
RADAR KUDUS - Keimanan tidak berhenti pada pengakuan lisan atau keyakinan di dalam hati.
Ia harus terus diperbarui melalui proses perbaikan diri yang berkelanjutan.
Islam menegaskan bahwa orang beriman yang terus memperbaiki kehidupannya akan memperoleh ketenangan batin dan terbebas dari rasa takut serta kesedihan.
Allah SWT berfirman: “Barang siapa beriman dan melakukan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-An’am: 48)
Ayat ini menjadi pesan kuat bahwa iman harus selalu diiringi dengan usaha memperbaiki kualitas hidup dan ibadah.
Hidup Harus Selalu Di-Update
Perjalanan hidup seorang mukmin ibarat sebuah perangkat yang harus terus diperbarui.
Tanpa pembaruan, kualitasnya akan menurun dan tertinggal.
Perbaikan diri dimulai dari hal paling mendasar, yaitu ibadah. Shalat, misalnya, tidak cukup hanya dikerjakan rutin.
Tata cara bersuci perlu diperbaiki, bacaan shalat harus dipelajari kembali, serta kekhusyukan terus dilatih.

