alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Tiga BUMD di Pati Gagal Dapat Suntikan Dana Rp 19 Miliar, Apa Sebab?

06 Oktober 2021, 15: 15: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

Tiga BUMD di Pati Gagal Dapat Suntikan Dana Rp 19 Miliar, Apa Sebab?

PATI – Tiga badan usaha milik daerah (BUMD) di Kabupaten Pati gagal mendapatkan penyertaan modal. Kegagalan ini dikarenakan anggaran dan belanja daerah (APBD) 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengalami refocusing untuk penanganan covid-19.

Ketiga BUMD itu yakni, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Jateng, dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening.

Rencananya ketiga perusahaan itu mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp 19 miliar. Dengan rincian BPR Pati rencana mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp 4 miliar, Bank Jateng Rp 9 miliar, dan PDAM Tirta Bening Rp 6 miliar.

Baca juga: Kepala Dindagkop Blora Ngaku Sakit, Pengacara Minta Waktu Tujuh Hari

Bupati Pati Haryanto mengungkapkan, pihaknya belum bisa memberikan penyertaan modal di perusahaan tersebut. Soalnya, alokasi dana yang rencananya digelontorkan pada tahun ini batal. pembatalan ini dilakukan untuk penanganan covid-19. Dana penyerahan modal ini salah satunya dialihkan untuk insentif tenaga kesehatan (nakes).

”Karena saat ini mengutamakan kebutuhan yang sangat mendesak. Yaitu penanganan covid-19. Mulai insentif nakes dan kebutuhan penanganan korona lainnya. Misalnya saja bantuan sosial (bansos),” ungkapnya.

Kebutuhan nakes di Kabupaten Pati ini mencapai Rp 36 miliar. Haryanto mengatakan, dana dari penyertaan modal sendiri belum cukup menutup kebutuhan insentif nakes. Sehingga pihaknya juga melakukan refocusing.

”Penyertaan modal Rp 19 miliar untuk menutup masih kurang. Kebutuhan nakes saja itu sebanyak itu (Rp 36 M, Red). Itu belum termasuk kebutuhan lainnya. Harus cari jalan lain untuk menutup kekurangan,” paparnya. 

(ks/adr/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya