alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, July 26, 2022

Tak Menarik, Pemkab Rembang segera Renovasi Ikon “Ikan Karanggeneng”

REMBANG – Dianggap tak menarik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mulai berbenah menata wajah kota. Diantaranya dengan merenovasi ikon tugu ikan di timur Jembatan Karanggeneng hingga membangun ruang terbuka hijau (RTH) plus membangun landmark titik nol kilo di utara masjid agung atau pojok Alun-alun Rembang.

Baca Juga : Diduga Sopir Mengantuk, Dua Truk Tabrakan di Pantura Rembang, Begini Kondisi Sopir

Rencananya, tugu titik nol kilo akan dibangun di dekat alun-alun, terminal dan masjid karena lokasinya sering dimanfaatkan orang menunggu bus jurusan. Harapannya di sana menjadi ikon masyarakat Kota Garam.


“Nantinya, ada ornamen-ornamen dibuat semenarik mungkin. Sekaligus mendukung alun-alun. Realisasinya, nanti tergantung proses kecepatan kontrak. Nanti akan bareng dengan penataan taman kota lainnya,” ungkap Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Rembang, Taufik Darmawan.

Konsentrasi yang diterima Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat selain tugu nol kilo, ada tiga taman kota lain yang ditata. Yakni tugu lilin. “Di tugu lilin ada beberapa tambahan pilar. Kemudian lantai menggunakan batu alam. Selain di bagian depan pagar dibuka. Sehingga lebih bisa diakses oleh umum. Selain itu ada tambahan tempat duduk,” bebernya.

Baca Juga :  Naik Heli, KSAL Yudo Margono Cek Vaksinasi Nelayan di Rembang

Kemudian, ada tugu adipura serta tugu ikan timur jembatan karanggeneng. Empat titik ditata dengan nominal anggara antara Rp 80-100 juta. “Semua melalui proses perencanaan matang, detail, filosofi, dan pemilihan bahannya. Segera realisasi. Konsultan sudah selesai. Juli target mulai jalan pelaksanaan konstruksi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Taufik berharap tidak ada perubahan untuk renovasi itu. Sebab, menurutnya sejauh ini ketersediaan anggaran paket penataan taman kurang, membuat taman tak terawat dan kurang menarik. ”Termasuk yang mencolok berubah tugu ikan. Konsep yang ditawarkan menjadi tugu layar. Ada semacam simbol-simbol gunungan. Agar ada kekhasan, sebab disitu merupakan area atau wilayah nelayan,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Dianggap tak menarik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mulai berbenah menata wajah kota. Diantaranya dengan merenovasi ikon tugu ikan di timur Jembatan Karanggeneng hingga membangun ruang terbuka hijau (RTH) plus membangun landmark titik nol kilo di utara masjid agung atau pojok Alun-alun Rembang.

Baca Juga : Diduga Sopir Mengantuk, Dua Truk Tabrakan di Pantura Rembang, Begini Kondisi Sopir

Rencananya, tugu titik nol kilo akan dibangun di dekat alun-alun, terminal dan masjid karena lokasinya sering dimanfaatkan orang menunggu bus jurusan. Harapannya di sana menjadi ikon masyarakat Kota Garam.

“Nantinya, ada ornamen-ornamen dibuat semenarik mungkin. Sekaligus mendukung alun-alun. Realisasinya, nanti tergantung proses kecepatan kontrak. Nanti akan bareng dengan penataan taman kota lainnya,” ungkap Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Rembang, Taufik Darmawan.

Konsentrasi yang diterima Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat selain tugu nol kilo, ada tiga taman kota lain yang ditata. Yakni tugu lilin. “Di tugu lilin ada beberapa tambahan pilar. Kemudian lantai menggunakan batu alam. Selain di bagian depan pagar dibuka. Sehingga lebih bisa diakses oleh umum. Selain itu ada tambahan tempat duduk,” bebernya.

Baca Juga :  Tak Punya Tempat Berdagang, PKL di Lasem Minta Tempati Bekas Hotel Wijaya

Kemudian, ada tugu adipura serta tugu ikan timur jembatan karanggeneng. Empat titik ditata dengan nominal anggara antara Rp 80-100 juta. “Semua melalui proses perencanaan matang, detail, filosofi, dan pemilihan bahannya. Segera realisasi. Konsultan sudah selesai. Juli target mulai jalan pelaksanaan konstruksi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Taufik berharap tidak ada perubahan untuk renovasi itu. Sebab, menurutnya sejauh ini ketersediaan anggaran paket penataan taman kurang, membuat taman tak terawat dan kurang menarik. ”Termasuk yang mencolok berubah tugu ikan. Konsep yang ditawarkan menjadi tugu layar. Ada semacam simbol-simbol gunungan. Agar ada kekhasan, sebab disitu merupakan area atau wilayah nelayan,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/