alexametrics
31.1 C
Kudus
Monday, July 4, 2022

Pemkab-DPRD Rembang Sepakat Utang Rp 200 Miliar

REMBANG Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rembang telah disetujui saat paripurna kemarin. Dalam rinciannya tercantum pinjaman daerah sebesar Rp 200 miliar.

Anggota DPRD Rembang Puji Santoso yang membacakan laporan badan anggaran kemarin menyampaikan, sebelum disepakati menjadi Perda APBD,  telah dilakukan pembahasan oleh badan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Selanjutnya dilaporkan pada rapat paripurna.

Ada sejumlah rapat yang dilaksanakan. Diawali paripurna pertama pada 23/11 kemarin dengan agenda penjelasan bupati, dan dilanjutkan pembahasan badan anggaran bersama TAPD hingga rapat fraksi.


Pendapatan daerah pada APBD 2022 sekitar Rp 1,8 Triliun, belanja sekitar Rp 2,1 triliun, dan penerimaan pembiayaan sekitar Rp 372,2 miliar. Dalam salah satu poin rinciannya tertulis adanya penerimaan pinjaman daerah sejumlah Rp 200 miliar. Sementara pengeluaran pembiayaan sekitar Rp 56,8 Triliun dan tak ada silpa.

Baca Juga :  KJB Rembang Diserbu Wisatawan, Tim Pungut Sampah Lembur hingga Dini Hari

“Demikian laporan badan anggaran DPRD Rembang, selanjutnya sebagai bahan pertimbangan dalam persetujuan DPRD dalam rapat paripurna,” katanya.

Diberitakan sebelumnya pembiayaan daerah sejumlah Rp 200 Miliar itu akan digunakan untuk membiayai pengadaan tanah jalan lingkar, pengadaan tanah untuk embung, pengadaan tanah untuk Pasar Hewan Pamotan, LPJU, serta peningkatan dan pelebaran jalan.

Wakil Bupati Muhammad Hanies Cholil Barro yang menghadiri rapat paripurna kemarin menyampaikan, melalui penganggaran 2022 akan diupayakan seoptimal mungkin untuk menampung aspirasi berbagai program.

“Semoga dengan anggaran ini  dapat menyelaraskan kebijakan yang dicanangkan pemerintah pusat. Baik kegiatan yang bersifat keharusan dan instruksional,” katanya.

Pihaknya optimistis kebijakan anggaran yang telah disepakati bersama bisa dimanfaatkan secara efektif untuk memacu pembangunan dan perekonomian. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rembang telah disetujui saat paripurna kemarin. Dalam rinciannya tercantum pinjaman daerah sebesar Rp 200 miliar.

Anggota DPRD Rembang Puji Santoso yang membacakan laporan badan anggaran kemarin menyampaikan, sebelum disepakati menjadi Perda APBD,  telah dilakukan pembahasan oleh badan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Selanjutnya dilaporkan pada rapat paripurna.

Ada sejumlah rapat yang dilaksanakan. Diawali paripurna pertama pada 23/11 kemarin dengan agenda penjelasan bupati, dan dilanjutkan pembahasan badan anggaran bersama TAPD hingga rapat fraksi.

Pendapatan daerah pada APBD 2022 sekitar Rp 1,8 Triliun, belanja sekitar Rp 2,1 triliun, dan penerimaan pembiayaan sekitar Rp 372,2 miliar. Dalam salah satu poin rinciannya tertulis adanya penerimaan pinjaman daerah sejumlah Rp 200 miliar. Sementara pengeluaran pembiayaan sekitar Rp 56,8 Triliun dan tak ada silpa.

Baca Juga :  Draft Raperda LP2B Tak Sentuh Alih Fungsi Lahan

“Demikian laporan badan anggaran DPRD Rembang, selanjutnya sebagai bahan pertimbangan dalam persetujuan DPRD dalam rapat paripurna,” katanya.

Diberitakan sebelumnya pembiayaan daerah sejumlah Rp 200 Miliar itu akan digunakan untuk membiayai pengadaan tanah jalan lingkar, pengadaan tanah untuk embung, pengadaan tanah untuk Pasar Hewan Pamotan, LPJU, serta peningkatan dan pelebaran jalan.

Wakil Bupati Muhammad Hanies Cholil Barro yang menghadiri rapat paripurna kemarin menyampaikan, melalui penganggaran 2022 akan diupayakan seoptimal mungkin untuk menampung aspirasi berbagai program.

“Semoga dengan anggaran ini  dapat menyelaraskan kebijakan yang dicanangkan pemerintah pusat. Baik kegiatan yang bersifat keharusan dan instruksional,” katanya.

Pihaknya optimistis kebijakan anggaran yang telah disepakati bersama bisa dimanfaatkan secara efektif untuk memacu pembangunan dan perekonomian. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/