alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Pemprov Jateng Dorong Vaksinasi Berbasis Desa

12 Oktober 2021, 09: 03: 04 WIB | editor : Ali Mustofa

RAPAT EVALUASI: Gubernur Ganjar Pranowo memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Jawa Tengah Senin (11/10).

RAPAT EVALUASI: Gubernur Ganjar Pranowo memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Jawa Tengah Senin (11/10). (HUMAS PEMPROV JATENG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong kabupaten/kota untuk melakukan percepatan vaksinasi berbasis desa. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo usai rapat penanganan Covid-19 di kantor Gubernuran Senin (11/10).

”Hingga saat ini vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah rata-rata sudah 49,5 persen. Ada daerah yang sebagian di bawah 50 persen, tapi juga banyak yang sudah di atas 70 persen,” ujar Yulianto Prabowo.

Secara rinci, ia menyebut daerah yang cakupan vaksinasi Covid-19 di atas 70 persen. Di antaranya Kota solo, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kota Semarang, Kota Tegal, Karanganyar, Klaten, dan Sukoharjo. Namun di sisi lain ada daerah yang cakupan vaksinasinya di bawah 50 persen. Seperti Banyumas, Rembang, Purworejo, Kebumen, Blora, Pekalongan, Kabupaten Tegal, Kabupaten Magelang, Temanggung, Cilacap, Banjarnegara, Pemalang, dan Brebes.

Baca juga: Dua Pemain PSG Pati Dikartu Merah, Laga Lawan Persijap Berakhir 2-2

”Yang di bawah 50 persen tidak semuanya karena faktor ketersdiaan vaksin, tapi juga percepatan pelaksanaannya. Sehingga yang masih rendah kita dorong untuk melakukan suatu percepatan secara simultan berbasis pada desa. Jadi, kalau berbasis des aitu sangat bagus,” paparnya.

Menurut Yulianto, vaksinasi Covid-19 berbasis desa sangat efektif untuk percepatan dan pemerataan. Baik yang total maupun lansia.

”Maka konsep vaksinasi berbasis des itu sangat bagus sekali, karena semua faskes bergerak Bersama. Kedua, lansia mudah aksesnya dan bisa jemput bola. Seperti di beberapa tempat yang sudah melakukan ini, di Boyolali ternyata cukup bagus baik total maupun lansia,” tuturnya.

Sejauh ini, pihaknya menyebut mampu menyuntikkan vaksin sekitar 2,5 juta per minggu. Dan minggu ini Jawa Tengah menerima 2,6 juta dosis vaksin.

“Semoga ini bisa diselesaikan. Sehingga angka vaksin bisa tinggi,” imbuhnya.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan bahwa vaksinasi Covid-19 menjadi syarat status level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sehingga, kabupaten/kota yang masih di bawah 50 persen untuk segera melakukan percepatan.

”Alhamdulillah kondisi membaik. Tapi memang ada beberapa daerah kondisi levelnya naik, karena ada satu syarat yaitu vaksinnya kurang,” ungkapnya.

Ia meminta kabupaten/kota yang masih di bawah 50 persen untuk menghitung dan melaporkan berapa vaksin yang dibutuhkan. Bahkan Ganjar mengaku akan meminta vakisn secara langsung ke Kementerian Kesehatan khusus untuk daerah di Jawa Tengah yang masih berada di bawah angka 50 persen.

”Kami pastikan kabupaten/kota di bawah 50 persen untuk menghitung berapa kebutuhannya untuk berapa hari minimal untuk satu minggu. Kami akan minta ke Kementrian Kesehatan khusus daerah di bawah 50 persen, agar bisa dilakukan percepatan,” tandasnya. (akr/ida)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya