alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Komisi IV DPRD Rembang: Sluke Butuh SMA Negeri dan Kejelasan Pasar

REMBANG – Komisi IV DPRD Rembang menyampaikan dua hal pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbangcam) di Kecamatan Sluke pada Selasa (1/3). Pertama soal pendirian SMA Negeri di Kecamatan Sluke dan mempertanyakan kejelasan pembangunan pasar Sluke yang sudah bertahun-tahun tak ada kejelasan sama sekali.

Dua hal tersebut disampaikan Dumadiyono Anggota Komisi IV sekaligus tokoh masyarakat di wilayah Rembang timur. Menurut politisi Hanura tersebut, soal pembangunan sekolah SMA sudah sering disampaikan di setiap musrenbangcam 2020-2021. Namun hingga tiga tahun belum terlaksana. “Ini dalam rangka mendorong agar setiap kecamatan mendapatkan hak pendidikan merata,” ungkap anggota DPRD yang membidangi pendidikan dan kesehatan kemarin.

Ia mewakili komisinya terus mendorong pemkab untuk merealisasikan pembangunan SMA Negeri di wilayahnya. Sebab, hingga kini dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang yang belum ada SMA Negeri hanya di Kecamatan Sluke.


Selain itu, Yon sapaan akrab Dumadiyono menanyakan kelanjutan pembangunan pasar Sluke. Sebab menurutnya proses pembangunan pasar sudah beberapa tahun setelah musibah kebakaran sama sekali tidak ada kejelasan “Kami menyampaikan aspirasi dan masukan dari sejumlah tokoh masyarakat terkait pasar. Sebab hingga kini tak ada kejelasan. Kami berharap ada koordinasi. Saling support antara desa dan kecamatan,” tandasnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Wakil Ketua DPRD Rembang Ridwan yang juga turut hadiri menimpali usulan Yon. Ia juga mendorong dan berkomitmen sama terkait realisasi SMA Negeri di Sluke. Sebab dibandingkan kecamatan lain hanya Sluke yang tidak miliki SMA Negeri. “Kami mendorong Dindikpora mengusulkan program prioritas. Meskipun kewenangan provinsi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Momen Lebaran, Omzet Parcel UMKM Rembang Tembus Rp 260 Juta

Camat Sluke Wiyoto setuju dibangun SMA Negeri di wilayahnya. Baik SMA atau SMK. Sebab yang setingkat kecamatan di sana belum ada. Sementara terkait pasar statusnya milik desa. Namun jika keberadaan tidak hidup. Ia menyarankan bisa dikelola oleh Pemda. “Mungkin akan berkembang kalau dikelola pemda. Kalau desa boleh diambil alih pasar daerah malah senang. Bisa lebih berkembang dan bermanfaat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ dalam pengarahan dalam Musrenbang 2023 di Kecamatan Sluke,  melihat berbagai usulan yang ada, Wabup menyebut usulan masih banyak tentang yang terpaku pembangunan fisik saja, padahal pembangunan SDM tak kalah penting untuk menyejahterakan masyarakat.

“Pembangunan jalan dan jembatan memang penting, tetapi pembangunan “jalan dan jembatan” untuk masa depan, dengan menyiapkan SDM unggul, harus dilakukan dari sekarang,” tegasnya.

Gus Wabup menyebut jumlah penduduk Rembang per Desember 2021 kemarin, sudah sebanyak 646ribu jiwa. Mayoritas mereka berada pada usia produktif, 15-64 tahun.

“2045 mendatang, kita akan memiliki generasi usia produktif yang makin melimpah. Nah kaitannya dengan peningkatan SDM tadi, kita mesti meningkatkan daya saing dengan menyiapkan SDM yang unggul, dan kita harus mulai dari tahun 2023,” ujarnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Komisi IV DPRD Rembang menyampaikan dua hal pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbangcam) di Kecamatan Sluke pada Selasa (1/3). Pertama soal pendirian SMA Negeri di Kecamatan Sluke dan mempertanyakan kejelasan pembangunan pasar Sluke yang sudah bertahun-tahun tak ada kejelasan sama sekali.

Dua hal tersebut disampaikan Dumadiyono Anggota Komisi IV sekaligus tokoh masyarakat di wilayah Rembang timur. Menurut politisi Hanura tersebut, soal pembangunan sekolah SMA sudah sering disampaikan di setiap musrenbangcam 2020-2021. Namun hingga tiga tahun belum terlaksana. “Ini dalam rangka mendorong agar setiap kecamatan mendapatkan hak pendidikan merata,” ungkap anggota DPRD yang membidangi pendidikan dan kesehatan kemarin.

Ia mewakili komisinya terus mendorong pemkab untuk merealisasikan pembangunan SMA Negeri di wilayahnya. Sebab, hingga kini dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang yang belum ada SMA Negeri hanya di Kecamatan Sluke.

Selain itu, Yon sapaan akrab Dumadiyono menanyakan kelanjutan pembangunan pasar Sluke. Sebab menurutnya proses pembangunan pasar sudah beberapa tahun setelah musibah kebakaran sama sekali tidak ada kejelasan “Kami menyampaikan aspirasi dan masukan dari sejumlah tokoh masyarakat terkait pasar. Sebab hingga kini tak ada kejelasan. Kami berharap ada koordinasi. Saling support antara desa dan kecamatan,” tandasnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Wakil Ketua DPRD Rembang Ridwan yang juga turut hadiri menimpali usulan Yon. Ia juga mendorong dan berkomitmen sama terkait realisasi SMA Negeri di Sluke. Sebab dibandingkan kecamatan lain hanya Sluke yang tidak miliki SMA Negeri. “Kami mendorong Dindikpora mengusulkan program prioritas. Meskipun kewenangan provinsi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pergeseran Terminal Lasem Terkendala Sertifikat

Camat Sluke Wiyoto setuju dibangun SMA Negeri di wilayahnya. Baik SMA atau SMK. Sebab yang setingkat kecamatan di sana belum ada. Sementara terkait pasar statusnya milik desa. Namun jika keberadaan tidak hidup. Ia menyarankan bisa dikelola oleh Pemda. “Mungkin akan berkembang kalau dikelola pemda. Kalau desa boleh diambil alih pasar daerah malah senang. Bisa lebih berkembang dan bermanfaat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ dalam pengarahan dalam Musrenbang 2023 di Kecamatan Sluke,  melihat berbagai usulan yang ada, Wabup menyebut usulan masih banyak tentang yang terpaku pembangunan fisik saja, padahal pembangunan SDM tak kalah penting untuk menyejahterakan masyarakat.

“Pembangunan jalan dan jembatan memang penting, tetapi pembangunan “jalan dan jembatan” untuk masa depan, dengan menyiapkan SDM unggul, harus dilakukan dari sekarang,” tegasnya.

Gus Wabup menyebut jumlah penduduk Rembang per Desember 2021 kemarin, sudah sebanyak 646ribu jiwa. Mayoritas mereka berada pada usia produktif, 15-64 tahun.

“2045 mendatang, kita akan memiliki generasi usia produktif yang makin melimpah. Nah kaitannya dengan peningkatan SDM tadi, kita mesti meningkatkan daya saing dengan menyiapkan SDM yang unggul, dan kita harus mulai dari tahun 2023,” ujarnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/