alexametrics
27.2 C
Kudus
Thursday, August 4, 2022

Perbaikan Sekolah di Rembang Dianggarkan Rp 35 Miliar, Ini Daftarnya

REMBANG – Anggaran perbaikan sarana prasarana sekolah SD di Kabupaten Rembang telah disiapkan. Tak tanggung-tanggung anggaranya mencapai Rp 35 miliar.

Sekolah rusak yang mendesak diperbaiki diantaranya, SDN 2 Dresi Kulon Kecamatan Kaliori dan SDN 2 Pulo, SDN Gedangan Kecamatan Rembang, SDN Sudo Kecamatan Sulang dan SDN Karanganyar Kecamatan Kragan.

SDN 2 Dresi Kulon dan SDN 2 Gedangan menjadi prioritas mengingat kondisinya paling parah dibanding sekolah lainnya. Dindikpora juga akan menerjunkan tim lagi ke lokasi untuk verifikasi terupdate kondisi bangunan.


Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) sudah melakukan pemetaan kerusakan sarpras tersebut. Skema penanganan sudah disiapkan. Dirancang tahun ini. Ada perubahan dan dana dari pusat.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebutkan penanganan sudah dirancang tahun ini. Ada yang diperubahan. Satu diajukan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

”Skema penanganan ketika kondisi normal pakai aturan normal. Sebaliknya keadaan darurat tentu akan menyesuaikan. Darurat itu ada solusi membangun tidak permanen, sifatnya sementara,” katanya.

Bupati menyampaikan kalau ada sekolah yang sifatnya darurat harus diberlakukan darurat. Kalau yang normal melalui usulan pada tahun sebelumnya, pelaksanaan pada tahun berikutnya. Sehingga tidak bisa tiba-tiba.

Baca Juga :  Terkendala Kartu, 1.761 Bantuan Tunai di Rembang Belum Bisa Dicairkan

”Misalnya sekolah jelek, tidak keluar-keluar. Ternyata memang belum waktunya. Tahun berikutnya atau paling cepat saat anggaran perubahan. Biasanya perubahan geser-geser. Jadi sesuai waktu ada dua kegiatan, di induk dan perubahan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), Sutrisno menyampaikan bicara tentang sarpras langkah perbaikan sudah ada pendataan. Mulai dari rusak ringan, berat, sedang. Lalu tahunan pembangunan bersumber DAK dan APBD.

”Kedua saya ingin rekan-rekan kepala sekolah mulai merasa “handarbeni” sekolahan. Kalaupun ada kerusakan kecil sudah punya inisiatif dibenahi, jangan sampai tambah rusak-rusak,” tandasnya.

Sutrisno memberikan gambaran misalnya genting satu rusak segera dibenahi, pihaknya yakin lebih awet dibandingkan dibiarkan. Berikutnya handarbeni berikutnya rusaknya bisa dicover dana BOS. Karena disitu ada pos untuk pemeliharaan untuk bisa dimaksimalkan.

Ditanya prioritas pembangunan sarpras ada banyak. Hanya Sutrisno karena tidak pegang data, belum bisa menyebutkan angkanya. “Namun yang jelas sumbernya ada DAK, APBD. Sehingga yakin bisa mengurangi kerusakan-kerusakan,” imbuhnya. (noe/ali)

REMBANG – Anggaran perbaikan sarana prasarana sekolah SD di Kabupaten Rembang telah disiapkan. Tak tanggung-tanggung anggaranya mencapai Rp 35 miliar.

Sekolah rusak yang mendesak diperbaiki diantaranya, SDN 2 Dresi Kulon Kecamatan Kaliori dan SDN 2 Pulo, SDN Gedangan Kecamatan Rembang, SDN Sudo Kecamatan Sulang dan SDN Karanganyar Kecamatan Kragan.

SDN 2 Dresi Kulon dan SDN 2 Gedangan menjadi prioritas mengingat kondisinya paling parah dibanding sekolah lainnya. Dindikpora juga akan menerjunkan tim lagi ke lokasi untuk verifikasi terupdate kondisi bangunan.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) sudah melakukan pemetaan kerusakan sarpras tersebut. Skema penanganan sudah disiapkan. Dirancang tahun ini. Ada perubahan dan dana dari pusat.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebutkan penanganan sudah dirancang tahun ini. Ada yang diperubahan. Satu diajukan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

”Skema penanganan ketika kondisi normal pakai aturan normal. Sebaliknya keadaan darurat tentu akan menyesuaikan. Darurat itu ada solusi membangun tidak permanen, sifatnya sementara,” katanya.

Bupati menyampaikan kalau ada sekolah yang sifatnya darurat harus diberlakukan darurat. Kalau yang normal melalui usulan pada tahun sebelumnya, pelaksanaan pada tahun berikutnya. Sehingga tidak bisa tiba-tiba.

Baca Juga :  Olah FABA Jadi Paving hingga Kompos, PLTU Rembang Gelar Pelatihan 26 Bhabinkamtibmas

”Misalnya sekolah jelek, tidak keluar-keluar. Ternyata memang belum waktunya. Tahun berikutnya atau paling cepat saat anggaran perubahan. Biasanya perubahan geser-geser. Jadi sesuai waktu ada dua kegiatan, di induk dan perubahan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), Sutrisno menyampaikan bicara tentang sarpras langkah perbaikan sudah ada pendataan. Mulai dari rusak ringan, berat, sedang. Lalu tahunan pembangunan bersumber DAK dan APBD.

”Kedua saya ingin rekan-rekan kepala sekolah mulai merasa “handarbeni” sekolahan. Kalaupun ada kerusakan kecil sudah punya inisiatif dibenahi, jangan sampai tambah rusak-rusak,” tandasnya.

Sutrisno memberikan gambaran misalnya genting satu rusak segera dibenahi, pihaknya yakin lebih awet dibandingkan dibiarkan. Berikutnya handarbeni berikutnya rusaknya bisa dicover dana BOS. Karena disitu ada pos untuk pemeliharaan untuk bisa dimaksimalkan.

Ditanya prioritas pembangunan sarpras ada banyak. Hanya Sutrisno karena tidak pegang data, belum bisa menyebutkan angkanya. “Namun yang jelas sumbernya ada DAK, APBD. Sehingga yakin bisa mengurangi kerusakan-kerusakan,” imbuhnya. (noe/ali)


Most Read

Artikel Terbaru

/