alexametrics
29.7 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Lima Penerima Penghargaan Radar Kudus Award 2021 Kompak Tangani Kemiskinan

REMBANG – Penganugerahan Radar Kudus Award diberikan kepada sejumlah tokoh dan instansi di Kabupaten Rembang kemarin. Para penerima penghargaan dianggap memiliki kesinambungan dalam menyejahterakan masyarakat.

Penganugerahan dilaksanakan di kompleks Museum RA Kartini. Ada lima penerima. Mereka di antaranya, Bupati Rembang Abdul Hafidz sebagai ”Kepala Daerah dengan Capaian Program Bedah Rumah Terbanyak”, Hasiroh Hafidz sebagai ”Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Paling Konsisten dengan Peningkatan Sumber Daya Manusia”.

Selain itu, PT Semen Gresik menerima penghargaan sebagai ”Perusahaan Terbaik dalam Hubungan Komunikasi Publik dan Perusahaan Terbaik dalam Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM, Moch. Suwarno sebagai penerima award kategori ”Pimpinan Perbankan Daerah Peduli UMKM”, dan M. Affan sebagai ”Pimpinan PDAM Terbaik dalam Pengelolaan Keuangan Paling Sehat”.


Direktur Radar Kudus Baehaqi dalam sambutannya menyampaikan, membayangkan betapa sulitnya mengurus kabupaten dengan 14 kecamatan ini. Dulu, Rembang sempat memiliki angka kemiskinan yang tinggi. Namun, sejak kepemimpinan Abdul Hafidz mengalami penurunan signifikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Rembang menyebut, pada 2012 berada di angka 21,88 persen. Masuk kepemimpinan Abdul Hafidz pada 2016 menurun menjadi 18,54 persen. Kemudian pada 2019 menjadi 15,41 persen. Penurunan ini juga diikuti tahun berikutnya menjadi 14,95 persen. ”Ini tidak gampang. Karena keluarga dikatakan miskin belum tentu miskin. Bisa jadi penghasilannya cukup,” katanya.

Upaya penurunan kemiskinan itu, dilakukan melalui berbagai lini. Salah satunya melalui pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH). Dari target 23 ribu, sekarang sudah terbangun 18 ribu. ”Saya masih ingat petuah Pak Hafidz saat awal menjadi bupati: Piye carane (bagaimana caranya) rumah tidak berlantai tanah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dapat 10 Kursi, Gus Haiz Terima Penghargaan PPP Award

Peran PT Semen Gresik juga dinilai memiliki kontribusi dalam mengatasi kemiskinan. Terutama di sektor UMKM dengan melakukan pembinaan. ”Demikian juga untuk BKK lasem. Ada sekitar 11 ribu UMKM yang mendapatkan bantuan. Ini juga jadi pemicu peningkatan ekonomi di Rembang,” katanya.

Demikian juga kontribusi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Rembang. Dengan manajemen keuangan yang baik, mampu memberikan dampak pada pelayanan masyarakat dalam menyalurkan kebutuhan air bersih. ”Saluran air bersih untuk mendukung penanganan kemiskinan. PDAM terus berupaya membebaskan masyarakat dari persoalan kebutuhan air,” jelasnya.

Dari segi sumber daya manusia (SDM), gerakan Pramuka Rembang berperan dalam menciptakan embrio yang ke depan akan menjadi generasi penerus yang unggul. Melalui sistem dan pembinaan yang terstruktur. ”Saya merasakan persis, karena saya pernah menjadi pembina pramuka,” ungkapnya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyadari, angka kemiskinan di Kota Garam fluktuatif. Ia baru saja menerima informasi dari BPS, saat ini kemiskinan di Rembang mengalami kenaikan 0,2 persen. Melalui penghargaan ini, akan ia jadikan sebagai pemicu agar bisa lebih baik lagi.

Di awal ia menjabat, total RTLH ada 23 ribu rumah. Setiap tahun, ia menargetkan harus 4 ribu yang terbangun. Hingga saat ini, sekitar 18 ribu RTLH rampung diperbaiki. ”PR 5 ribu yang akan diselesaikan pada periode ini,” ungkapnya.

Disamping itu, pihaknya juga akan menunjang insfrastruktur kemasyarakatan. Seperti pemberdayaan UMKM. ”Kami gulirkan semuanya (program memberantas kemiskinan, Red). Kami sudah menumpahkan strategi,” imbuhnya. (lin)

 






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Penganugerahan Radar Kudus Award diberikan kepada sejumlah tokoh dan instansi di Kabupaten Rembang kemarin. Para penerima penghargaan dianggap memiliki kesinambungan dalam menyejahterakan masyarakat.

Penganugerahan dilaksanakan di kompleks Museum RA Kartini. Ada lima penerima. Mereka di antaranya, Bupati Rembang Abdul Hafidz sebagai ”Kepala Daerah dengan Capaian Program Bedah Rumah Terbanyak”, Hasiroh Hafidz sebagai ”Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Paling Konsisten dengan Peningkatan Sumber Daya Manusia”.

Selain itu, PT Semen Gresik menerima penghargaan sebagai ”Perusahaan Terbaik dalam Hubungan Komunikasi Publik dan Perusahaan Terbaik dalam Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM, Moch. Suwarno sebagai penerima award kategori ”Pimpinan Perbankan Daerah Peduli UMKM”, dan M. Affan sebagai ”Pimpinan PDAM Terbaik dalam Pengelolaan Keuangan Paling Sehat”.

Direktur Radar Kudus Baehaqi dalam sambutannya menyampaikan, membayangkan betapa sulitnya mengurus kabupaten dengan 14 kecamatan ini. Dulu, Rembang sempat memiliki angka kemiskinan yang tinggi. Namun, sejak kepemimpinan Abdul Hafidz mengalami penurunan signifikan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Rembang menyebut, pada 2012 berada di angka 21,88 persen. Masuk kepemimpinan Abdul Hafidz pada 2016 menurun menjadi 18,54 persen. Kemudian pada 2019 menjadi 15,41 persen. Penurunan ini juga diikuti tahun berikutnya menjadi 14,95 persen. ”Ini tidak gampang. Karena keluarga dikatakan miskin belum tentu miskin. Bisa jadi penghasilannya cukup,” katanya.

Upaya penurunan kemiskinan itu, dilakukan melalui berbagai lini. Salah satunya melalui pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH). Dari target 23 ribu, sekarang sudah terbangun 18 ribu. ”Saya masih ingat petuah Pak Hafidz saat awal menjadi bupati: Piye carane (bagaimana caranya) rumah tidak berlantai tanah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemkab Kudus Raih Penghargaan Akselerasi Penanganan Covid-19

Peran PT Semen Gresik juga dinilai memiliki kontribusi dalam mengatasi kemiskinan. Terutama di sektor UMKM dengan melakukan pembinaan. ”Demikian juga untuk BKK lasem. Ada sekitar 11 ribu UMKM yang mendapatkan bantuan. Ini juga jadi pemicu peningkatan ekonomi di Rembang,” katanya.

Demikian juga kontribusi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Rembang. Dengan manajemen keuangan yang baik, mampu memberikan dampak pada pelayanan masyarakat dalam menyalurkan kebutuhan air bersih. ”Saluran air bersih untuk mendukung penanganan kemiskinan. PDAM terus berupaya membebaskan masyarakat dari persoalan kebutuhan air,” jelasnya.

Dari segi sumber daya manusia (SDM), gerakan Pramuka Rembang berperan dalam menciptakan embrio yang ke depan akan menjadi generasi penerus yang unggul. Melalui sistem dan pembinaan yang terstruktur. ”Saya merasakan persis, karena saya pernah menjadi pembina pramuka,” ungkapnya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyadari, angka kemiskinan di Kota Garam fluktuatif. Ia baru saja menerima informasi dari BPS, saat ini kemiskinan di Rembang mengalami kenaikan 0,2 persen. Melalui penghargaan ini, akan ia jadikan sebagai pemicu agar bisa lebih baik lagi.

Di awal ia menjabat, total RTLH ada 23 ribu rumah. Setiap tahun, ia menargetkan harus 4 ribu yang terbangun. Hingga saat ini, sekitar 18 ribu RTLH rampung diperbaiki. ”PR 5 ribu yang akan diselesaikan pada periode ini,” ungkapnya.

Disamping itu, pihaknya juga akan menunjang insfrastruktur kemasyarakatan. Seperti pemberdayaan UMKM. ”Kami gulirkan semuanya (program memberantas kemiskinan, Red). Kami sudah menumpahkan strategi,” imbuhnya. (lin)

 






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/