alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Rekening Rp 5,8 M Diduga Raib, Bank Mandiri Siap Jalani Proses Hukum

08 Oktober 2021, 13: 45: 19 WIB | editor : Ali Mustofa

SIAP DISIDANGKAN: Dewantoro, humas II PN Kudus memberikan keterangan terkait gugatan nasabah Moch. Imam Rofi’i kepada Bank Mandiri Kudus kemarin.

SIAP DISIDANGKAN: Dewantoro, humas II PN Kudus memberikan keterangan terkait gugatan nasabah Moch. Imam Rofi’i kepada Bank Mandiri Kudus kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Uang senilai Rp 5,8 miliar di rekening Moch. Imam Rofi'i, warga RT 6/RW 3, Desa Jati Wetan, Jati, Kudus, yang disimpan di Bank Mandiri diduga raib. Pembobolan rekening itu, terjadi pada (17/5) lalu, ketika ada transaksi yang ternyata dilakukan pihak lain tanpa sepengetahuan pemilik.

Wartawan koran ini mencoba mengonfirmasi Moch. Imam Rofi’i di rumahnya. Rumah yang terletak di dekat SD 3 Jati Wetan itu, terlihat modern. Megah dan menjulang dibanding sekitarnya. Terdiri dari dua lantai. Lengkap dengan bangunan kubah di bagian atap depan.

Sayang yang bersangkutan tak bisa ditemui. Namun ada seorang perempuan yang mengaku sebagai saudara Imam. Tetapi perempuan itu tak berkenan memberikan keterangan maupun identitas dirinya. ”Pak Imam tak ada. Dia sudah berangkat pagi tadi buat setor tembakau,” jelasnya.

Baca juga: Gelar Program Undian, BNI Siapkan Hadiah Kendaraan Ramah Lingkungan

MEGAH: Rumah Moch. Imam Rofi’i, korban uang raib di rekening di Desa Jati Wetan, Jati, Kudus, sepi setelah mengalami pembobolan rekening di Bank Mandiri Kantor Cabang Kudus.

MEGAH: Rumah Moch. Imam Rofi’i, korban uang raib di rekening di Desa Jati Wetan, Jati, Kudus, sepi setelah mengalami pembobolan rekening di Bank Mandiri Kantor Cabang Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Keterangan datang dari Musafak, kuasa Hukum Moch. Imam Rofi'i. Dia menjelaskan, pembobolan itu terjadi dalam empat kali transaksi. Digunakan untuk transfer pembelian tanah di Bantul. Pertama, Rp 2.000.030.000 dan kedua digunakan untuk transaksi dengan kepentingan yang sama. Juga dengan nominal serupa. Ketiga, kembali ada transaksi senilai Rp 1.300.030.000. Dan terakhir ada penarikan tunai Rp 500 juta.

Kejadian adanya transaksi itu, baru diketahui pemilik ketika mengurus ATM yang terblokir. Bermula saat hendak mengambil uang tunai di Bank Mandiri Cabang Karanganyar, Demak, sekitar Mei lalu.

”Saat hendak mengambil uang senilai Rp 20 juta itu, ternyata didapati jika kartu ATM klien kami diblokir. Lalu, disarankan mengganti kartu ATM di Bank Mandiri Kantor Cabang Kudus," ungkap Musafak.

Rofi'i kemudian ke Bank Mandiri Kantor Cabang Kudus untuk mencoba melakukan transaksi di teller. Namun gagal, karena informasi dari teller, kartu ATM dalam keadaan terblokir. Sehingga yang bersangkutan diarakan ke costomer service (CS).

”Klien kami di CS bertemu dengan saudari Maria dengan menyerahkan buku tabungan Bank Mandiri, KTP, serta kartu ATM. Kemudian kartu ATM klien kami diganti dengan kartu ATM platinum,” ujarnya.

Setelah memperbaharui pin ATM, Rofi'i kemudian mengambil uang Rp 20 juta. Setelah uang diterima, yang bersangkutan kemudian mengecek saldo di buku tabungan. Ternyata hanya sisa  Rp 128.680.480,45. Kondisi itu membuat korban kaget. Karena seharusnya saldo tersisa Rp 5.948.774.486. Atas kejangggalan tersebut, Rofi'i menghubungi kakak kandungnya yang bernama Luluk.

”Kemudian bertemu saudari Maria dan Kepala Cabang Mandiri Kudus saudara Prastyono untuk menanyakan saldo rekening. Kemudian mereka menjelaskan, bahwa ada trasaksi dalam rekening klien kami tanggal 17 Mei 2021 dengan catatan transaksi dengan total Rp 5.800.090.000,” tambahnya.

Merasa dirugikan, pada 2 Juni lalu, Rofi'i bersurat ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kantor Cabang Kudus dengan maksud mempertanyakan hilangnya uang tersebut. Tetapi tidak ada tanggapan yang memuaskan. ”Bahwa karena tidak ada tangggapan, kami sebagai kuasa hukum telah melayangkan somasi tertanggal 28 September 2021. Namun, lagi-lagi juga tidak ada tanggapan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kantor Cabang Kudus,” tambahnya.

Terpisah, Humas II PN Kudus Dewantoro menyebut, memang ada pendaftaran perkara atas nama penggugat Moch. Imam Rofi'i. Dia menggugat PT Bank Mandiri Persero Tbk. pusat Cq. PT Bank Mandiri Persero Tbk Kantor Cabang Kudus.

Gugatan itu telah terdaftar secara elektronik di Pengadilan Negeri (PN) Kudus dengan Nomor 59/Pdt.G/2021/PN Kudus pada Rabu (6/10). Dan akan disidangkan dua pekan lagi. Tepatnya pada Rabu, 20 Oktober. Dengan pengacara penggugat dari Semarang.

”Perkaranya dengan dugaan perbuatan melawan hukum oleh PT Bank Mandiri Persero Tbk. pusat Cq. PT. Bank Mandiri Persero Tbk Kantor Cabang Kudus,” jelasnya.

Dalam gugatan tersebut, penggugat menyatakan mengalami kerugian material atas pembobolan rekening Rp 5.800.090.000. Juga kerugian imaterial senilai Rp 50.000.000.000.

”Kerugian imateril itu sebagai ganti rugi, karena merasa mengalami beban psikologi. Sebab, merasa telah kehilangan uang yang dipercayakan kepada pihak bank terkait. Juga pengurusan pembobolan rekening yang telah menghabiskan pikiran dan tenaga, sehingga merasa pantas kalau ditetapkan kerugian immaterial sebesar itu. Sehingga total kerugian yang dilayangkan dalam gugatan kepada tergugat sebesar Rp 55.800.090.000,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Cabang Mandiri Kudus Prastyono mengatakan, semua perkara diserahkan ke Bank Mandiri pusat. Termasuk soal persidangan yang akan datang. Baik kuasa hukum atau yang lain.

Sementara itu, D. Minar G. Pasaribu, VP Government Business Head Bank Mandiri Regional VII/Jawa 2 terkait proses hukum yang sedang berlangsung di kepolisian dan pengadilan atas masalah yang terjadi pada rekening nasabah ini, pihaknya akan menghormati proses hukum serta berkomitmen mengganti dana nasabah, jika terbukti terdapat kelalaian di pihak Bank Mandiri sesuai putusan pengadilan. ”Namun sebaliknya, apabila terbukti tidak terdapat kesalahan pada Bank Mandiri, kami akan memproses hal itu secara hukum,” ujarnya.

(ks/lin/tos/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya