RADAR KUDUS - Memasuki hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, kepastian waktu berbuka puasa menjadi rujukan penting bagi umat Muslim.
Di wilayah Semarang dan sekitarnya, waktu berbuka ditentukan oleh masuknya Maghrib, bukan perkiraan atau kebiasaan turun-temurun.
Penentuan jam Maghrib tidak bersifat simbolik. Ia berbasis perhitungan astronomi yang ketat, memperhitungkan posisi matahari, koordinat wilayah, dan standar hisab-rukyat yang berlaku nasional.
Karena itu, selisih beberapa menit antarwilayah bukan kesalahan, melainkan konsekuensi geografis.
Jam Buka Puasa Semarang 19 Februari 2026 (1 Ramadan 1447 H)
Untuk Kamis, 19 Februari 2026, jadwal resmi salat wilayah Kota Semarang menunjukkan waktu berikut:
-
Imsak (akhir sahur): 04.16 WIB
-
Subuh: 04.26 WIB
-
Maghrib / Buka Puasa: 18.04 WIB
-
Isya: sekitar 19.14–19.15 WIB
Artinya, puasa baru boleh dibatalkan tepat pukul 18.04 WIB. Berbuka lebih awal—meski hanya selisih satu menit—tetap dianggap belum sah secara waktu.
Mengapa Semarang Tidak Selalu Sama dengan Daerah Sekitarnya?
Meski berada dalam satu provinsi, jam Maghrib di wilayah sekitar Semarang tidak selalu identik. Daerah seperti Kendal, Demak, Salatiga, hingga Grobogan bisa mengalami perbedaan 1–4 menit.
Penyebab utamanya:
-
Bujur dan lintang berbeda
-
Sudut terbenam matahari tidak seragam
-
Perbedaan titik observasi falak
Pada 19 Februari 2026, rentang waktu berbuka di wilayah Semarang Raya diperkirakan berada di kisaran 18.02 hingga 18.08 WIB.
Angle Baru: Akurasi Waktu, Bukan Kebiasaan
Selama ini, banyak warga mengandalkan “jam masjid terdekat” atau kebiasaan lingkungan. Padahal, pada hari pertama Ramadan—saat disiplin ibadah diuji—akurasi waktu menjadi kunci sah tidaknya puasa.
Imsak sendiri bukan batas syariat, melainkan penanda kehati-hatian. Yang menjadi patokan mutlak adalah azan Subuh untuk memulai puasa dan azan Maghrib untuk mengakhirinya.
Karena itu, penggunaan jadwal resmi—bukan perkiraan—menjadi praktik ibadah yang semakin relevan di era digital.
Bagaimana Jadwal Maghrib Ditetapkan?
Penentuan waktu Maghrib dilakukan melalui:
-
Perhitungan hisab astronomi
-
Koreksi data rukyat
-
Penyesuaian koordinat geografis lokal
Proses ini melibatkan ahli falak dan lembaga keislaman, lalu diselaraskan dengan standar pemerintah agar bisa dipakai secara nasional.
Hasilnya adalah jadwal imsakiyah yang presisi, bukan asumsi.
Strategi Aman Menunggu Waktu Berbuka di Semarang
Agar ibadah tetap khusyuk dan tidak tergelincir secara waktu:
-
Siapkan menu berbuka sebelum Maghrib, bukan saat detik terakhir
-
Gunakan jam digital atau aplikasi resmi yang menyesuaikan lokasi
-
Dengarkan azan dari masjid terdekat, bukan dari siaran yang delay
-
Jangan berbuka berdasarkan perkiraan langit gelap
Disiplin kecil ini menentukan kualitas ibadah besar.
-
Buka puasa Semarang 19 Februari 2026: 18.04 WIB
-
Wilayah sekitar bisa selisih beberapa menit
-
Maghrib ditentukan astronomi, bukan kebiasaan
-
Akurasi waktu = ibadah sah