alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Tahun 2022, Pemkab Rembang Targetkan 1.208 GTT Bisa Ikuti Seleksi P3K

KUDUS – 1.208 guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Rembang ditargetkan bisa ikuti seleksi P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Tercatat ada sekitar 500-an tercatat sudah memenuhi syarat. Sementara sekitar 700-an masih terus diperjuangkan.

Komitmen tersebut disampaikan  Bupati Rembang Abdul Hafidz kepada guru GTT dalam acara pengarahan program Adiwiyata di SMPN 1 Kragan baru-baru ini. Menurutnya, kuota yang diberikan Menpan tahun 2022, untuk P3K akan dipenuhi semua. Di Rembang jumlahnya 1.208.

”Hanya masalahnya ketika bapak ibu guru untuk masuk di sana. Harus memenuhi syarat-syaratnya. Dapodik-nya harus diatur sesuai dengan aturan yang ada,” katanya.


Bupati Rembang menyebutkan memang baru sekitar 500 yang memenuhi. Masih ada sekira 700 yang diperjuangkan untuk bisa ikut seleksi tahun ini. Akan ambil kebijakan kewenangan diserahkan kepala dinas untuk verifikasi.

Baca Juga :  PT Semen Gresik Beri Santunan kepada 200 Anak Yatim di Rembang

”Ini segera di informasikan. Biar tidak ada ini perjuangan, ini urusan saya. Tidak. Ini adalah perjuangan kita semua. Untuk memenuhi kesejahteraan bagi guru,” ungkapnya.

”Sedikit. Insha’Allah cukup untuk kebutuhan hidup. Namun sebanyak apapun tidak akan cukup manakala untuk memenuhi gaya hidup. Sekali lagi yang diterima bisa mencukupi untuk hidup. Memperjelas dan mempertajam apa yang disampaikan. Artinya harus mensyukuri,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Sutrisno menyampaikan di Kabupaten Rembang ada 1.208 GTT. Bupati sudah memerintahkan memberikan kesempatan mereka untuk ikut ujian P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

”Perkara masuk atau tidak rejekinya. Beliau hanya berpesan untuk melayani mereka. Yang pasti kami bantu sebisa kami,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

KUDUS – 1.208 guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Rembang ditargetkan bisa ikuti seleksi P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Tercatat ada sekitar 500-an tercatat sudah memenuhi syarat. Sementara sekitar 700-an masih terus diperjuangkan.

Komitmen tersebut disampaikan  Bupati Rembang Abdul Hafidz kepada guru GTT dalam acara pengarahan program Adiwiyata di SMPN 1 Kragan baru-baru ini. Menurutnya, kuota yang diberikan Menpan tahun 2022, untuk P3K akan dipenuhi semua. Di Rembang jumlahnya 1.208.

”Hanya masalahnya ketika bapak ibu guru untuk masuk di sana. Harus memenuhi syarat-syaratnya. Dapodik-nya harus diatur sesuai dengan aturan yang ada,” katanya.

Bupati Rembang menyebutkan memang baru sekitar 500 yang memenuhi. Masih ada sekira 700 yang diperjuangkan untuk bisa ikut seleksi tahun ini. Akan ambil kebijakan kewenangan diserahkan kepala dinas untuk verifikasi.

Baca Juga :  Sumani, Pembunuh Keluarga Dalang Rembang Dituntut Hukuman Mati

”Ini segera di informasikan. Biar tidak ada ini perjuangan, ini urusan saya. Tidak. Ini adalah perjuangan kita semua. Untuk memenuhi kesejahteraan bagi guru,” ungkapnya.

”Sedikit. Insha’Allah cukup untuk kebutuhan hidup. Namun sebanyak apapun tidak akan cukup manakala untuk memenuhi gaya hidup. Sekali lagi yang diterima bisa mencukupi untuk hidup. Memperjelas dan mempertajam apa yang disampaikan. Artinya harus mensyukuri,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Sutrisno menyampaikan di Kabupaten Rembang ada 1.208 GTT. Bupati sudah memerintahkan memberikan kesempatan mereka untuk ikut ujian P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

”Perkara masuk atau tidak rejekinya. Beliau hanya berpesan untuk melayani mereka. Yang pasti kami bantu sebisa kami,” imbuhnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/