alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Per 1 Desember Pemandu Karaoke di Rembang Wajib Bercelana

REMBANG – Per 1 Desember 2021 di Kabupaten Rembang menerapkan kebijakan berbusana bagi para pemandu karaoke (PK). Para pemandu wajib melaksanakan kebijakan ini.

Para PK wajib mengenakan celana panjang. Sedangkan, atasannya bisa memakai kaos atau kemeja. Kebijakan ini selain diterapkan di kafe karaoke juga di warkop.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Penegakan Perda, Satpol PP Rembang, Teguh Maryadi mengatakan, selama ini menggunakan pakaian minim dan sexy. Maka dari itu kini, kata dia, mulai diatur. Dasarnya, Perda Nomor 2 Tahun 2019.


”Dasar kami Perda. Cuma selama ini kita belum melakukan. Pernah diawal melakukan sebelum masa pandemi. Kita suruh menggunakan pakaian resmi batik setiap malam jumat,” keteranganya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Selama pandemi tidak ada pengendalian. Di akhir tahun ini diawali kembali. Wajib menggunakan pakaian yang sopan. Menggunakan celana panjang. Atasanya bebas. Mau dibuat kaos atau baju model yang modif.

”Kami akan jadwalkan pengawasan di lapangan. Rabu malam kami agendakan. Sementara nanti akan kami lakukan pembinaan dahulu,” keteranganya.

Setelah itu (pembinaan), nanti tetap akan dilakukan upaya penegakan. Dengan sasaran perorangan. Ada saksi denda administrasi. Denda akan dibuat seminimal mungkin agar tidak memberatkan.

Baca Juga :  Keropos, Atap Terminal Rembang Diganti Baja Ringan

”Sudah kumpulkan pelaku usahanya. Beberapa LC yang hadir. Sudah membuat surat pernyataan. Salah satunya mengarahkan pakaian celana dan di tanda tangani,” imbuhnya.

Sebelumnya tanggal 17 November rapat digelar. Pengelola warkop, karaoke, hotel dan kost di wilayah Kecamatan Rembang kota dikumpulkan di aula kantor Satpol PP. Kesepakatan-kesepakatan dituangkan.

Mulai jam tutup beroperasi hingga cara berpakaian. Mereka juga tanda tangani surat pernyataan. Diberikan sosialisasi terkait pelanggaran ketertiban umum dan/atau penyakit masyarakat (prostitusi, perjudian dan miras). Seperti yang pernah diberikan di Kaliombo, Sulang.

Ada kesepakatan terkait pengendalian pekat. Karena di Perda tidak mengatur jam tutup. Dimaksimalkan warkop pukul 01.00 dinihari. Untuk karaoke jam 02.00 dini hari. Termasuk ada pengendalian pakaian sexy.

Untuk karaoke dan warkop digunakan wajib pakai celana. Untuk karaoke dibagi warna biru dan warkop celana hitam. Atasannya kaos, bisa putih atau sejenisnya bebas diatur manajemen. Lain-lainnya kesepakatan umum. (khim)

 






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Per 1 Desember 2021 di Kabupaten Rembang menerapkan kebijakan berbusana bagi para pemandu karaoke (PK). Para pemandu wajib melaksanakan kebijakan ini.

Para PK wajib mengenakan celana panjang. Sedangkan, atasannya bisa memakai kaos atau kemeja. Kebijakan ini selain diterapkan di kafe karaoke juga di warkop.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Penegakan Perda, Satpol PP Rembang, Teguh Maryadi mengatakan, selama ini menggunakan pakaian minim dan sexy. Maka dari itu kini, kata dia, mulai diatur. Dasarnya, Perda Nomor 2 Tahun 2019.

”Dasar kami Perda. Cuma selama ini kita belum melakukan. Pernah diawal melakukan sebelum masa pandemi. Kita suruh menggunakan pakaian resmi batik setiap malam jumat,” keteranganya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Selama pandemi tidak ada pengendalian. Di akhir tahun ini diawali kembali. Wajib menggunakan pakaian yang sopan. Menggunakan celana panjang. Atasanya bebas. Mau dibuat kaos atau baju model yang modif.

”Kami akan jadwalkan pengawasan di lapangan. Rabu malam kami agendakan. Sementara nanti akan kami lakukan pembinaan dahulu,” keteranganya.

Setelah itu (pembinaan), nanti tetap akan dilakukan upaya penegakan. Dengan sasaran perorangan. Ada saksi denda administrasi. Denda akan dibuat seminimal mungkin agar tidak memberatkan.

Baca Juga :  Lakukan Penyegaran, Bupati Rembang Rombak 17 Kepala Puskesmas

”Sudah kumpulkan pelaku usahanya. Beberapa LC yang hadir. Sudah membuat surat pernyataan. Salah satunya mengarahkan pakaian celana dan di tanda tangani,” imbuhnya.

Sebelumnya tanggal 17 November rapat digelar. Pengelola warkop, karaoke, hotel dan kost di wilayah Kecamatan Rembang kota dikumpulkan di aula kantor Satpol PP. Kesepakatan-kesepakatan dituangkan.

Mulai jam tutup beroperasi hingga cara berpakaian. Mereka juga tanda tangani surat pernyataan. Diberikan sosialisasi terkait pelanggaran ketertiban umum dan/atau penyakit masyarakat (prostitusi, perjudian dan miras). Seperti yang pernah diberikan di Kaliombo, Sulang.

Ada kesepakatan terkait pengendalian pekat. Karena di Perda tidak mengatur jam tutup. Dimaksimalkan warkop pukul 01.00 dinihari. Untuk karaoke jam 02.00 dini hari. Termasuk ada pengendalian pakaian sexy.

Untuk karaoke dan warkop digunakan wajib pakai celana. Untuk karaoke dibagi warna biru dan warkop celana hitam. Atasannya kaos, bisa putih atau sejenisnya bebas diatur manajemen. Lain-lainnya kesepakatan umum. (khim)

 






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/