alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Inspirashe
icon featured
Inspirashe

Tak hanya Jadi Bidan, Dwi Putri Puspitasari juga Kuasai 30 Menu Kopi

11 Oktober 2021, 15: 59: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

Dwi Putri Puspitasari

Dwi Putri Puspitasari (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

SEBAGAI bidan, Dwi Putri Puspitasari tak hanya piawai menggunakan alat-alat medis untuk memeriksa pasien. Namun, dia juga piawai membuat berbagai macam menu kopi. Di sela-sela waktunya membantu masyarakat, perempuan berjilbab ini juga terampil dalam meracik kopi. Sehari-hari Dwi Putri juga aktif menjadi seorang barista.

Beberapa waktu lalu ia juga tampil di ekspo kopi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang. Di stan kedai N Koffe, ia tampak piawai meracik pesanan menggunakan alat-alat kopi modern.

Dia butuh waktu sekitar dua tahun untuk belajar. Saat ini, setidaknya sudah sekitar 30 menu olahan kopi atau minuman lain yang sudah dikuasai. Berbagai jenis olahan itu, sudah terpampang di daftar menu kedai N Koffe. ”Semua menu sudah bisa semua," ungkapnya.

Baca juga: Dieng Culture Festival Digelar Virtual Hybrid Lagi

Menjadi peracik kopi tentu saja ada beberapa hal dasar yang perlu diketahui. Seperti jenis kopi arabika dan robusta yang memiliki karakteristik rasa tersendiri. Latihan itu ia pelajari otodidak. Tak hanya mengenali karekteristik biji kopi, peracikan pun juga ia tekuni. Suaminya juga seorang barista. ”Belajar otodidak. Harus ada gramasi air ditimbang," ujarnya.

Setelah melalui proses pembelajaran pada 2020 lalu, ia merasa yang menjadi kesulitan saat menentutan kelembutan biji kopi. Uniknya, kalau airnya terlalu panas rasanya agak pahit. Sebab temperatur juga harus diatur. Pernah juga ada pengalaman ketika alat suhunya rusak. Sehingga berpengaruh pada rasa kopi yang ia buat. 

(ks/lin/vah/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya