alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Berkunjung ke Blora, BNNP Jateng Matangkan Pendirian BNN Kabupaten

13 Oktober 2021, 19: 14: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

MATANGKAN: Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Pol Purwo Cahyoko berkunjung ke Blora kemarin.

MATANGKAN: Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Pol Purwo Cahyoko berkunjung ke Blora kemarin. (FORKOMPIM FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Brigjen Pol. Drs. Purwo Cahyoko berkunjung ke Blora kemarin. Tujuannya untuk koordinasi terkait pencegahan, pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sekaligus membahas mengenai pendirian BNN Kabupaten di Blora.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Arief Rohman mengaku, pada prinsipnya, Pemkab Blora siap untuk menindaklanjuti arahan dari Pak Kepala BNNP. Pihaknya juga akan mendukung apa yang menjadi program BNN Pusat dan BNN Provinsi. Termasuk, mendukung rencana dibentuknya BNNK di tingkat kabupaten.

“Kami dari Pemkab Blora tentunya akan siap mendukung untuk terwujudnya BNN kabupaten ini. Kami akan terus berkoordinasi dengan BNNP agar perencanaan ini bisa semakin matang,” jelasnya.

Baca juga: Mendag: Niaga Elektronik Ekonomi Digital Sumbang Rp 1.908 T Pada 2030

Saat ini, Kabupaten Blora letaknya strategis berada di Jawa Tengah sisi timur serta berbatasan dengan provinsi lainnya. Kedepannya, akan cukup ramai dengan adanya penerbangan bandara serta obyek-obyek vital yang ada. Sehingga potensi-potensi yang ada terkait narkoba ini perlu untuk diantisipasi.

Sementara itu, Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol. Drs. Purwo Cahyoko menjelaskan, di Jawa Tengah sendiri jumlah BNN di tingkat kabupaten/kota masih terbatas. Sehingga banyak kendala yang harus dihadapi kaitannya dengan pelaksanaan P4GN. “BNNP Jawa Tengah baru memiliki BNN Kabupaten/Kota baru memiliki sebanyak 9 BNNK dari 35 kab/kota. Sehingga banyak kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan P4GN,” ucapnya.

Untuk itu, BNNP membagi wilayah dengan pola zonasi. Namun untuk wilayah Jawa Tengah pesisir utara belum terdapat satupun BNNK. “Sehingga kami mencoba membagi wilayah dengan pola zonasi, BNNK yang ada di kab/kota menjadi penanggungjawab kab/kota yang ada disekitarnya,” terang Brigjen Pol Purwo.

Menurutnya, yang menjadi masalah adalah wilayah di daerah Jawa Tengah khususnya pantai utara sampai timur belum ada BNNK satupun. Sehingga pihaknya mencoba, yang tidak ada langsung diampu menjadi tanggungjawab BNNP.

Kepala BNNP Jateng tersebut mengatakan, untuk memaksimalkan pelaksanaan P4GN, saat ini di wilayah Kabupaten Blora akan ditunjuk koordinator dan penghubung. “Untuk wilayah Blora dan Rembang kami tunjuk satu orang koordinator. Yaitu Kombes Arif yang bertanggung jawab nantinya dalam pelaksanaan P4GN di Blora dan Rembang. Kemudian sebagai penghubung khusus di Blora kami tunjuk Pak Gunarto kami tunjuk di Blora,” jelasnya.

Mengenai kemungkinan dibukanya BNNK di Kabupaten Blora, ada beberapa yang perlu dilakukan dan disiapkan. “Untuk pembentukan BNNK nanti akan kita pandu melalui LO dan koordinator untuk menyiapkan terkait adminstrasi, mulai naskah akademik, persetujuan Pak Bupati dan sebagainya dan kita usulkan ke pusat. Semoga disetujui mengingat potensi Blora kedepan sangat besar,” terangnya.

Ditambahkannya, mengingat saat ini moratorium masih berlaku. Sehingga kedepan diharapkan ketika moratorium sudah dibuka kembali, BNN kabupaten/kota bisa segera dibentuk. “Tapi yang penting sekarang kita usulkan dulu. Kita siapkan naskah akademik, sebagai perwakilan di wilayah timur sini, karena yang pertama, dekat dengan perbatasan dan yang kedua di wilayah timur ini belum ada. Kita siapkan, kemudian kita kirimkan ke pusat,” tambah Kepala BNNP Jateng. 

(ks/him/sub/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya