alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Kontingen Rembang Curhat Pernah Diusir Saat Tidur di Musala

13 Oktober 2021, 16: 07: 29 WIB | editor : Saiful Anwar

Suasana audiensi KONI Rembang dengan DPRD Rembang, kemarin.

Suasana audiensi KONI Rembang dengan DPRD Rembang, kemarin. (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Perkembangan olahraga di Rembang dianggap jalan di tempat. Dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang dianggap sangat minim untuk mencetak prestasi.

 Bahkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap olahraga dirasakan para pengurus cabang olahraga (cabor). Seperti kisah olahraga dayung, salah satu cerita yang mencuat di forum audiensi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Rembang bersama DPRD kemarin. Cabang ini berdiri 2013 lalu. Langsung eksis. Sampai menyabet prestasi di ajang porprov.

"Meraih prestasi juara III," kata Sulistyo, pengurus Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Rembang.

Baca juga: Gaet Milenial, Museum RA Kartini Jepara Ditambah Mural

Namun, dibalik itu, Sulistyo menceritakan, untuk berpartisipasi dalam even mereka harus merogoh kocek mandiri. Bahkan sempat tidur di musala. Tak hanya itu, mereka sampai diusir oleh pengurus musala.

"Tidur di musala. Kami datang jam 10, tidur di musala, jam 2 diusir sama pengurus musala. Terus kami pindah di Pasar Demak. Paginya lomba," kenangnya.

Ketua KONI Rembang Vivit Dinarini Atnasari tampaknya juga merasakan itu. Kurangnya ada perhatian dan fasilitas dari pemerintah kabupaten. Ia mencontohkan cerita lain. Ketika ada atlet putra Rembang yang berprestasi di kancah Asian Games. Namun kesulitan untuk mendapat reward dari daerah.

"Sampai lama kami harus koordinasi dengan pemerintah kabupaten," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta akselerasi dalam prestasi olahraga. Akselerasi yang dimaksud adalah pembinaan keolahragaan melalui payung hukum berupa peraturan daerah (Perda).

"Kami ingin mendorong. Kami ingin diwadahi untuk mewadahi kami mungkin dalam bentuk raperda. Kami ingin akselerasi prestasi," imbuhnya.

Dari segi anggaran, kata Vivit, KONI mendapat sekitar Rp 500 juta, yang selanjutnya ada plot anggaran yang dibagikan kepada masing-masing cabang olahraga (cabor). Total ada sekitar 30 cabor.

Sementara, anggaran yang ada di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang pada APBD Perubahan, dalam forum kemarin disampaikan, hibah kepada KONI sekitar Rp 875 Juta. Selain itu juga ada anggaran untuk cabang olahraga lain.

Menanggapi ini, Wakil Ketua DPRD Rembang Ridwan mengusulkan ada penataan internal KONI terlebih dahulu. Selanjutnya pada akhir tahun, saat penetapan anggaran pihaknya berkomitmen untuk membantu.

"Teman-teman DPRD harus lebih peduli," ujarnya.

(ks/ali/vah/ful/JPR)

 TOP
Artikel Lainya