alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sumani Divonis Mati, Ini Kronologi Pembunuhan Keluarga Dalang Rembang

07 Oktober 2021, 17: 16: 51 WIB | editor : Saiful Anwar

Terdakwa Sumani

Terdakwa Sumani (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Sumani, terdakwa pembunuhan keluarga dalang Rembang divonis mati. Begini kronologi pembunuhan berdasarkan fakta persidangan.

Sumani mengambil balok yang ada di antara gamelan di teras rumah Anom Subekti. Balok tersebut diakui agak berat sehingga perlu mengangkatnya dengan dua tangan.

Pertama, terdakwa mengeksekusi korban Anom Subekti dengan memukul kepalanya sebanyak tiga kali sampai meninggal. Saat itu Anom dalam posisi tidur  di ruang tengah bersama anak dan cucu yang masih di bawah umur.

Baca juga: Buruh Pabrik Rokok di Rembang bakal Dapat Rp 500 Ribu dari Dana Cukai

Anak Anom bangun, Sumani mengaku panik lalu dipukul dua kali pada bagian kepala.  Cucu Anom bangun, Sumani mengaku panik lalu langsung dieksekusi. Tri Purwati, istri Anom terbangun yang berada di kamar terpisah. Tri Purwati berteriak. Sumani menghampiri dan mendorongnya ke dalam kamar.

Tri Purwati dipukul memggunakan tangan kanan. Lebih dari tiga pukulan. Sumani meminta untuk menunjukkan lokasi penyimpanan uang. Setelah menunjukkan uang, Sumani kembali memukul korban dengan tangan.

Tri Purwati pun pingsan. Sumani lalu menggasak uang Rp 7,8 Juta, dan sejumlah perhiasan anting, jarum, dan gelang, serta dua handphone. Tri Purwati kembali bangun dari pingsan dan berteriak. Lalu dipukul dengan balok kayu tiga kali sampai meninggal.

Lantai yang terdapat bercak darah lantas dibersihkan oleh Sumani sebelum ia pulang. Balok alat pemukul itu dibawa. Lalu dibuang di Sungai beserta handphone. Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 3 Februari 2021 malam hari.

Pada 8 Februari, Sumani ditetapkan sebagai tersangka. Namun, sidang perdana baru digelar pada 2 Juni karena Sumani sempat sakit karena percobaan bunuh diri. Sidang putusan digelar 6 Oktober.

Tuntutan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang yakni Pasal 340 KUHP. Lalu Pasal 80 ayat (3) Jo. Pasal 76c Undang-undang Perlindungan Anak. Sumani pun dituntut pidana mati.

Putusan pengadilan menyatakan Sumani terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia. Majelis hakim menjatuhkan pidana dengan pidana mati.

(ks/vah/zen/ful/JPR)

 TOP
Artikel Lainya