alexametrics
26.1 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Sedekah Ilmu, PLTU Rembang Fasilitasi Pelatihan Menjahit pada Difabel

REMBANG – PT PJB UBJOM (Pembangkit Jawa Bali Unit Bisnis Jasa Operation dan Maintenance) Rembang sukses memfasilitasi pelatihan menjahit kelompok DMKR (Disabilitas Multi Karya Rembang) binaannya. Ditransfer ilmu, bikin baju jasko, dress, celana dan hem. Dengan sentuhan desain, kombinasi material denim serta batik tulis Lasem.

Pelatihan kelompok DMKR binaan PT PJB UBJOM berlangsung di Rumah Tumbuh Khodijah (RTK), Mondoteko, Rembang. Bekerjasama dengan Rembang Fashion Community (RFC) dan menghadirkan tiga orang narasumber, Shinta, Tintin dan Yuni.

Sedekah ilmu tersebut menambah jam terbang dan pengalaman kelompok DMKR dalam membuat aneka produk fashion yang baru tren di dunia desainer. Hasilnya bagus. Perlu kebiasaan untuk pengembangan desain.


Edi Saputra Staf CSR UBJOM PLTU Rembang  menyampaikan , sesuai arahan General Manager UBJOM PLTU Rembang, Kurniawan Dwi Hananto, pelatihan ini merupakan salah satu program Pemberdayaan Masyarakat oleh PLTU Rembang untuk DMKR sebagai kelompok binaan yang sudah masuk dalam rencana kerja CSR UBJOM PLTU Rembang.

Sejak tahun 2018 kelompok ini sudah dibina. Lalu dua tahun berikutnya 2019-2020 sempat vakum, karena dampak pandemi. Berlanjut tahun 2022 digelar pelatihan.

”Kami fasilitasi sejak tanggal 28 Februari sampai 3 Maret 2022.  Empat hari kami bekerja sama dengan Fatayat NU selaku pemilik mesin jahitnya. Narasumber dari RFC,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Edi Saputra menerangkan tujuan kegiatan pelatihan ini adalah untuk mengembangkan basic skill menjahit yang telah dimiliki oleh anggota kelompok DMKR, khususnya anggota pada unit kegiatan menjahit.

Baca Juga :  Terungkap! Pembunuh Ibu-Anak di Tol Semarang Ternyata Warga Lasem Rembang

Pihaknya menilai pelatihan ini sesuai untuk kedua kegiatan usaha kelompok tersebut, yakni penjualan jasa dan bidang UMKM. Selain meningkatkan skill, kelompok juga mendapat ilmu mengenai produk yang sedang menjadi tren di dunia fashion dan desain, sehingga harapannya setelah pelatihan selesai anggota kelompok dapat langsung bersiap untuk berkompetisi pada bidang tersebut.

KOMPAK: Sesi foto bersama setelah pelatihan menjahit pada Kamis (3/3). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Pelatihan Pengembangan skill menjahit ini  ditentukan berdasarkan hasil assessment kelompok yang telah dilaksanakan di bulan Februari. Pihaknya menuturkan telah melakukan koordinasi dengan anggota kelompok dalam pertemuan rutin untuk menentukan program pelatihan yang tepat untuk kelompok DMKR.

Ketua RFC, Hadi Winarko yang akrab disapa Win Wilopo menyambut baik pelaksanaan pelatihan menjahit yang difasilitasi oleh PLTU Rembang. “Program ini merupakan bentuk kolaborasi yang bagus antara PT PJB UBJ O&M PLTU Rembang, kelompok DMKR serta komunitas fashion di kota Garam (RFC),” bebernya.

Ketua DMKR Kabupaten Rembang, Rudi Yulianta sangat senang kelompok DMKR binaan dari PT PJB UBJ O&M PLTU Rembang diberikan program pengembangan fashion. Didukung pula Fatayat NU. Karena mayoritas bisa menjahit, namun ada beberapa hal yang butuh pengembangan.

”Kita berharap pelatihan ini bisa berlanjutan. Pengembangan kelompok DMKR bisa semakin optimal. Untuk pengembangan kapasitas penjahit agar lebih mapan,” ungkapnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – PT PJB UBJOM (Pembangkit Jawa Bali Unit Bisnis Jasa Operation dan Maintenance) Rembang sukses memfasilitasi pelatihan menjahit kelompok DMKR (Disabilitas Multi Karya Rembang) binaannya. Ditransfer ilmu, bikin baju jasko, dress, celana dan hem. Dengan sentuhan desain, kombinasi material denim serta batik tulis Lasem.

Pelatihan kelompok DMKR binaan PT PJB UBJOM berlangsung di Rumah Tumbuh Khodijah (RTK), Mondoteko, Rembang. Bekerjasama dengan Rembang Fashion Community (RFC) dan menghadirkan tiga orang narasumber, Shinta, Tintin dan Yuni.

Sedekah ilmu tersebut menambah jam terbang dan pengalaman kelompok DMKR dalam membuat aneka produk fashion yang baru tren di dunia desainer. Hasilnya bagus. Perlu kebiasaan untuk pengembangan desain.

Edi Saputra Staf CSR UBJOM PLTU Rembang  menyampaikan , sesuai arahan General Manager UBJOM PLTU Rembang, Kurniawan Dwi Hananto, pelatihan ini merupakan salah satu program Pemberdayaan Masyarakat oleh PLTU Rembang untuk DMKR sebagai kelompok binaan yang sudah masuk dalam rencana kerja CSR UBJOM PLTU Rembang.

Sejak tahun 2018 kelompok ini sudah dibina. Lalu dua tahun berikutnya 2019-2020 sempat vakum, karena dampak pandemi. Berlanjut tahun 2022 digelar pelatihan.

”Kami fasilitasi sejak tanggal 28 Februari sampai 3 Maret 2022.  Empat hari kami bekerja sama dengan Fatayat NU selaku pemilik mesin jahitnya. Narasumber dari RFC,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Edi Saputra menerangkan tujuan kegiatan pelatihan ini adalah untuk mengembangkan basic skill menjahit yang telah dimiliki oleh anggota kelompok DMKR, khususnya anggota pada unit kegiatan menjahit.

Baca Juga :  Kemenag Canangkan Desa Soditan Jadi Desa Sadar Kerukunan

Pihaknya menilai pelatihan ini sesuai untuk kedua kegiatan usaha kelompok tersebut, yakni penjualan jasa dan bidang UMKM. Selain meningkatkan skill, kelompok juga mendapat ilmu mengenai produk yang sedang menjadi tren di dunia fashion dan desain, sehingga harapannya setelah pelatihan selesai anggota kelompok dapat langsung bersiap untuk berkompetisi pada bidang tersebut.

KOMPAK: Sesi foto bersama setelah pelatihan menjahit pada Kamis (3/3). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Pelatihan Pengembangan skill menjahit ini  ditentukan berdasarkan hasil assessment kelompok yang telah dilaksanakan di bulan Februari. Pihaknya menuturkan telah melakukan koordinasi dengan anggota kelompok dalam pertemuan rutin untuk menentukan program pelatihan yang tepat untuk kelompok DMKR.

Ketua RFC, Hadi Winarko yang akrab disapa Win Wilopo menyambut baik pelaksanaan pelatihan menjahit yang difasilitasi oleh PLTU Rembang. “Program ini merupakan bentuk kolaborasi yang bagus antara PT PJB UBJ O&M PLTU Rembang, kelompok DMKR serta komunitas fashion di kota Garam (RFC),” bebernya.

Ketua DMKR Kabupaten Rembang, Rudi Yulianta sangat senang kelompok DMKR binaan dari PT PJB UBJ O&M PLTU Rembang diberikan program pengembangan fashion. Didukung pula Fatayat NU. Karena mayoritas bisa menjahit, namun ada beberapa hal yang butuh pengembangan.

”Kita berharap pelatihan ini bisa berlanjutan. Pengembangan kelompok DMKR bisa semakin optimal. Untuk pengembangan kapasitas penjahit agar lebih mapan,” ungkapnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/