alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersangka Pungli Kios Pasar Ditahan 20 Hari, Lalu Dipindah Semarang

06 Oktober 2021, 14: 22: 25 WIB | editor : Saiful Anwar

TAHAN: Tersangka kasus dugaan jual beli kios Pasar Induk Cepu saat ditahan Kejaksaan Negeri Blora kemarin.

TAHAN: Tersangka kasus dugaan jual beli kios Pasar Induk Cepu saat ditahan Kejaksaan Negeri Blora kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA - Kasi Intel Kejari Blora Muhamad Adung menerangkan, kedua tersangka bakal ditahan selama 20 hari ke depan. Selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.

“Kami tahan dua tersangka selama 20 hari untuk proses penuntutan sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang,”  tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Blora telah menetapkan tiga tersangka Kasus Dugaan Pungutan Liar (Pungli) Jual Beli Kios di Pasar Induk Cepu. Ketiganya adalah Sarmidi (Kepala Dindagkop UKM Blora), Warso (Kabid Pasar Dindagkop UKM Blora) dan Muhammad Sofaat (mantan Kepala Pasar Cepu).

Baca juga: Instagram Down Lagi, Tiba-tiba Akun Keluar Sendiri

Kejaksaan juga sudah memanggil 39 saksi untuk dimintai keterangan. Mulai pedagang pasar, pejabat UPTD Pasar Wilayah 2 Cepu, Pejabat Dindagkop dan UMKM, BPPKAD, para Ahli dan lainnya yang berkepentingan.

Dugaan jual beli kios Pasar Cepu mulai terjadi sekitar tanggal 17 Desember 2019 hingga 30 Maret 2020. Dimana, puluhan pedagang ditarik Rp 30 juta hingga Rp 75 juta. Sistemnya, ada uang ada kunci. Cash atau kontan. Tidak boleh dicicil.

Harga kios tersebut juga dipotong biaya kepemilikan los setiap pedagang. Masing-masing los dihargai 10 persen dari harga kios atau sekitar Rp 75 juta. Sehingga apabila pedagang memiliki satu los, dikurangi biaya Rp 7,5 juta.

Hasil dugaan pungli terhadap pedagang pasar tersebut sebesar Rp 865 juta, pada 28 April lalu. Kejaksaan Negeri Blora akhirnya menyita hasil pungli tersebut.

Dua tersangka yaitu Warso dan M. Sofaat juga sempat mengajukan upaya praperadilan atas statusnya sebagai tersangka kasus dugaan pungli jual beli kios di Pasar Induk Cepu. Tapi usaha keduanya kandas.

Majelis hakim menolak gugatan pemohon. Sehingga perkara, tetap lanjut. Di mana, dalam putusan hakim, perbuatan melawan hukum dan alat bukti yang dimiliki penyidik sah dalam menetapkan kedua orang sebagai  tersangka.

Saat ini, ketiganya dijerat dengan pasal berlapis. Mulai Pasal 12 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Selanjutnya, Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 20  tahun 2001 Tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Serta, Pasal 3 Undang-Undang RI  Nomor 31 tahun 99 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 99 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. 

(ks/sub/him/ful/JPR)

 TOP
Artikel Lainya