Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jadwal Puasa Ramadan 2026 di Arab Saudi: Kapan Resmi Dimulai? Ini Penjelasan Lengkapnya

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 17 Februari 2026 | 16:02 WIB
BARU: Arab Saudi mengeluarkan peraturan baru terkait ibadah haji tahun 2025. (FOTO: MUI)
BARU: Arab Saudi mengeluarkan peraturan baru terkait ibadah haji tahun 2025. (FOTO: MUI)

RADAR KUDUS - Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi, perhatian umat Islam kembali tertuju pada pengumuman resmi awal bulan suci.

Salah satu negara yang selalu menjadi sorotan adalah Arab Saudi, karena keputusan penetapan awal Ramadan di negara tersebut kerap dijadikan rujukan oleh banyak komunitas Muslim di berbagai belahan dunia.

Penentuan awal Ramadan di Saudi tidak semata-mata berdasarkan kalender atau hitungan matematis, melainkan melalui proses rukyat hilal, yaitu pemantauan langsung kemunculan bulan sabit pertama setelah matahari terbenam.

Otoritas yang berwenang menetapkan hasil rukyat adalah Mahkamah Agung Arab Saudi, yang bekerja sama dengan komite khusus pemantau hilal.

Baca Juga: Masih Haid Saat Masuk Ramadan, Haruskah Mandi Wajib? Ini Jawaban Ulama


Penetapan Tanggal: Menunggu Hasil Rukyat

Berdasarkan laporan sejumlah media internasional dan lembaga Islam, pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 H dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026, yang bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H.

Jika hilal terlihat pada malam tersebut setelah magrib, maka 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Namun jika hilal tidak berhasil diamati karena faktor cuaca atau posisi bulan yang belum memenuhi kriteria visibilitas, maka bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari.

Dalam skenario ini, awal Ramadan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.

Perlu ditegaskan, keputusan final tetap diumumkan secara resmi oleh otoritas Saudi. Prediksi astronomi hanya menjadi referensi pendukung, bukan penentu utama.


Perkiraan Awal Ramadan 1447 H

Berikut kemungkinan awal puasa Ramadan di Arab Saudi tahun 2026:

Sejumlah laporan media internasional seperti Al Jazeera dan CNBC Indonesia juga mengungkapkan bahwa mayoritas prediksi astronomi global mengarah pada salah satu dari dua tanggal tersebut.


Mengapa Bisa Berbeda dengan Negara Lain?

Tidak semua negara memulai Ramadan pada hari yang sama dengan Arab Saudi. Perbedaan ini terjadi karena adanya variasi metode penetapan awal bulan Hijriah.

Sebagian negara menggunakan rukyat lokal, yakni mengandalkan pengamatan hilal di wilayah masing-masing.

Ada pula yang mengombinasikan rukyat dengan metode hisab (perhitungan astronomi).

Sementara sejumlah komunitas Muslim memilih mengikuti keputusan Saudi sebagai rujukan global.

Perbedaan ini bukanlah bentuk pertentangan, melainkan hasil dari pendekatan fikih yang berbeda dalam memahami dalil dan metode penentuan awal bulan.

Baca Juga: Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Cara yang Benar Menurut Syariat


Mengapa Rukyat Hilal Tetap Dipertahankan?

Kalender Islam menggunakan sistem lunar (qamariyah), yang bergantung pada peredaran bulan. Setiap bulan baru dimulai ketika hilal terlihat setelah matahari terbenam.

Karena itulah:

Arab Saudi memiliki tradisi panjang dalam pelaksanaan rukyat, terutama karena statusnya sebagai penjaga dua kota suci umat Islam, yakni Makkah dan Madinah. Hal ini membuat keputusan yang diambil di sana memiliki pengaruh luas secara simbolik maupun keagamaan.


Durasi Puasa Ramadan 2026 di Arab Saudi

Selain tanggal awal, durasi puasa juga menjadi perhatian. Karena Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada musim dingin di kawasan Timur Tengah, lama waktu berpuasa di Arab Saudi diperkirakan berkisar 12 hingga 13 jam per hari.

Durasi ini relatif lebih singkat dibandingkan Ramadan yang jatuh pada musim panas, ketika waktu puasa bisa mencapai lebih dari 14 jam. Kondisi ini dinilai lebih ringan secara fisik bagi sebagian umat Muslim.

Awal puasa Ramadan 2026 di Arab Saudi akan ditentukan melalui rukyat hilal pada 17 Februari 2026. Jika hilal terlihat, Ramadan dimulai 18 Februari. Jika tidak, maka 19 Februari 2026 menjadi hari pertama puasa.

Keputusan resmi akan diumumkan oleh Mahkamah Agung Arab Saudi setelah proses verifikasi hasil pengamatan.

Bagi umat Muslim di seluruh dunia, memahami mekanisme penetapan ini penting agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terkonfirmasi.

Ramadan bukan hanya soal tanggal, tetapi juga kesiapan hati dan spiritual untuk menyambut bulan penuh rahmat.

Editor : Mahendra Aditya
#ramadhan 2026 #puasa ramadan #1 ramadan #ramadan #Perkiraan awal puasa ramadhan #arab saudi #awal ramadan