alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Pemkab Grobogan Tambah Kampung Keluarga Berkualitas

13 Oktober 2021, 18: 26: 45 WIB | editor : Ali Mustofa

DICANANGKAN: Pencanangan Kampung KB di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus kemarin.

DICANANGKAN: Pencanangan Kampung KB di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus kemarin. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN - Pemkab Grobogan membentuk peraturan bupati (Perbup) Nomor 41 Tahun 2021 tentang pengembangan kampung keluarga berkualitas. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga (DP3AKB) Grobogan melibatkan OPD vertikal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa.

Sejak 2016 hingga tahun ini DP3AKB Grobogan telah membentuk 63 kampung keluarga berkualitas (KB) yang menyebar di setiap desa. Tahun ini menambah lima desa yang dibentuk secara mandiri.

Kepala DP3AKB Grobogan Indartiningsih mengatakan, sejak 2019 kampung KB tak lagi dicanangkan DP3AKB namun desa melakukan pencanangan mandiri menggunakan Dana Desa (DD).

Baca juga: Tingkatkan Pengawasan Prokes, Satgas Covid-19 Patroli Tempat Keramaian

“Kami perkenankan untuk desa mencanangkan secara mandiri. Karena sudah ada aturan mengenai komitmen menyisihkan sebagian dana desa untuk kampung KB mandiri. Sedangkan kami bersifat memberikan evaluasi. Kegiatan ini diperkuat dengan Perbup Nomor 41 Tahun 2021 tersebut,” jelasnya.

Dijelaskan, tahun ini ada lima desa yang dicanangkan mandiri yakni di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Desa Winong, Kecamatan Penawangan, Desa Trekesi, Kecamatan Klambu dan Desa Truwolu, Kecamatan Ngaringan.

Menurutnya, adanya kampung KB memiliki banyak manfaat hingga perubahan bagi desa. Karena mengutamakan delapan fungsi keluarga. Terlebih dalam penurunan angka pernikahan dini, kemiskinan, pendidikan, hingga kasus stunting.

Pembangunan fisik, pelatihan usaha hingga pembinaan kesehatan terus dilakukan di lokasi yang menjadi sasaran tersebut. Di kampung KB juga menargetnya para orang tua. Karena memiliki layanan teknis mulai dari posyandu, konseling pranikah hingga pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pelatihan kerja dan pengasuhan orangtua.

“Selain mampu mengurangi angka stunting dan kemiskinan, kampung KB juga diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan bayi hingga perbaikan gizi,” tegasnya. 

(ks/mal/int/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya