alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

PLN UIK TJB Pelopori Penggunaan Kendaraan Listrik untuk Operasional

12 Oktober 2021, 09: 17: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

BERAGAM JENIS: Unit mobil listrik jenis bus listrik dengan kapasitas 15 tempat duduk salah satu kendaraan operasional di PT PLN UIK TJB.

BERAGAM JENIS: Unit mobil listrik jenis bus listrik dengan kapasitas 15 tempat duduk salah satu kendaraan operasional di PT PLN UIK TJB. (PT PLN UIK TJB FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B (PLN UIK TJB) menjadi salah satu perusahaan pelopor atau perintis penggunaan kendaraan listrik. Hal itu diwujudkan dengan penggunaan motor listrik dan mobil listrik di lingkungan internal PLTU Tanjung Jati B dengan nama “Fossil Fuel Car Free Program” yang sudah berjalan mulai pertengahan tahun 2019 sampai dengan sekarang.

Kendaraan listrik di PLTU Tanjung Jati B sekarang ini terdiri dari 22 unit motor listrik Gesits, 15 unit motor listrik Viar, 12  unit motor listrik Tossa roda tiga, dan 13 unit mobil listrik  jenis bus listrik dengan kapasitas 15 tempat duduk dan mobil listrik jenis golf car berkapasitas 4-6 tempat duduk.

Empat mobil jenis listrik mini bus melayani rute KPJB (Unit 3&4). Empat unit mobil listrik melayani rute TJBPS (Unit 1&2). Dua unit mobil listrik melayani rute coal yard jetty ataupun ke pelabuhan/terminal khusus PLTU Tanjung Jati B (Unit 1&2–3&4). Dan tiga mobil listrik sebagai cadangan.

BERAGAM JENIS: Unit mobil listrik jenis bus listrik dengan kapasitas 15 tempat duduk salah satu kendaraan operasional di PT PLN UIK TJB.

BERAGAM JENIS: Unit mobil listrik jenis bus listrik dengan kapasitas 15 tempat duduk salah satu kendaraan operasional di PT PLN UIK TJB. (PT PLN UIK TJB FOR RADAR KUDUS)

Untuk mengoperasikan mobil listrik sudah ada driver operatornya. Mereka setiap saat standby melayani rute-rute di lingkungan PLTU TJB yang sudah ditentukan.

Sedangkan kendaraan motor listrik bisa dikendarai sendiri bagi mereka yang akan menggunakannya untuk aktivitas kerja di lingkungan PLTU TJB dengan SOP khusus. Yaitu harus lapor dan mendaftar administrasi untuk pinjam pakai di Resepsionis Security.

Fasilitas kendaraan sepeda motor dan mobil listrik di lingkungan PLTU TJB berfungsi untuk kendaraan operasional guna mendukung aktivitas kegiatan selama bekerja di dalam komplek PLTU Tanjung Jati B. Juga sebagai bentuk dukungan program pemerintah akan kendaraan listrik dan langkah untuk mengurangi kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) ataupun energi fosil.

”Untuk menggantikan kendaraan operasional internal kami (PLN UIK TJB, Red) di lingkungan kantor digantikan secara bertahap,” jelas Manajer Aset Properti, Komunikasi & Umum PLN UIK TJB Jatie Kuncara.

RAMAH LINGKUNGAN: Selain mini bus, kendaraan listrik lainnya yaitu kendaraan roda dua dan tiag.

RAMAH LINGKUNGAN: Selain mini bus, kendaraan listrik lainnya yaitu kendaraan roda dua dan tiag. (PT PLN UIK TJB FOR RADAR KUDUS)

Kendaraan listrik yang digunakan PLN UIK TJB sebagian besar adalah produk-produk dalam negeri karya anak bangsa sendiri.‎ Dengan semakin maraknya penggunaan kendaraan listrik, diharapkan akan meningkatkan penjualan listrik PLN. Di samping yang lebih utama untuk efisiensi energi.

