alexametrics
31.3 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Bupati Rembang Intruksikan Dishub Kontrol Lampu Penerangan Jalan

REMBANG – Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) menjadi perhatian khusus Bupati Rembang saat menyambut Ramadan di Kabupaten Rembang. Petugas diminta beroperasi setiap hari untuk keamanan dan kenyamanan. Lagi-lagi lampu khusus tenaga surya menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa dibenahi.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan lampu-lampu Dinas Perhubungan yang menangani diminta dikontrol terus. Jangan sampai ada yang rusak atau padam beberapa minggu dan bulan segera beroperasi tiap hari.

”DPU dan Perhubungan kita ditugasi khusus penanganan jalan. Karena dua tahun masyarakat ditekan supaya tidak mudik. Presiden sudah mengumumkan  bisa mudik.  Paling jubel di Jateng. Karena lintasan. Sehingga, perlu perhatian khusus. Jalan alternatif supaya dicadangkan kalau ada kemacetan. Jadi minta Perhubungan diminta koordinasi Polres. Supaya nanti bisa memberikan pelayanan masyarakat. Kemungkinan yang terjadi harus diantisipasi,” ujarnya.


Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang, Arif Romadlon melalui Sekretaris Raidiyanto merespon perintah dari Bupati Rembang terkait penanganan LPJU. Termasuk teknisi dioptimalkan. Jika perlu dari luar bidang ikut dikerahkan.

”Teknisi untuk PJU ada 5, tambah luar 2 sehingga total ada 7 teknisi. Nanti masih bisa teknisi traffic light 3 orang kalau mendesak bisa diperbantukan. Jadi, keseluruhan ada 10 teknisi,” ujarnya.

Pemantauan LPJU untuk petugas staf Dishub di instruksikan jika melihat ada yang padam untuk dilaporkan teknisi. Kalau pun di luar jam kerja. Karena mayoritas melewati. Dan itu diprioritaskan pantura dari Jalan Clangapan-Lasem.

Baca Juga :  Atasi Korban Kecelakaan, RS PKU Muhammadiyah Pamotan Gandeng Jasa Raharja

Di jalur tersebut kebanyakan di sebelah utara jalan. Modelnya solar cell. Sementara padam semua. Teknisi dari Dinas Perhubungan setempat tidak bisa memperbaiki. Karena solar cell, tenaganya dari surya lalu dimasukan di baterai, lalu dimasukan arus DC baru lampu LPJU.

”Rangkaianya banyak sekali. Makanya perawatanya banyak solar cell. Untuk yang padam antara Clangapan-Lasem mati semua. Kita hanya mempertahankan yang PJU led,” imbuhnya.

Lalu apakah teknisi tidak bisa modifikasi? Raidiyanto memberikan gambaran yang menggunakan solar cell bisa dirubah tegangan listrik. Hanya biayanya mahal. Untuk penyambungan Rp 2 juta ijin PLN termasuk meteran.

”Setelah itu disurvei. Per titik bisa diparalel lima sampai delapan. Melihat jauh dekat. Sementara jarak yang solar cell lebih dari 50 meter per titik. Sementara, bentangan kabel maksimal 40 meter, untuk 50 meter akan ngendelong,” ujarnya.

Untuk solar cell masih menjadi PR. Untuk memperbaiki teknisi tidak punya. Biayanya juga tidak ada. Koordinasi sudah dilakukan dengan pusat. Namun sama-sama keterbatasan anggaran.

”Total ada 8.000-an LPJU. Untuk yang mati rata-rata konvensional. Warnanya masih kuning. Sulit kalau dibetulkan. Kalau hanya putus bohlam bisa diganti. Namun kalau sudah rangkaian dalam yang sulit,” tutupnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) menjadi perhatian khusus Bupati Rembang saat menyambut Ramadan di Kabupaten Rembang. Petugas diminta beroperasi setiap hari untuk keamanan dan kenyamanan. Lagi-lagi lampu khusus tenaga surya menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa dibenahi.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan lampu-lampu Dinas Perhubungan yang menangani diminta dikontrol terus. Jangan sampai ada yang rusak atau padam beberapa minggu dan bulan segera beroperasi tiap hari.

”DPU dan Perhubungan kita ditugasi khusus penanganan jalan. Karena dua tahun masyarakat ditekan supaya tidak mudik. Presiden sudah mengumumkan  bisa mudik.  Paling jubel di Jateng. Karena lintasan. Sehingga, perlu perhatian khusus. Jalan alternatif supaya dicadangkan kalau ada kemacetan. Jadi minta Perhubungan diminta koordinasi Polres. Supaya nanti bisa memberikan pelayanan masyarakat. Kemungkinan yang terjadi harus diantisipasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang, Arif Romadlon melalui Sekretaris Raidiyanto merespon perintah dari Bupati Rembang terkait penanganan LPJU. Termasuk teknisi dioptimalkan. Jika perlu dari luar bidang ikut dikerahkan.

”Teknisi untuk PJU ada 5, tambah luar 2 sehingga total ada 7 teknisi. Nanti masih bisa teknisi traffic light 3 orang kalau mendesak bisa diperbantukan. Jadi, keseluruhan ada 10 teknisi,” ujarnya.

Pemantauan LPJU untuk petugas staf Dishub di instruksikan jika melihat ada yang padam untuk dilaporkan teknisi. Kalau pun di luar jam kerja. Karena mayoritas melewati. Dan itu diprioritaskan pantura dari Jalan Clangapan-Lasem.

Baca Juga :  Buka Rakor PWRI, Wabup Rembang Paparkan Proyek Kota Pusaka Lasem

Di jalur tersebut kebanyakan di sebelah utara jalan. Modelnya solar cell. Sementara padam semua. Teknisi dari Dinas Perhubungan setempat tidak bisa memperbaiki. Karena solar cell, tenaganya dari surya lalu dimasukan di baterai, lalu dimasukan arus DC baru lampu LPJU.

”Rangkaianya banyak sekali. Makanya perawatanya banyak solar cell. Untuk yang padam antara Clangapan-Lasem mati semua. Kita hanya mempertahankan yang PJU led,” imbuhnya.

Lalu apakah teknisi tidak bisa modifikasi? Raidiyanto memberikan gambaran yang menggunakan solar cell bisa dirubah tegangan listrik. Hanya biayanya mahal. Untuk penyambungan Rp 2 juta ijin PLN termasuk meteran.

”Setelah itu disurvei. Per titik bisa diparalel lima sampai delapan. Melihat jauh dekat. Sementara jarak yang solar cell lebih dari 50 meter per titik. Sementara, bentangan kabel maksimal 40 meter, untuk 50 meter akan ngendelong,” ujarnya.

Untuk solar cell masih menjadi PR. Untuk memperbaiki teknisi tidak punya. Biayanya juga tidak ada. Koordinasi sudah dilakukan dengan pusat. Namun sama-sama keterbatasan anggaran.

”Total ada 8.000-an LPJU. Untuk yang mati rata-rata konvensional. Warnanya masih kuning. Sulit kalau dibetulkan. Kalau hanya putus bohlam bisa diganti. Namun kalau sudah rangkaian dalam yang sulit,” tutupnya. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/