alexametrics
22 C
Kudus
Saturday, July 30, 2022

Kasihan… Tergiur Pulsa Rp 300 Ribu, Warga Rembang Ini Malah Rugi Rp 200 Juta

REMBANG – Lagi-lagi kasus penipuan terjadi di Kabupaten Rembang. Kali ini, dengan modus iming-iming pulsa Rp 300 ribu. Bukannya jumlah pulsa bertambah, justru saldo di tabungan korban terkuras sampai Rp 200 juta.

Kasus ini menimpa seorang ibu paro baya. Korbannya Sri Rahayu, 49, warga RT 8/RW 1, Desa Ronggomulyo, Sumber. Ada seseorang yang mengatasnamakan salah satu bank BUMN. Mengabari korban mendapat hadiah pulsa.

Ironisnya, korban baru setahun ditinggal meninggal suaminya. Kemungkinan korban tidak fokus. Hatinya masih labil. Dengan begitu, dia mudah tertipu kasus penipuan online ini.


Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, kejadian ini bermula dari korban dihubungi pelaku pada 6 Mei lalu pukul 16.19. Semula korban yang sedang dalam perjalanan tiba-tiba mendapat telepon yang mengatasnamakan salah satu bank BUMN.

Bahwasanya, korban mendapatkan hadiah pulsa senilai Rp 300 ribu dari pelaku. Dalih pelaku menyebutkan, pulsa tersebut harus dilaporkan ke salah satu bank BUMN pada Senin berikutnya dengan menyantumkan nomor undian yang tertera. Korban pun terkecoh. Ternyata itu untuk mengetahui kode one time password (OTP).

Setelah itu, tabungan korban pun kebobol dua kali. Pertama uang di rekeningnya raib Rp 99.900.000. Kemudian tersedot lagi Rp 1 juta. Selang beberapa menit, korban baru tersadar mengalami penipuan.

Baca Juga :  Dibuka Marching Band, Empat Ponpes di Rembang Bersaing di Liga Santri 2022

Korban lantas menelopon pihak customer service (CS) dengan nomor laporan. Setelah itu, bergegas ke Polres untuk membuat laporan penipuan. Senin berikutnya dia mendatangi bank BUMN cabang yang ada di Rembang. Tujuannya, untuk melaporkan kejadian ini dan mencetak rekeningnya.

Dari situ diketahui, di cetakan buku rekening itu, ada dua nomor rekening berbeda milik pelaku. Atas kejadian itu, Sri Rahayu merasa dirugikan. Dia memohon bantuan untuk proses pengembalian dana itu.

Keponakan korban, Veronicha berharap, kasus tersebut segera ditangani oleh pihak berwajib. Mengingat laporan telah dibuat sekitar satu bulan. ”Kami berharap kasus ini segera bisa ditangani. Karena sudah hampir satu bulan. Belum ada kabar apapun yang membuat hati tenang. Terlebih, jumlah uang juga tidak sedikit,” katanya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Rembang AKP Heri Dwi Utomo saat dikonfirmasi mengaku belum mengecek langsung. Dia akan berkoordinasi dengan anggotanya terlebih dahulu. ”Kami koordinasikan dulu. Siapa yang menangani. Harus cek dahulu,” katanya kemarin. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Lagi-lagi kasus penipuan terjadi di Kabupaten Rembang. Kali ini, dengan modus iming-iming pulsa Rp 300 ribu. Bukannya jumlah pulsa bertambah, justru saldo di tabungan korban terkuras sampai Rp 200 juta.

Kasus ini menimpa seorang ibu paro baya. Korbannya Sri Rahayu, 49, warga RT 8/RW 1, Desa Ronggomulyo, Sumber. Ada seseorang yang mengatasnamakan salah satu bank BUMN. Mengabari korban mendapat hadiah pulsa.

Ironisnya, korban baru setahun ditinggal meninggal suaminya. Kemungkinan korban tidak fokus. Hatinya masih labil. Dengan begitu, dia mudah tertipu kasus penipuan online ini.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, kejadian ini bermula dari korban dihubungi pelaku pada 6 Mei lalu pukul 16.19. Semula korban yang sedang dalam perjalanan tiba-tiba mendapat telepon yang mengatasnamakan salah satu bank BUMN.

Bahwasanya, korban mendapatkan hadiah pulsa senilai Rp 300 ribu dari pelaku. Dalih pelaku menyebutkan, pulsa tersebut harus dilaporkan ke salah satu bank BUMN pada Senin berikutnya dengan menyantumkan nomor undian yang tertera. Korban pun terkecoh. Ternyata itu untuk mengetahui kode one time password (OTP).

Setelah itu, tabungan korban pun kebobol dua kali. Pertama uang di rekeningnya raib Rp 99.900.000. Kemudian tersedot lagi Rp 1 juta. Selang beberapa menit, korban baru tersadar mengalami penipuan.

Baca Juga :  Beri Teguran, Wabup Warning DLH Kabupaten Rembang Soal Limbah B3

Korban lantas menelopon pihak customer service (CS) dengan nomor laporan. Setelah itu, bergegas ke Polres untuk membuat laporan penipuan. Senin berikutnya dia mendatangi bank BUMN cabang yang ada di Rembang. Tujuannya, untuk melaporkan kejadian ini dan mencetak rekeningnya.

Dari situ diketahui, di cetakan buku rekening itu, ada dua nomor rekening berbeda milik pelaku. Atas kejadian itu, Sri Rahayu merasa dirugikan. Dia memohon bantuan untuk proses pengembalian dana itu.

Keponakan korban, Veronicha berharap, kasus tersebut segera ditangani oleh pihak berwajib. Mengingat laporan telah dibuat sekitar satu bulan. ”Kami berharap kasus ini segera bisa ditangani. Karena sudah hampir satu bulan. Belum ada kabar apapun yang membuat hati tenang. Terlebih, jumlah uang juga tidak sedikit,” katanya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Rembang AKP Heri Dwi Utomo saat dikonfirmasi mengaku belum mengecek langsung. Dia akan berkoordinasi dengan anggotanya terlebih dahulu. ”Kami koordinasikan dulu. Siapa yang menangani. Harus cek dahulu,” katanya kemarin. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/