Langkah PLN UIK TJB ini sebagai dukungan nyata PLN kepada Pemerintah untuk mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sekaligus sejalan dengan  salah satu transformasi PLN yaitu “Green” untuk mewujudkan langit biru dan udara bersih yang ramah lingkungan khususnya di PLTU Tanjung Jati B yang dimulai sejak Oktober 2019.

Penggunaan kendaraan motor listrik dan mobil listrik ini dirasakan lebih efisien dan hemat daripada kendaraan konvensional serta memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan motor/mobil konvensional karena tidak menggunakan bahan bakar minyak.

Jatie Kuncara menambahkan untuk mobil listrik jenis golf car  menggunakan baterai dengan kapasitas 48V 1300Ah dengan proses pengisian 0-100 persen. Kurang lebih lima jam dan waktu pengoperasiannya dua sampai tiga jam. Untuk bus listrik kapasitas 15 orang menggunakan kapasitas baterai 48V 1500Ah dengan proses pengisian kurang lebih lima jam dan waktu pengoperasian 3 s/d 3,5 jam.

Sedangkan untuk motor listrik “Tossa” menggunakan baterai dengan kapasitas 48V 600Ah dengan proses pengisian dua sampai tiga jam dan waktu pengoperasian dua sampai tiga jam.

”Sedangkan motor listrik “Gesits” kapasitas baterainya 72V 20Ah dengan proses pengisian 1-1,5 jam dan waktu pengoperasian untuk jarak tempuh 30-40 Km sekali isi,” tambah Jatie Kuncara.

RAMAH LINGKUNGAN: Selain mini bus, kendaraan listrik lainnya yaitu kendaraan roda dua dan tiag.

RAMAH LINGKUNGAN: Selain mini bus, kendaraan listrik lainnya yaitu kendaraan roda dua dan tiag. (PT PLN UIK TJB FOR RADAR KUDUS)

Menurut Jatie Kuncara alasan lain digunakannya kendaraan motor listrik dan mobil listrik di lingkungan PLTU TJB yaitu kendaraan listrik memiliki efisiensi yang cukup tinggi jika dibandingkan kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak.

Motor listrik memiliki efisiensi hingga tiga kali lipat jika dibandingkan dengan motor biasa. Yaitu mencapai angka 90 persen. Sedangkan motor biasa tingkat efisiensi mesinnya hanya sebesar 30 persen.

Tidak heran jika motor listrik jauh lebih hemat dibandingkan dengan motor berbahan bakar minyak. Kendaraan listrik juga lebih ramah lingkungan karena menggunakan teknologi energi listrik dan tidak mengeluarkan emisi gas atau asap dari knalpot yang menyebabkan pencemaran udara.

Hal itu disebabkan motor mendapatkan energi dari baterai yang diisi dari sumber listrik rumah atau di kantor. Sehingga transportasi dengan energi terbarukan ini akan menjadi pelopor transportasi tanpa polusi udara nantinya.

Motor ini cukup bertenaga tetapi memiliki konsumsi energi yang rendah namun tetap fungsional serta perawatannya cukup murah dan mudah. ”Tidak perlu banyak biaya untuk melakukan servis atau perawatan,” jelasnya. 

Lebih lanjut, jumlah komponen motor listrik juga lebih sedikit jika dibandingkan dengan motor konvensional. Hasilnya, biaya perawatan yang akan dikeluarkan untuk melakukan servis juga akan jauh lebih sedikit dan mungkin hanya perlu mengganti baterai motor secara berkala.

Untuk pengisian baterai kendaraan listrik di lingkungan PLTU TJB, lanjutnya, sudah disediakan tempat pengisian/pengecasannya di kompleks parkiran motor/mobil listrik yang sudah disediakan atau sering disebut sebagai Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL). Meskipun masih terbatas untuk spek klasifikasi kendaraan listrik yang digunakan di PLTU Tanjung Jati B.

”Harapannya dengan semakin banyaknya pemakaian kendaraan listrik di lingkungan PLTU TJB dapat membuat lingkungan menjadi bersih, langit biru, ramah lingkungan dan terbebas dari emisi karbon pembakaran knalpot yang dapat menimbulkan pencemaran udara,” ujar Jatie Kuncara. 

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya