alexametrics
30.7 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Siswa tanpa Masker saat Pantau Vaksinasi di Rembang, Ganjar: Satgas Mana?

REMBANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi pelaksanaan vaksin di SD Kutoharjo, Rembang, kemarin. Dalam kunjungan itu, Ganjar sempat menegur Satgas Covid-19 Kabupaten Rembang. Karena membiarkan anak-anak main sepak bola tanpa pakai masker.

Orang nomor satu di Jawa Tengah selain ke SD itu, juga menyambangi beberapa tempat. Seperti ke ndalem KH Mustofa Bisri dan KH Bahaudin Nur Salim. Juga ke penerima bantuan rumah tidak layak huni.

Ganjar sampai meninjau vaksinasi anak pagi kemarin sekitar pukul 09.00. Selanjutnya ia pun meneruskan perjalanan. Hingga sekitar pukul 13.30, sampai di Desa Pamotan. Untuk menyambangi Eni, salah satu warga yang mendapat bantuan bedah rumah.


Ganjar ke Rembang menaiki mobil Innova hitam. Memakai batik tulis motif naga warna merah. Sebelum ke sekolah itu Ganjar sowan ke kyai Nawawi Tasikagung.

Dia datang didampingi Bupati Rembang Abdul Hafidz. Di sekolah itu disambut Wakil Bupati Rembang Mochammad hanies Cholil Barro dan forkopimda.

Sesampai di lokasi dia langsung berbincang dengan anak-anak SD itu. Menayakan proses vaksinasi.

”Sakit tidak divaksin,” tanya Ganjar.

”Tidak,” jawab siswa-siswa SD. Ganjar membalas dengan ancungan jempol.

Dia kemudian meninjau di ruang kelas. Melihat vaksinasi para siswa dan tenaga pendidik.

Di luar kelas emak-emak menyapa Ganjar. ”Sehat geh bu? Sampun disuntik bu? Kalau sudah dua, sekali lagi ya. Jadi tiga,” pesanya.

Dalam kesempatan tersebut Ganjar mengamati aktivitas anak yang baru main. Hal itu supaya diperhatikan bapak dan ibu guru. Karena di sana ada bermain bola, tidak pakai masker. Itu bahaya.

”Yang gini-gini Satgas yang harus ngontrol! Anak-anak tidak sadar. Dia tidak sadar. Tidak pakai masker. Main. Nanti yang akan menjadi masalah penularan. Disini bapak ibu gurunya mana? Diileke (diingatkan) langsung,” pesan Ganjar.

”Halo anak-anak. Dengerin dulu ya. Karena ada varian omicron. Maka anak-anak harus prokes. Oke. Maskernya jangan dilepas. Kalau main-main maskernya tidak boleh dilepas,” pesanya.

Hal itu disahut anak-anak SD. Siap mengikuti arahan yang diberikan Gubernur Jateng. Setelah itu rombongan geser kembali.

Selain ke sekolah Ganjar Pranowo juga silaturahmi ke tokoh-tokoh agama hingga para lansia.

Baca Juga :  Tunjangan PNS di Rembang Digelontor Rp 75 Miliar

Lansia yang dikunjungi Eni, salah satu warga yang mendapat bantuan bedah rumah. Lokasinya, tak jauh dari SMAN 1 Pamotan. Untuk menuju ke sana, rombongan Gubernur yang juga didampingi Bupati Rembang Abdul Hafidz dan jajarannya harus masuk ke salah satu gang desa. Hanya muat satu mobil. Kemudian rombongan perlu turun dan menyusuri jalan setapak. Masih berbentuk tanah. Melewati perkebunan. Sekitar 100 meter.

Rumah itu berada di pojokan. Jika dilihat sekilas bahannya dari teriplek. Di teras rumah, terdapat satu set meja dan bangku panjang. Selain itu juga ada lincak. Lantainya dari semen. Di dalam terdapat beberapa skat ruangan. Di antara skat itu membentuk seperti lorong dengan lebar sekitar 1,5 meter. Sebagai akses keluar masuk.

Ganjar, Hafidz, dan lainnya duduk di teras rumah. Mereka saling mengobrol. Rumah ini dihuni empat orang. Di antara anggota keluarga, ada yang bekerja mencari rosok. ”Iya (nyari sampai sekitar rumah Bupati),” kata Candra, salah saatu anggota keluarga.

Gubernur dan warganya itu pun ngobro ngalor ngidul. Sempat memutar cuplikan musik campursari. ”Jenenge judule lali janjine,” cletuk salah satu warga yang ikut berbincang kemarin. ”O… jenenge judule lali janjine. Sampean malah ngerti..,” sahut Ganjar. Yang kemudian diiringi gelak tawa.

Eni, anggota keluarga lainnya mengaku merasa senang atas kedatangan Gubernur. ”Dapat bantuan Sembako, katanya (juga) bedah rumah. Ya senengen (senang),” kata perempuan berusia 73 tahun itu.

Sebelum di Pamotan, Ganjar juga mengunjungi lansia yang tinggal di Desa Tahunan, Sale. Mbah Rapi dan Mbah Sutami, yang merupakan penerima program bantuan listrik murah bagi warga tidak mampu dari Dinas Energi dan Sumber Daya Minerel (ESDM) Jawa Tengah.

”Pak kades dan pak bupati sudah menyiapkan sebenarnya RTLH-nya. Yang di sana (rumah Mbah Rapi, Red) sudah diusulkan tahun ini, tapi yang ini (rumah mbah Sutami-red) belum. Jadi sekalian saja kami upayakan bantuan dari pemprov, jadi kerja sama nanti,” jelasnya. (noe/vah/zen)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi pelaksanaan vaksin di SD Kutoharjo, Rembang, kemarin. Dalam kunjungan itu, Ganjar sempat menegur Satgas Covid-19 Kabupaten Rembang. Karena membiarkan anak-anak main sepak bola tanpa pakai masker.

Orang nomor satu di Jawa Tengah selain ke SD itu, juga menyambangi beberapa tempat. Seperti ke ndalem KH Mustofa Bisri dan KH Bahaudin Nur Salim. Juga ke penerima bantuan rumah tidak layak huni.

Ganjar sampai meninjau vaksinasi anak pagi kemarin sekitar pukul 09.00. Selanjutnya ia pun meneruskan perjalanan. Hingga sekitar pukul 13.30, sampai di Desa Pamotan. Untuk menyambangi Eni, salah satu warga yang mendapat bantuan bedah rumah.

Ganjar ke Rembang menaiki mobil Innova hitam. Memakai batik tulis motif naga warna merah. Sebelum ke sekolah itu Ganjar sowan ke kyai Nawawi Tasikagung.

Dia datang didampingi Bupati Rembang Abdul Hafidz. Di sekolah itu disambut Wakil Bupati Rembang Mochammad hanies Cholil Barro dan forkopimda.

Sesampai di lokasi dia langsung berbincang dengan anak-anak SD itu. Menayakan proses vaksinasi.

”Sakit tidak divaksin,” tanya Ganjar.

”Tidak,” jawab siswa-siswa SD. Ganjar membalas dengan ancungan jempol.

Dia kemudian meninjau di ruang kelas. Melihat vaksinasi para siswa dan tenaga pendidik.

Di luar kelas emak-emak menyapa Ganjar. ”Sehat geh bu? Sampun disuntik bu? Kalau sudah dua, sekali lagi ya. Jadi tiga,” pesanya.

Dalam kesempatan tersebut Ganjar mengamati aktivitas anak yang baru main. Hal itu supaya diperhatikan bapak dan ibu guru. Karena di sana ada bermain bola, tidak pakai masker. Itu bahaya.

”Yang gini-gini Satgas yang harus ngontrol! Anak-anak tidak sadar. Dia tidak sadar. Tidak pakai masker. Main. Nanti yang akan menjadi masalah penularan. Disini bapak ibu gurunya mana? Diileke (diingatkan) langsung,” pesan Ganjar.

”Halo anak-anak. Dengerin dulu ya. Karena ada varian omicron. Maka anak-anak harus prokes. Oke. Maskernya jangan dilepas. Kalau main-main maskernya tidak boleh dilepas,” pesanya.

Hal itu disahut anak-anak SD. Siap mengikuti arahan yang diberikan Gubernur Jateng. Setelah itu rombongan geser kembali.

Selain ke sekolah Ganjar Pranowo juga silaturahmi ke tokoh-tokoh agama hingga para lansia.

Baca Juga :  Digelar Lagi, Sedekah Laut Tasikagung hanya Diiringi Barongan

Lansia yang dikunjungi Eni, salah satu warga yang mendapat bantuan bedah rumah. Lokasinya, tak jauh dari SMAN 1 Pamotan. Untuk menuju ke sana, rombongan Gubernur yang juga didampingi Bupati Rembang Abdul Hafidz dan jajarannya harus masuk ke salah satu gang desa. Hanya muat satu mobil. Kemudian rombongan perlu turun dan menyusuri jalan setapak. Masih berbentuk tanah. Melewati perkebunan. Sekitar 100 meter.

Rumah itu berada di pojokan. Jika dilihat sekilas bahannya dari teriplek. Di teras rumah, terdapat satu set meja dan bangku panjang. Selain itu juga ada lincak. Lantainya dari semen. Di dalam terdapat beberapa skat ruangan. Di antara skat itu membentuk seperti lorong dengan lebar sekitar 1,5 meter. Sebagai akses keluar masuk.

Ganjar, Hafidz, dan lainnya duduk di teras rumah. Mereka saling mengobrol. Rumah ini dihuni empat orang. Di antara anggota keluarga, ada yang bekerja mencari rosok. ”Iya (nyari sampai sekitar rumah Bupati),” kata Candra, salah saatu anggota keluarga.

Gubernur dan warganya itu pun ngobro ngalor ngidul. Sempat memutar cuplikan musik campursari. ”Jenenge judule lali janjine,” cletuk salah satu warga yang ikut berbincang kemarin. ”O… jenenge judule lali janjine. Sampean malah ngerti..,” sahut Ganjar. Yang kemudian diiringi gelak tawa.

Eni, anggota keluarga lainnya mengaku merasa senang atas kedatangan Gubernur. ”Dapat bantuan Sembako, katanya (juga) bedah rumah. Ya senengen (senang),” kata perempuan berusia 73 tahun itu.

Sebelum di Pamotan, Ganjar juga mengunjungi lansia yang tinggal di Desa Tahunan, Sale. Mbah Rapi dan Mbah Sutami, yang merupakan penerima program bantuan listrik murah bagi warga tidak mampu dari Dinas Energi dan Sumber Daya Minerel (ESDM) Jawa Tengah.

”Pak kades dan pak bupati sudah menyiapkan sebenarnya RTLH-nya. Yang di sana (rumah Mbah Rapi, Red) sudah diusulkan tahun ini, tapi yang ini (rumah mbah Sutami-red) belum. Jadi sekalian saja kami upayakan bantuan dari pemprov, jadi kerja sama nanti,” jelasnya. (noe/vah/zen)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/