Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakr dan Terapi Ego Digital: Menemukan Kedamaian di Tengah Kebisingan Media Sosial

RF

Poster Fakr & Terapi Ego Digital (Cybersufism)
Poster Fakr & Terapi Ego Digital (Cybersufism)


Advertisement

RADAR KUDUS - Di zaman di mana bunyi notifikasi lebih mendominasi daripada suara hati, manusia menghadapi tantangan baru: bagaimana menjaga keseimbangan mental agar tetap waras di tengah hiruk-piruk dunia digital.

Media sosial sudah bukan hanya sebatan tempat untuk bercerita, melainkan juga ruang persaingan keberadaan yang menggugah ego untuk menunjukkan diri, membandingkan, dan mendapatkan pengakuan.

Pada saat inilah ide tentang fakr dalam tasawuf menemukan arti baru yang relevan.

Apa itu Fakr?

Dalam tasawuf, fakr bukan bearti miskin harta, melainkan kesadaran spiritual bahwa manusia bergantung kepada Allah.

Advertisement

Ibn ‘Arabi menjelaskan bahwa fakr mengikis kesombongan ego dan membebaskan manusia dari ilusi bahwa dirinya pusat segalanya.

Dalam konteks digital, fakr mengingatkan bahwa nilai diri tidak ditentukan likes, views, atau komentar. 

Fakr Sebagai Obat untuk Ego di Media Sosial

Dengan memahami fakr, kita bisa lebih bijak untuk mengunakan media sosial. Orang yang menerapkan fakr biasanya:

1. Tidak mudah tersinggung oleh komentar negative

Advertisement

2. Tidak mengunggah sesuatu hanya demi pencitraan

3. Tidak iri atau membandingkan diri dengan orang lain

4. Menggunakan media sosial untuk hal yang bermanfaat.

Sikap ini membuat media sosial tidak lagi menjadi sumber stress, tetapi hanyaalat biasa yang tida mengganggu ketenangan batin.

Mengatasi Kecanduan Media Sosial

Terlalu sering bermain media sosial dapat mengganggu kesehatan mental dan membuat kita sulit fokus. Cara mengatasinya antara lain:

1. Mengatur diri sendiri, yaitu batasi waktu dalam menggunakan media sosial.

2. Terapi, yaitu seperti CBT atau DBT untuk membantu cara berpikir dan mengubah kebiasaan.

3. Teknologi pendukung, yaitu gunakan aplikasi yang bisa membatasi waktu penggunaan media sosial.

Dampak Psikologis Media Sosial

Jika digunakan secara berlebihan, media sosial dapat mengakibatkan:

1. Perasaan cemas, sedih, atau merasa tidak berharga

2. Penurunan kepercayaan diri akibat membandingkan diri dengan norma yang ada di media sosial

3. Ancaman untuk menjadi sasaran serangan atau penghinaan di dunia maya (cyberbulliying) yang mempengaruhi pikiran dan emosi

Fakr mengajarkan kita untuk tetap tenang meskipun hidup dalam era digital yang sering kali berat. Fakr bukan hanya sebuah ajaran agama, melainkan juga sebuah cara hidup yang memperkuat mental kita.

Dengan fakr, kita menyadari bahwa nilai diri berasal dari hubungan kita dengan Allah dan ketenangan batin yang kita miliki.

Oleh: Faisal Ilham Al Mufidh & Tsania Tahlia Khosyiya Lillah

 

Advertisement

Artikel Terkait

MTQ Nasional XXXI Tinggalkan Jejak Positif, Luthfi: Jateng Sembilan Hari Penuh Kedamaian

MTQ Nasional XXXI Tinggalkan Jejak Positif, Luthfi: Jateng Sembilan Hari Penuh Kedamaian

Menurut Luthfi, kehadiran konten-konten positif selama MTQ menjadi sesuatu yang penting di tengah derasnya arus informasi. Sebab, ruang digital juga kerap dipenuhi disinformasi, ujaran kebencian, kampanye hitam, maupun i

Pasar Babe Diusulkan Miliki Lapak Online, Begini Alasannya!

Pasar Babe Diusulkan Miliki Lapak Online, Begini Alasannya!

Pengembangan Pasar Babe (Barang Bekas) tidak hanya difokuskan pada penataan fisik, tetapi juga diarahkan menuju pemasaran digital.

Di Grobogan Satu Link untuk Semua Aduan, Kuripan Care Pangkas Birokrasi Pelayanan

Di Grobogan Satu Link untuk Semua Aduan, Kuripan Care Pangkas Birokrasi Pelayanan

PURWODADI – Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan menghadirkan terobosan baru di bidang pelayanan publik melalui inovasi Kuripan Care, sistem pengaduan masyarakat yang mengintegrasikan berbagai layan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer