alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Pembelajaran Kooperatif di Masa Pandemi

12 Oktober 2021, 12: 20: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

Artadhewi Adhi Wijaya, S.Pd.; Guru Kelas 5 SDN 2 Randublatung, Blora

Artadhewi Adhi Wijaya, S.Pd.; Guru Kelas 5 SDN 2 Randublatung, Blora (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PANDEMI Covid-19 dimulai pada 1 Desember 2019. Saat kali pertama ditemukan virus Covid-19 di Wuhan, Tiongkok. Virus tersebut menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Pandemi Covid-19 berdampak negatif sangat besar terhadap sendi sendi kehidupan di Indonesia. Mulai dari ekonomi, kehidupan sosial, bahkan pendidikan.

Di dalam dunia pendidikan di Indonesia, segera setelah Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim memutuskan memberlakukan proses pembelajaran secara daring (dalam jaringan). Pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa, tetapi dilakukan melalui online menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meski siswa berada di rumah.

Baca juga: KPPN Kudus Catat Penyerapan DAK Fisik Rendah, Ini Faktor Penyebabnya

Ini tentunya menjadi tantangan baru bagi guru yang selalu mengajar secara tatap muka secara langsung di dalam kelas. Ini menjadi tantangan bagi saya juga sebagai guru kelas V di SDN 2 Randublatung. Berbagai alternatif pembelajaran saya lakukan. Seperti penugasan melalui WA Grup, membagi materi pembelajaran melalui Youtube, dan seterusnya. Tetapi, minat dan motivasi anak anak kelas V kurang maksimal. Ini dapat dilihat dari pengumpulan tugas yang seadanya. Bahkan ada beberapa yang tidak mengumpulkan tugas sama sekali.

Akhirnya saya memutar otak lebih keras untuk memaksimalkan pembelajaran. Ada beberapa keuntungan yang saya miliki sebagai guru di SDN 2 Randublatung. Letak sekolah strategis. Di tengah kota dengan sinyal internet yang maksimal. Ditambah dengan bantuan kuota pendidikan dari Kementerian Pendidikan bagi guru dan murid.

Untuk itu, saya memberanikan diri untuk menerapkan pembelajaran kooperatif daring melalui aplikasi Zoom dan panggilan grup Whatsapp. Bern dan Erickson (2001:5) menyatakan, pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mengorganisasi pembelajaran menggunakan kelompok belajar kecil, di mana siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan belajar.

Lebih lanjut, Slavin (Isjoni, 2011:15) menyatakan, pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dengan sistem belajar dan bekerja kelompok-kelompok kecil berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif, sehingga dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar.

Sebelum pelaksanaan pembelajaran, banyak persiapan yang harus saya lakukan. Meliputi mencari video dari Youtube sebagai bahan pembelajaran dan diskusi. Juga menyiapkan materi tertulis untuk dibagikan sebagai materi dan bahan diskusi kelompok. Melatih anak untuk siap menggunakan aplikasi Zoom Meeting dan melakukan panggilan video secara berkelompok memalui Whatsapp.

Pembelajaran melalui Zoom diawali dengan tegur sapa dan salam serta menanyakan kabar. Kemudian secara klasikal saya sampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sesuai materi ”perpindahan kalor dan perubahan wujud zat” untuk mata pelajaran IPA. Secara klasikal melalui Zoom, siswa saya berikan video untuk diamati dan saya bagikan materi tertulis melalui WA untuk disimak.

Setelah video selesai, anak-anak saya beri kesempatan bertanya mengenai video yang telah mereka saksikan bersama. Saya berikan penjelasan mengenai materi. Kemudian siswa saya minta berkelompok lima orang sesuai pembagian kelompok. Masing-masing kelompok saya bagikan lembar kerja untuk mereka diskusikan melalui panggilan grup WA. Ketua kelompok menjadi moderator.

Untuk mengecek jalannya proses diskusi, setiap kelompok saya minta untuk memanggil saya secara bergantian dengan jeda 3 menitan setiap kelompok. Jadi, diskusi tetap dapat dipantau dengan baik.

Setelah selesai diskusi sesuai dengan waktu yang ditentukan, siswa kembali ke pertemuan klasikal melalui Zoom untuk membahas hasil diskusi. Secara bergantian, tiap kelompok menyampaikan hasil diskusi mereka. Bersama siswa, saya menyimpulkan tentang apa yang telah dipelajari.

Dari hasil pembelajaran dapat diamati, secara keseluruhan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat. Hasil pengumpulan tugas tugas setelah pembelajaran juga meningkat. Hasil evaluasi pembelajaran juga meningkat. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya