Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rahasia Orang Beriman yang Jarang Stres, Ternyata Ini Kebiasaannya

A
Penulis: Ali Mustofa❯
Ilustrasi orang tua mengajar anak membaca al-Qur
Ilustrasi orang tua mengajar anak membaca al-Qur'an. (Getty Images/iStockphoto)

Advertisement

RADAR KUDUS - Keimanan tidak berhenti pada pengakuan lisan atau keyakinan di dalam hati.

Ia harus terus diperbarui melalui proses perbaikan diri yang berkelanjutan.

Islam menegaskan bahwa orang beriman yang terus memperbaiki kehidupannya akan memperoleh ketenangan batin dan terbebas dari rasa takut serta kesedihan.

Advertisement

Allah SWT berfirman: “Barang siapa beriman dan melakukan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-An’am: 48)

Ayat ini menjadi pesan kuat bahwa iman harus selalu diiringi dengan usaha memperbaiki kualitas hidup dan ibadah.

Hidup Harus Selalu Di-Update

Advertisement

Perjalanan hidup seorang mukmin ibarat sebuah perangkat yang harus terus diperbarui.

Tanpa pembaruan, kualitasnya akan menurun dan tertinggal.

Perbaikan diri dimulai dari hal paling mendasar, yaitu ibadah. Shalat, misalnya, tidak cukup hanya dikerjakan rutin.

Tata cara bersuci perlu diperbaiki, bacaan shalat harus dipelajari kembali, serta kekhusyukan terus dilatih.

Advertisement

Artikel Terkait

Makan Apel Saja Bisa Jadi Jalan Mengenal Tuhan, Kok Bisa?

Makan Apel Saja Bisa Jadi Jalan Mengenal Tuhan, Kok Bisa?

Banyak orang mengejar kebahagiaan melalui harta, jabatan, dan pengakuan. Namun kebahagiaan tertinggi sesungguhnya hadir ketika manusia mulai mengenal Tuhannya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer