alexametrics
25.9 C
Kudus
Monday, July 4, 2022

Tok! Pemkab Rembang akan Sahkan Perda Perlindungan Lahan Pertanian 

REMBANG Luasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) rampung terpetakan. Saat ini sedang tahap penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati Rembang. Selanjutnya, akan dikomunikasikan untuk peraturan daerah (perda) terkait ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang Agus Iwan menyampaikan, terkait dengan pemetaan lahan LP2B di Rembang saat ini sudah rampung. Pihaknya telah mengusulkan kepada Bupati Rembang Abdul Hafidz agar bisa ditetapkan dengan diterbitkannya SK Bupati.

”Sudah kami usulkan ke Pak Bupati untuk ditetapkan SK,” katanya.


Secara kuantitas, Agus Iwan melanjutkan, luasan LP2B di Rembang masih relatif sama sebagaimana yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi. Total sekitar 32 ribu hektare. Namun, ada beberapa perubahan spasial. Seperti adanya beberapa pemanfaatan tanah di beberapa titik.

”Secara spasialnya berubah. Jadi luasan tanah dan beberapa pemanfaatan lain sudah diupdate sudah disesuaikan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tebing Longsor di Rembang, Satu Orang Alami Luka-Luka

Terkait dengan LP2B, tahun lalu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang telah membahas untuk penerbitan peraturan daerah. Rancangan peraturan daerah (Raperda) itu merupakan inisiatif DPRD. Namun, usulan tersebut ditolak saat rapat paripurna. Karena saat itu masih belum bisa ditentukan luasannya.

Hingga dibahas dalam paripurna, data untuk kepastian luasan tanah tersebut masih belum selesai. Sehingga perlu tambahan waktu untuk menyelesaikannya.

Disinggung terkait rencana pembentukan Perda tersebut, Agus Iwan menjelaskan, dengan adanya data riil saat ini, sudah bisa apabila akan dibahas menjadi perda. Setelah terbit SK bupati, selanjutnya akan dikomunikasikan bersama DPRD Rembang.

”Nanti setelah penetapan dari Pak Bupati rencana kami komunikasikan ke legislatif untuk mendukung perda perlindungan LP2B,” ujarnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG Luasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) rampung terpetakan. Saat ini sedang tahap penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati Rembang. Selanjutnya, akan dikomunikasikan untuk peraturan daerah (perda) terkait ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang Agus Iwan menyampaikan, terkait dengan pemetaan lahan LP2B di Rembang saat ini sudah rampung. Pihaknya telah mengusulkan kepada Bupati Rembang Abdul Hafidz agar bisa ditetapkan dengan diterbitkannya SK Bupati.

”Sudah kami usulkan ke Pak Bupati untuk ditetapkan SK,” katanya.

Secara kuantitas, Agus Iwan melanjutkan, luasan LP2B di Rembang masih relatif sama sebagaimana yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi. Total sekitar 32 ribu hektare. Namun, ada beberapa perubahan spasial. Seperti adanya beberapa pemanfaatan tanah di beberapa titik.

”Secara spasialnya berubah. Jadi luasan tanah dan beberapa pemanfaatan lain sudah diupdate sudah disesuaikan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Izin Tak Jelas, Pendirian Pabrik di Rembang Disoal

Terkait dengan LP2B, tahun lalu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang telah membahas untuk penerbitan peraturan daerah. Rancangan peraturan daerah (Raperda) itu merupakan inisiatif DPRD. Namun, usulan tersebut ditolak saat rapat paripurna. Karena saat itu masih belum bisa ditentukan luasannya.

Hingga dibahas dalam paripurna, data untuk kepastian luasan tanah tersebut masih belum selesai. Sehingga perlu tambahan waktu untuk menyelesaikannya.

Disinggung terkait rencana pembentukan Perda tersebut, Agus Iwan menjelaskan, dengan adanya data riil saat ini, sudah bisa apabila akan dibahas menjadi perda. Setelah terbit SK bupati, selanjutnya akan dikomunikasikan bersama DPRD Rembang.

”Nanti setelah penetapan dari Pak Bupati rencana kami komunikasikan ke legislatif untuk mendukung perda perlindungan LP2B,” ujarnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/