alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Dinkes Kudus Ajak Warga Bersih-bersih Genangan Air, Tekan Kasus DBD

18 September 2021, 06: 58: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

BUANG GENANGAN AIR: Petugas Puskesmas Ngembal Kulon bersih-bersih genanga air. Cegah lonjakan kasus DBD kemarin.

BUANG GENANGAN AIR: Petugas Puskesmas Ngembal Kulon bersih-bersih genanga air. Cegah lonjakan kasus DBD kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Kasus demam berdarah dengue (DBD) saat ini tergolong landai. Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus tetap waspada, jangan sampai terjadi lonjakan drastis.

Hal ini disampaikan Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Nuryanto, sudah mulai memasuki musim hujan. Intensitas tak menentu, tiba-tiba hujan kemudian panas kembali.

”Cuaca seperti itu memicu jentik-jentik nyamuk DBD berkembang biak. Maka, perlu diantisipasi sekarang. Puskesmas sudah mulai bergerak, membersihkan wilayah yang diperkirakan endimi DBD,” jelasnya.

Baca juga: PMI Harus Jadi Garda Terdepan Urusan Kemanusiaan

(INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Ia memaparkan, kasus DBD dari Januari hingga Agustus 2021 berjumlah 82 kasus dan meninggal dua, yakni dibulan Maret dan Juli. Melihat cuaca sudah mulai berubah, harus waspda dan atisipasi.

”Biasanya memasuki bulan November, Desember dan Januari curah hujan sangat tinggi. Ini yang menyebabkan lonjakan kasus terjadi. Untuk itu, masyarakat diimbau membersihkan barang-barang yang menjadi pemicu adanya jentik-jentik karena ada genakan air,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Kepala Puskesmas Ngembal Kulon Kamal Agus Efendi, mulai bersih-bersih di wilayah kerjanya. Desa sasaran yakni Desa Getas Pejaten yang dianggap endemi DBD. Ia mendatangi usaha jual beli ban bekas, memberikan penyuluhan kepada pemilik usaha untuk menutupi tumpukan ban, supaya tidak ada genangan air.

”Kemudian, cek tandon air milik warga, kemudian membersihkan kaleng-kaleng bekas yang ada airnya serta dilakukan fogging. Karena, Desa Getas Pejaten memiliki alat fogging sendiri. Saya antisipasi lebih awal, melihat cuaca mulai tak menentu, untuk pencegahan terjadinya lonjakan kasus DBD,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Ngembal Kulon dari Januari-Agustus 2021 berjumlah 36 kasus dan belum ada kasus yang meninggal. Berharap, masyarakat sadar untuk bersih-bersih lingkungan sekitarnya dari sekarang.

(ks/san/top/JPR)

 TOP