alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Jateng
icon featured
Jateng

Night Market Sukowati dan CFD Sragen Segera Dibuka Kembali

06 Oktober 2021, 13: 37: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

Penampilan grup tarian sufi di Car Free Day (CFD) Jalan Sukowati, Sragen sebelum pandemi.

Penampilan grup tarian sufi di Car Free Day (CFD) Jalan Sukowati, Sragen sebelum pandemi. (Radar Solo Photo)

Share this      

SRAGEN – Kabupaten Sragen resmi memasuki pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Kebijakan ini mengakibatkan beberapa kelonggaran mulai diberlakukan di Sragen, seperti wacana tentang dibukanya kembali kegiatan dan Night Market Sukowati (Nimas) dan car free day (CFD).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan, instruksi bupati (inbup) menyikapi turunnya level 2 sedang disusun. Ada sejumlah kelonggaran untuk sektor ekonomi. Namun akan dilaksanakan dengan pengawasan dan protokoler kesehatan yang ketat.

”Kami akan memberikan kelonggaran-kelonggaran di pasar-pasar rakyat. Seperti Nimas, CFD, dan lainnya akan kami uji cobakan. Saat ini inbup sedang disiapkan” terang Tatag, kemarin (5/10).

Baca juga: Terkuak! Prostitusi Online di Semarang Libatkan Anak di Bawah Umur

Dia menambahkan, inbup terkait pengondisian akan terus dievaluasi. Namun pelonggaran ini diharapkan bisa menggarakkan sektor perekonomian. Selama masyarakat patuh pada prokes, kelonggaran yang diberikan akan aman.

”Mengantisipasi gelombang ketiga dan Covid-19 varian MU, masyarakat harus prokes,” terangnya.

Dengan kebijakan ini, lanjut Tatag, juga diterapkan kelonggaran untuk toko modern. Jika selama ini hanya diberi kesempatan hingga pukul 21.00, lantas bisa buka lebih malam.

”Kami pertimbangkan kelonggaran bisa pukul 22.00 atau 23.00,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan kemasyarakatan seperti olahraga juga mulai uji coba. Untuk olahraga seperti bulu tangkis di GOR Diponegoro sudah diperbolehkan.

”Olahraga seperti di GOR juga sudah bisa,” terangnya.

Dia juga menekankan agar warga Sragen segera mengikuti vaksinasi. Tatag meyakinkan warga tidak akan menginggal dunia karena vaksin. Selain itu capaian vaksinasi sudah sekitar 65 persen.

”Kalau ada 1 juta warga Sragen, ya kami usahakan vaksin semua,” tegas Tatag. (des)

(ks/jpr/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya