alexametrics
26.5 C
Kudus
Tuesday, May 17, 2022

Paguyuban Kades se-Kabupaten Rembang Dukung Relokasi Pasar, Ini Alasannya

REMBANG – Dukungan terus mengalir untuk relokasi dan pembangunan pasar Rembang Kota. Kali ini dari Paguyuban Kades se-Kabupaten Rembang. Mereka sepakat dan satu suara mendukung program pemerintah, dengan harapannya ongin Kota Rembang ada toko modern hingga peredaran uang bisa tetap di daerah sendiri.

Dukungan ini disampaikan Kepala Desa Menoro, Sedan, sekaligus Ketua Paguyuban Kepala Desa Guru Pandawa Kabupaten Rembang, H. M Jidan Gunorejo saat acara Musrenbangcam di pendapa Kecamatan Sedan baru-baru ini.

Jidan menyampikan dukungan tersebut langsung pada Bupati Rembang Abdul Hafidz dan anggota DPRD Rembang yang lagi dibahas di tingkat kabupaten. Kota Garam ingin menuju maju. Secara umum dan totalitas kepala desa, wakili masyarakat menginginkan adanya perubahan.


”Pati-Blora-Tuban memiliki perbelanjaan yang lumayan cukup menampung kepentingan masyarakat. Bayangkan orang Rembang belanja di kabupaten tetangga. Itu juga berpotensi uang dari Rembang keluar daerah lain,” ungkapnya.

Mewakili masyarakat harapannya ke depan bisa diciptakan tempat perbelanjaan semi modern.  Prioritas untuk menciptakan Kabupaten Rembang untuk mendapatkan adipura atau kota bersih dan nyaman.

Maka selaku ketua paguyuban  Kabupaten Rembang disampaikan mendukung relokasi di pasar kota. Sebab itu salah satunya potensi sampai sekarang kelihatan kumuh dan tidak bisa teratur. Dan tidak bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat.

”Pasar bukan milik pedagang. Pasar juga milik rakyat. Masyarakat butuh nyaman dan ketentraman untuk berbelanja. Kami titip dewan. Agar menjadi Rembang Gemilang,” harapannya.

Baca Juga :  Tahun 2022, Pemkab Rembang Targetkan 1.208 GTT Bisa Ikuti Seleksi P3K

Bupati Rembang Abdul Hafidz menanggapi seputar toko modern yang diusulkan ketua Puyuban Kades.  Dua tahun terakhir memang menjadikan pemerintah harus berpikir. Karena selama ini yang telah diketahui. Orang belanja tidak di Rembang.

”Terutama kalangan menengah dan atas. Kalau yang barat di ada Pati maupun Kudus, selatan ke arah Blora Bravo. Yang timur ke Tuban. Ini akan mengurangi kecepatan pertumbuhan ekonomi di Rembang. Penghasilan di Rembang, tapi buangnya di luar Rembang,” ujarnya.

Hafidz menggambarkan kalau dilihat ada dua pabrik sepatu yang cukup signifikan karyawannya. Rembang sudah 7 ribu karyawan. Di Pancur hampir 500 karyawan. Berarti tahun ini kurang lebih ada 10.000 karyawan di dua pabrik saja.

”Bisa dibayangkan kalau sebulan Rp 2,5 juta. Berarti Rp 25 miliar yang kelihatan di tengah-tengah masyarakat. Kalau tidak tertampung jelas muspro. Dibawa di Tuban, Blora, Pati-Kudus. Nanti Rembang  kere terus.  Sebab tidak ada peredaran uang di Rembang. Itu baru dua titik,” ungkapnya.

Kembali lagi Bupati Rembang Abdul Hafidz minta dukungan untuk toko modern yang di kabupaten setempat. Sudah saatnya bersaing dengan daerah lain. Karena Blora-Tuban sudah ada Bravo, Pati ada ADA. “Rembang belum ada apa-apa,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Dukungan terus mengalir untuk relokasi dan pembangunan pasar Rembang Kota. Kali ini dari Paguyuban Kades se-Kabupaten Rembang. Mereka sepakat dan satu suara mendukung program pemerintah, dengan harapannya ongin Kota Rembang ada toko modern hingga peredaran uang bisa tetap di daerah sendiri.

Dukungan ini disampaikan Kepala Desa Menoro, Sedan, sekaligus Ketua Paguyuban Kepala Desa Guru Pandawa Kabupaten Rembang, H. M Jidan Gunorejo saat acara Musrenbangcam di pendapa Kecamatan Sedan baru-baru ini.

Jidan menyampikan dukungan tersebut langsung pada Bupati Rembang Abdul Hafidz dan anggota DPRD Rembang yang lagi dibahas di tingkat kabupaten. Kota Garam ingin menuju maju. Secara umum dan totalitas kepala desa, wakili masyarakat menginginkan adanya perubahan.

”Pati-Blora-Tuban memiliki perbelanjaan yang lumayan cukup menampung kepentingan masyarakat. Bayangkan orang Rembang belanja di kabupaten tetangga. Itu juga berpotensi uang dari Rembang keluar daerah lain,” ungkapnya.

Mewakili masyarakat harapannya ke depan bisa diciptakan tempat perbelanjaan semi modern.  Prioritas untuk menciptakan Kabupaten Rembang untuk mendapatkan adipura atau kota bersih dan nyaman.

Maka selaku ketua paguyuban  Kabupaten Rembang disampaikan mendukung relokasi di pasar kota. Sebab itu salah satunya potensi sampai sekarang kelihatan kumuh dan tidak bisa teratur. Dan tidak bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat.

”Pasar bukan milik pedagang. Pasar juga milik rakyat. Masyarakat butuh nyaman dan ketentraman untuk berbelanja. Kami titip dewan. Agar menjadi Rembang Gemilang,” harapannya.

Baca Juga :  Tebing Longsor di Rembang, Satu Orang Alami Luka-Luka

Bupati Rembang Abdul Hafidz menanggapi seputar toko modern yang diusulkan ketua Puyuban Kades.  Dua tahun terakhir memang menjadikan pemerintah harus berpikir. Karena selama ini yang telah diketahui. Orang belanja tidak di Rembang.

”Terutama kalangan menengah dan atas. Kalau yang barat di ada Pati maupun Kudus, selatan ke arah Blora Bravo. Yang timur ke Tuban. Ini akan mengurangi kecepatan pertumbuhan ekonomi di Rembang. Penghasilan di Rembang, tapi buangnya di luar Rembang,” ujarnya.

Hafidz menggambarkan kalau dilihat ada dua pabrik sepatu yang cukup signifikan karyawannya. Rembang sudah 7 ribu karyawan. Di Pancur hampir 500 karyawan. Berarti tahun ini kurang lebih ada 10.000 karyawan di dua pabrik saja.

”Bisa dibayangkan kalau sebulan Rp 2,5 juta. Berarti Rp 25 miliar yang kelihatan di tengah-tengah masyarakat. Kalau tidak tertampung jelas muspro. Dibawa di Tuban, Blora, Pati-Kudus. Nanti Rembang  kere terus.  Sebab tidak ada peredaran uang di Rembang. Itu baru dua titik,” ungkapnya.

Kembali lagi Bupati Rembang Abdul Hafidz minta dukungan untuk toko modern yang di kabupaten setempat. Sudah saatnya bersaing dengan daerah lain. Karena Blora-Tuban sudah ada Bravo, Pati ada ADA. “Rembang belum ada apa-apa,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/