alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Jelang Nataru, Pelaku Perjalanan di Rembang bakal Di-Labeling

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mulai mempersiapkan kebijakan pembatasan saat natal dan tahun baru (Nataru) mendatang. Akan ada tempat karantina bagi pelaku perjalanan luar kota.

Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang Fahrudin menyampaikan, untuk menghadapi Nataru, pihaknya harus kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level III.  Sebagaimana yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat. Ada beberapa kebijakan yang akan diambil Pemkab Rembang. Mulai penutupan area alun-alun dan penyekatan di perbatasan provinsi.

“Kalau di sini di Sale, Sarang itu perbatasan ada pemeriksaan khusus terkait pemberlakuan Level III,” jelasnya.


Nantinya pengendara juga akan di-tracing, apabila menunjukkan hasil reaktif akan dilakukan karantina kepada yang bersangkutan. Persiapan hingga kemarin, kata Fahrudin, Pemkab masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat. Setelah itu baru mempersiapkan teknis.

“Untuk penutupan alun-alun, waktu tutup toko atau swalayan nanti juga kami sosialisasi,” jelasnya.

Disinggung terkait tempat karantina yang dipersiapkan, pihaknya menjelaskan, setidaknya apabila ada yang bergejala akan dirujuk ke rumah sakit atau tempat lain yang akan ditentukan. Atau, pelaku perjalanan tersebut akan dikembalikan ke wilayahnya agar bisa dilakukan pengawasan.

Baca Juga :  Truk Bermuatan Harbot Terguling di Sluke Rembang, Begini Kronologinya

Bagi yang berdomisili di Rembang, nantinya diberikan labeling berupa penempelan stiker di rumah. Untuk memberikan informasi kapan yang bersangkutan mulai datang dan kapan kembali.

“Nanti perintahnya dipasang stiker. Setiap masyarakat yang datang itu nanti akan dipasang stiker. Kapan dia datang dan kapan dia pulang,” jelasnya.

Senada, Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan menyampaikan, melihat pengalaman tahun lalu, dimana terjadi lonjakan kasus saat masa Nataru. Terkait kebijakan yang diambil, kata AKBP Dandy, pihaknya mengacu kepada Peraturan Bupati (Perbup) tentang PPKM Level III yang sudah ada saat ini.

“Apapun pembatasannya kami sesuaikan Perbup tersebut. Terkait PPKM level III,” jelasnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mulai mempersiapkan kebijakan pembatasan saat natal dan tahun baru (Nataru) mendatang. Akan ada tempat karantina bagi pelaku perjalanan luar kota.

Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang Fahrudin menyampaikan, untuk menghadapi Nataru, pihaknya harus kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level III.  Sebagaimana yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat. Ada beberapa kebijakan yang akan diambil Pemkab Rembang. Mulai penutupan area alun-alun dan penyekatan di perbatasan provinsi.

“Kalau di sini di Sale, Sarang itu perbatasan ada pemeriksaan khusus terkait pemberlakuan Level III,” jelasnya.

Nantinya pengendara juga akan di-tracing, apabila menunjukkan hasil reaktif akan dilakukan karantina kepada yang bersangkutan. Persiapan hingga kemarin, kata Fahrudin, Pemkab masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat. Setelah itu baru mempersiapkan teknis.

“Untuk penutupan alun-alun, waktu tutup toko atau swalayan nanti juga kami sosialisasi,” jelasnya.

Disinggung terkait tempat karantina yang dipersiapkan, pihaknya menjelaskan, setidaknya apabila ada yang bergejala akan dirujuk ke rumah sakit atau tempat lain yang akan ditentukan. Atau, pelaku perjalanan tersebut akan dikembalikan ke wilayahnya agar bisa dilakukan pengawasan.

Baca Juga :  Tiga Pekan Berlalu, Kasus Sexy Dancer dan Stiker Pungli Masih Belum Jelas

Bagi yang berdomisili di Rembang, nantinya diberikan labeling berupa penempelan stiker di rumah. Untuk memberikan informasi kapan yang bersangkutan mulai datang dan kapan kembali.

“Nanti perintahnya dipasang stiker. Setiap masyarakat yang datang itu nanti akan dipasang stiker. Kapan dia datang dan kapan dia pulang,” jelasnya.

Senada, Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan menyampaikan, melihat pengalaman tahun lalu, dimana terjadi lonjakan kasus saat masa Nataru. Terkait kebijakan yang diambil, kata AKBP Dandy, pihaknya mengacu kepada Peraturan Bupati (Perbup) tentang PPKM Level III yang sudah ada saat ini.

“Apapun pembatasannya kami sesuaikan Perbup tersebut. Terkait PPKM level III,” jelasnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/