Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri Serta Keutamaannya Dalam Menyambut Hari Raya

Dzikrina Abdillah • Selasa, 9 April 2024 | 23:22 WIB
ILUSTRASI Mandi Puasa Ramadhan.
ILUSTRASI Mandi Puasa Ramadhan.

RADAR KUDUS - Idul Fitri merupakan hari raya yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia.

Selain menjadi momen untuk merayakan kemenangan setelah menjalani bulan Ramadan yang penuh beribadah, Idul Fitri juga merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan berbagai ibadah sunnah.

Salah satunya adalah melakukan mandi sunnah Idul Fitri atau yang sering disebut mandi besar.

Mandi sunnah pada hari raya Idul Fitri memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Islam.

Selain menjadi bagian dari tradisi kebersihan dan kesegaran tubuh, mandi sunnah Idul Fitri juga memiliki simbolisme spiritual yang dalam.

Mandi ini adalah cara untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang mungkin telah terjadi selama bulan Ramadan.

Sehingga umat Islam dapat memulai lembaran baru dengan hati yang suci dan terbebas dari dosa.

Kesunnahan ini berlaku bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan.

Seorang wanita yang sedang dalam masa datang bulan atau haid dan nifas pun dianjurkan untuk mandi sunnah Idul Fitri ini.

Bahkan, anjuran ini pun berlaku bagi seorang Muslim yang tidak menghadiri shalat Idul Fitri, seperti orang sakit. 

Keutamaan Mandi Sunnah Idul Fitri 

Dilansir dari NU Online, dalil yang memperkuat amalan sunnah mandi pada Hari Raya Idul Fitri ini sebagai berikut:

 ﺭﻭﻯ ﻣﺎﻟﻚ ﺃﻥ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻳﻐﺘﺴﻞ ﻳﻮﻡ اﻟﻔﻄﺮ، ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﻐﺪﻭ ﺇﻟﻰ اﻟﻤﺼﻠﻰ

"Imam Malik meriwayatkan bahwa Ibnu Umar mandi keramas saat Idul Fitri sebelum berangkat ke tempat Salat." (kitab al-Muwatha')

Imam Al-Ghazali memberikan petunjuk waktu pelaksanaan mandi ini, yakni bisa sebelum atau setelah shalat subuh pada pagi hari Idul Fitri.

Sementara ketentuan mandi sunnah Idul Fitri ini juga dijelaskan Syekh al-Baijuri dalam kitab Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al-Baijuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qasim al-Ghazi ‘ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja’.

Dijelaskan bahwa seseorang diperkenankan melaksanakan mandi sunnah ini mulai tengah malam atau 1 Syawal pada waktu dini hari.

ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل

"Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) adalah pada tengah malam." 

Namun, Syekh Sulaiman al-Bujairimi dalam kitab Tuhfah al-Habib ‘Ala Syarh al-Khathib menekankan bahwa waktu pelaksanaan mandi sunnah yang lebih utama adalah pada setelah terbit fajar.

Niat Mandi Sunnah Idul Fitri 

Berikut lafal niat mandi sunnah Idul Fitri yang cukup singkat

 نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

“Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah ta'ala."

Dengan melaksanakan mandi sunnah Idul Fitri, umat Islam dapat merayakan hari raya dengan penuh kebahagiaan dan kebersihan hati.

Semoga kita semua dapat menjalankan tradisi ini dengan baik dan mendapatkan berkah dari-Nya.

Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.

Editor : Dzikrina Abdillah
#keutamaan #tata cara #hari raya #mandi #sunnah #niat #idul fitri