biasanya sensitif dalam perasaan. Apakah yang akan dilakukan?

”Saya selaku fungsi koordinasi akan menjembatani dengan semua OPD. Atas kebijakan-kebijakan bupati. Disamping itu akan koordinasi tokoh agama dan masyarakat. Karena sikap masyarakat kita masih perlu adanya beliau yang ngemong atau memberi nasihat,” ungkapnya.

Setelah prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah Sekretaris Daerah, acara dilanjutkan pisah sambut, pamitan Pj Sekda Edi Supriyanta. Waktunya sama singkat. Sebelum akhirnya jabatan sementara tersebut kembali Kepala Biro Umum Pemrov Jateng.






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/