alexametrics
31.4 C
Kudus
Friday, July 1, 2022

Asyik! Pariwisata Di Rembang Boleh Dibuka

REMBANG  Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Rembang sudah turun. Kali ini, sejumlah kegiatan masyarakat akan diperlonggar. Seperti kegiatan pariwisata.

Humas Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Arief Dwi Sulistya menyampaikan, berdasarkan instruksi kementerian dalam negeri (inmendagri), ada beberapa poin kelonggaran yang diberikan saat berada di level II. Seperti operasional jam buka pada pasar rakyat. Yang diperbolehkan buka sampai dengan pukul 18.00.

Selain itu ada penambahan kelonggaran operasional pada fasilitas   umum. Seperti area    publik,   tempat  wisata  diizinkan  buka  dengan kapasitas maksimal 25 persen. Juga kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 50 persen.


“Pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 50 undangan dan tidak mengadakan makan di tempat,” katanya.

Berdasarkan evaluasi mandiri, kata Arief, poin Kota Garam-Julukan Kabupaten Rembang berada di kriteria zona kuning. “Karena ini penilaian dari pusat kami menunggu evaluasi dari pusat,” kataya.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Virus Covid-19, Waspadai Titik Lengah dalam Keseharian

Terkait perkembangan Covid-19 di Rembang, kasus aktif hanya tersisa 33 orang. Jika dibandingkan pekan lalu angka itu cenderung stabil.

Self assessment yang dilakukan Satgas kabupaten menunjukkan hasil yang sama dengan pekan lalu. Masuk dalam kategori zona risiko rendah. Ada tiga indikator utama yang digunakan sebagai penentuan level PPKM.

Yakni kasus aktif, angka kematian, dan ketersediaan tempat tidur di Rumah Sakit. Selain itu juga ada sub-sub indikator lain.

Kondisi Rembang pekan lalu 23/8 tercatat ada 30 kasus. Dari jumlah tersebut tak ada penambahan kasus baru. Hanya ada 7 pasien dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang dan 1 orang di RS Bhina Bhakti Husada. Satu orang tersebut merupakan warga luar Rembang.

REMBANG  Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Rembang sudah turun. Kali ini, sejumlah kegiatan masyarakat akan diperlonggar. Seperti kegiatan pariwisata.

Humas Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Arief Dwi Sulistya menyampaikan, berdasarkan instruksi kementerian dalam negeri (inmendagri), ada beberapa poin kelonggaran yang diberikan saat berada di level II. Seperti operasional jam buka pada pasar rakyat. Yang diperbolehkan buka sampai dengan pukul 18.00.

Selain itu ada penambahan kelonggaran operasional pada fasilitas   umum. Seperti area    publik,   tempat  wisata  diizinkan  buka  dengan kapasitas maksimal 25 persen. Juga kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 50 persen.

“Pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 50 undangan dan tidak mengadakan makan di tempat,” katanya.

Berdasarkan evaluasi mandiri, kata Arief, poin Kota Garam-Julukan Kabupaten Rembang berada di kriteria zona kuning. “Karena ini penilaian dari pusat kami menunggu evaluasi dari pusat,” kataya.

Baca Juga :  Kwarcab Pramuka Rembang Kali Pertama Gelar Kegiatan Narakarya

Terkait perkembangan Covid-19 di Rembang, kasus aktif hanya tersisa 33 orang. Jika dibandingkan pekan lalu angka itu cenderung stabil.

Self assessment yang dilakukan Satgas kabupaten menunjukkan hasil yang sama dengan pekan lalu. Masuk dalam kategori zona risiko rendah. Ada tiga indikator utama yang digunakan sebagai penentuan level PPKM.

Yakni kasus aktif, angka kematian, dan ketersediaan tempat tidur di Rumah Sakit. Selain itu juga ada sub-sub indikator lain.

Kondisi Rembang pekan lalu 23/8 tercatat ada 30 kasus. Dari jumlah tersebut tak ada penambahan kasus baru. Hanya ada 7 pasien dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang dan 1 orang di RS Bhina Bhakti Husada. Satu orang tersebut merupakan warga luar Rembang.

Most Read

Artikel Terbaru

/