alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

15 Paket Jalan di Rembang Didanai Utang Daerah, Ini Daftar Lengkapnya

REMBANG – Sejumlah proyek dengan sumber anggaran pinjaman daerah mulai dilaksankan. Selain untuk pembebasan lahan jalur lingkar, utang Rp 200 miliar itu juga akan digunakan pendanaan perbaikan ruas jalan kabupaten lain.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Rembang Ganti Arto menyampaikan, saat ini proses pinjaman daerah sudah clear. Terkait pencairan sendiri, akan dilakukan setelah pelaksanaan proyek selesai.

Pada DPUTaru, anggaran dari pinjaman daerah di antaranya akan digunakan untuk pembebasan lahan di 19 desa yang akan dilalui Jalur Lingkar Kaliori-Rembang-Lasem. Anggarannya sekitar Rp 100 miliar. ”Rp 200 miliar itu, bukan untuk pembebasan lahan. Untuk pembangunan jalan dalam kota. Ada juga jalan di ruas kecamatan,” ujarnya.


Untuk jalan dalam kota, di antaranya ada Jalan Majapahit, Ahmad Yani, dan Selamet Riyadi. Pembangunan itu, dilakukan untuk menyambut proyek pembangunan Pasar Rembang. ”Eksisting Ahmad Yani kan lima meter. Nantinya dilebarkan menjadi tujuh meter. Jalan Selamet Riyadi juga dilebarkan. Ada drainasenya di kanan dan kiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Taman Kartini Rembang Dirombak, Pemkab Kucurkan Rp 40 Miliar

Total ada 15 paket yang akan didanai pinjaman daerah. Selain jalan-jalan dalam kota, juga ada ruas lain seperti Jalan Sendangagung-Grawan, Dadap Mulyo Kalipang, Lojo-Lodan, Kaliori-Wiroto, Sekararum-Deresi, dan Tegaldowo-Trimbangan.

Ruas lain seperti Jalan Sale-Tahunan dan Pamotan-Jape akan dibangun menggunakan anggaran pinjaman daerah dan dana alokasi umum (DAU).

Dari rencana sejumlah pembangunan tersebut, saat ini progress masih dalam tahap dokumen perencanaan. Dalam waktu dekat akan ditayangkan, agar dilakukan proses lelang.

Sebelumnya, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, pihaknya sudah melakukan perjanjian bersama Bank Jateng terkait pinjaman daerah. Di antara peruntukannya digunakan pembangunan infrastruktur jalan, pengadaan tanah, hingga embung.

”Semua menjadi prioritas. Kalau tidak menjadi skala prioritas kenapa utang. Dari sisi manfaat akan sangat bermanfaat. Punya aspek cukup tinggi ekonomi maupun sosial,” imbuhnya. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Sejumlah proyek dengan sumber anggaran pinjaman daerah mulai dilaksankan. Selain untuk pembebasan lahan jalur lingkar, utang Rp 200 miliar itu juga akan digunakan pendanaan perbaikan ruas jalan kabupaten lain.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Rembang Ganti Arto menyampaikan, saat ini proses pinjaman daerah sudah clear. Terkait pencairan sendiri, akan dilakukan setelah pelaksanaan proyek selesai.

Pada DPUTaru, anggaran dari pinjaman daerah di antaranya akan digunakan untuk pembebasan lahan di 19 desa yang akan dilalui Jalur Lingkar Kaliori-Rembang-Lasem. Anggarannya sekitar Rp 100 miliar. ”Rp 200 miliar itu, bukan untuk pembebasan lahan. Untuk pembangunan jalan dalam kota. Ada juga jalan di ruas kecamatan,” ujarnya.

Untuk jalan dalam kota, di antaranya ada Jalan Majapahit, Ahmad Yani, dan Selamet Riyadi. Pembangunan itu, dilakukan untuk menyambut proyek pembangunan Pasar Rembang. ”Eksisting Ahmad Yani kan lima meter. Nantinya dilebarkan menjadi tujuh meter. Jalan Selamet Riyadi juga dilebarkan. Ada drainasenya di kanan dan kiri,” jelasnya.

Baca Juga :  PTM di Rembang Digelar Sehari hanya Dua Jam

Total ada 15 paket yang akan didanai pinjaman daerah. Selain jalan-jalan dalam kota, juga ada ruas lain seperti Jalan Sendangagung-Grawan, Dadap Mulyo Kalipang, Lojo-Lodan, Kaliori-Wiroto, Sekararum-Deresi, dan Tegaldowo-Trimbangan.

Ruas lain seperti Jalan Sale-Tahunan dan Pamotan-Jape akan dibangun menggunakan anggaran pinjaman daerah dan dana alokasi umum (DAU).

Dari rencana sejumlah pembangunan tersebut, saat ini progress masih dalam tahap dokumen perencanaan. Dalam waktu dekat akan ditayangkan, agar dilakukan proses lelang.

Sebelumnya, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, pihaknya sudah melakukan perjanjian bersama Bank Jateng terkait pinjaman daerah. Di antara peruntukannya digunakan pembangunan infrastruktur jalan, pengadaan tanah, hingga embung.

”Semua menjadi prioritas. Kalau tidak menjadi skala prioritas kenapa utang. Dari sisi manfaat akan sangat bermanfaat. Punya aspek cukup tinggi ekonomi maupun sosial,” imbuhnya. (vah/lin)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/