alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Raperda RPJMD Kabupaten Grobogan 2021-2026 Disetujui Dewan

11 Oktober 2021, 19: 31: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

UCAPAN TERIMA KASIH: Bupati Sri Sumarni memberikan sambutan dalam rapat paripurna pengambilan keputusan atas raperda RPJMD tahun 2021-2026 pada Jumat malam (8/10) lalu.

UCAPAN TERIMA KASIH: Bupati Sri Sumarni memberikan sambutan dalam rapat paripurna pengambilan keputusan atas raperda RPJMD tahun 2021-2026 pada Jumat malam (8/10) lalu. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – DPRD Grobogan menyetujui raperda rencana pengambilan jangka menengah daerah (RPJMD) 2021-2026 di rapat paripurna Jumat malam (8/10). Persetujuan bersama tersebut ditandatangani bersama Bupati Sri Sumarni dengan ketua DPRD Agus Siswanto dan tiga wakil Ketua HM Nurwibowo, Sugeng Prasetnyo, dan HM Fatah.

Bupati Sri Sumarni mengatakan, raperda RPJMD 2021-2026 berdasarkan pasal 69 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, bahwa Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJMD beserta rancangan akhirnya disampaikan oleh Kepala Daerah kepada DPRD untuk dibahas dalam rangka memperoleh persetujuan bersama.

Raperda tersebut dibahas oleh panitia Khusus VI telah diberikan persetujuan atas Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJMD Kabupaten Grobogan 2021-2026.

Baca juga: Polsek Godong Grobogan Gencar Patroli Ingatkan Agen Bus Taat Prokes

TANDA TANGAN BERSAMA: Bupati Sri Sumarni, Ketua DPRD Agus Siswanto dan tiga wakil ketua HM Nurwibowo, Sugeng Prasetnyo, dan HM. Fatah menandatangani nota persetujuan bersama raperda RTJMD tahun 2021-2

TANDA TANGAN BERSAMA: Bupati Sri Sumarni, Ketua DPRD Agus Siswanto dan tiga wakil ketua HM Nurwibowo, Sugeng Prasetnyo, dan HM. Fatah menandatangani nota persetujuan bersama raperda RTJMD tahun 2021-2 (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

“Setelah disetujui dewan, kami kirimkan kepada Gubernur untuk dievaluasi. Berharap hasil evaluasinya segera kami peroleh. Kemudian Peraturan Daerah dapat kita tetapkan,” kata Bupati Sri Sumarni.

Dijelaskan, sesuati dengan ketentuan yang berlaku, Perda RPJMD harus sudah ditetapkan paling lama enam bulan setelah pelantikan kepala Daerah, atau paling lambat 26 Oktober 2021. RPJMD Kabupaten Grobogan Tahun 2021-2026 sebagai dokumen perencanaan pembangunan daerah lima tahunan, telah disusun dengan sistematika dan substansi serta tahapan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, menyinergikan dengan RPJPD, RPJMN, RPJMD Provinsi dan dokumen lain.

“Target yang direncanakan pada seluruh program juga mempertimbangkan isu strategis, permasalahan, dan karakteristik daerah.  Terutama kemampuan anggaran, dimana kondisi keuangan masih belum sesuai harapan, dikarenakan dampak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sri Sumarni berharap RPJMD ini dapat dijadikan pedoman pelaksanaan Visi, Misi, program, kegiatan, dan sub kegiatan dalam pembangunan 5 tahun kedepan, menuju Terwujudnya Grobogan yang leboh sejahtera, berdaya saing, beriman, dan berbudaya.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pansus VI yang telah secara maraton menyelesaikan pembahasan Raperda RPJMD ini bersama tim dari eksekutif. Dan terima kasih pula kepada Pimpinan dan segenap anggota DPRD yang telah memberikan persetujuan dan berkenan mengagendakan waktu pada malam hari ini untuk rapat Paripurna persetujuan bersama Raperda RPJMD Kabupaten Grobogan tahun 2021-2026,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni juga meminta agar kerja sama yang baik terus dipertahankan dan ditingkatkan. Sehingga bisa mengawal pemerintahan ini, untuk kemajuan Kabupaten Grobogan.

“Saya mengajak dan mengingatkan seluruh warga masyarakat Kabupaten Grobogan untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Meski perkembangan penambahan kasus positif covid semakin kecil. Namun covid belum berakhir dan kondisi pandemi belum dicabut,” tandasnya.

Selain itu,  warga diharapkan bisa beraktivitas secara terbatas. Minimal selalu memakai masker dan hindari kerumunan.

Saat ini Kabupaten Grobogan ditetapkan dalam PPKM Level 3, setelah sebelumnya telah berada pada Level 2. Warga diminta tidak panik, tetapi tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Penyebab Grobogan masuk pada Level 3 di antaranya karena cakupan vaksin yang belum mencapai 50 persen.

“Kami akan berusaha terus untuk mendapatkan jatah vaksin dari pemerintah. Dan mohon kepada seluruh masyarakat, terutama para lansia, jika ada kesempatan vaksin agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” harapnya. 

(ks/mal/mun/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya