alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Serma Eny Setyorini, Kowad di Kodim Rembang

Aktif di Kampung Nelayan, Jago Nembak

05 Oktober 2021, 10: 57: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

JAGO NEMBAK: Serma Eny Setyorini saat latihan menembak.

JAGO NEMBAK: Serma Eny Setyorini saat latihan menembak. (DOK. SERMA SETYORINI)

Share this      

Selain jago menembak, Serma Eny Setyorini juga jago mendekati warga binaannya. Satu-satu TNI perempuan di Kodim 0720/Rembang ini pun berhasil mengajak lansia di kampung nelayan untuk vaksinasi.

WISNU AJI, Radar Kudus

DOOR…Suara tembakan terdengar setelah Serma Eny Setyorini melepas peluru ke arah pohon. Tiju. Tembakannya tepat sasaran. Tak heran, satu-satunya Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) di Kodim 0720/Rembang ini terkenal ahli ngedoor alias nembak. 

Baca juga: Airlangga: Kasus Covid-19 Turun Tajam, Masyarakat Harus Tetap Waspada

SATU-SATUNYA KOWAD: Serma Eny Setyorini menjadi satu-satu Kowad di Kodim Rembang.

SATU-SATUNYA KOWAD: Serma Eny Setyorini menjadi satu-satu Kowad di Kodim Rembang. (DOK. SERMA SETYORINI)

Sebelum masuk Kowad dan ahli menembak, perjalanan Serma Eny penuh lika-liku. Mula-mula dia mendaftar Polwan. Namun gagal. Kemudian, dia mendaftar TNI hingga dua kali. Beruntung pada 2002 keinginannya terwujud.

Eny mengaku, saat pendidikan setahun ditempatkan di Hubdam VII/Wirabuana yang sekarang berganti nama menjadi Hubdam XIV/Hassanudin.

Kemudian, dia ditugaskan di Makassar selama 13 tahun. Selain mengabdi, dia juga dapat bonus, yakni suami orang Makassar juga.

Selama dinas, mulai 2003 hingga 2016, Eny berlatih menembak. Pada 2007 mulai ikut pertandingan..

“Kala itu saya tidak berpikiran menjadi tim petembak. Saya hanya cadangan waktu itu. Yang main hanya empat. Kebetulan komandan Kodim di sana memfasilitasi saya mewakili event besar,”kenanganya.

Terbukti Eni berhasil mengalahkan sesama Kowad. Tahapan-tahapan dilalui dengan mulus. Sehingga bisa mengalahkan Kopassus dan Kostrad saat bertanding. 

Setelah itu dia banyak menjuarai lomba menembak. Mulai dari juara 1 perorangan Match 1 Lomba Tembak Piala KASAD 2007. Kemudian juara 1  beregu Match 1 dan Match 4 Piala KASAD 2008 dan Juara 1  Beregu Tim Wanita TNI dalam rangka HUT TNI Tahun 2011.

Setelah itu juara 2 Air Pistol Perorangan Putri dan beregu pada kejuaraan Menembak Kapolda Cup VI Sulselbar Tahun 2011. Serta juara 1 Center Fire perorangan pada kejuaraan Pra Kualifikasi Porda XV Tahun 2013.

“Sambil main di piala KASAD, saya bermain di Perbakin Air Pistol. Alhamdulilah menang juara I. Kala itu dilatih untuk ke Thailand. Karena saya punya anak bayi, saya izin tidak berani berangkat. Karena prosesnya setahun dan otomatis harus tinggal di Kopasus setahun,” keteranganya.

Untuk bisa andal butuh proses. Dilakukan setiap hari, kecuali hari Minggu. Jadwalnya bergantian. Waktunya pukul 08.00 sampai pukul 15.00, setelah apel. Latihanya gabung bersama laki-laki.

“Saya latihan intens dua bulan. Sehari paling hanya satu kotak. Kuncinya hanya kesabaran dan jangan takabur serta kreatif,” kiatnya.

Setelah 13 tahun di Makassar dan bertemu dengan jodohnya, Sersa Eny sekarang diamanahi sebagai babinsa. Tepatnya di Tunggulsari, Kaliori. Di kampung nelayan.

Sebagai Babinda, selama pandemi, Serma Eny harus door to door untuk menemui lansia yang tidak mau divaksinasi. Dengan pendekatan intens, para lansia akhirnya mau divaksin. “Saya sering dimarahi. Para lansia beralasan tidak pernah suntiuk dan sakit. Namun saya enjoy dan tetap mendekati. Akhirnya mau juga,” katanya lantas tersenyum. 

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya