alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Breaking News! Ditinggal Hajatan, Rumah Pengusaha Piala Dilalap Api

17 September 2021, 23: 11: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

JADI TONTONAN: Kebakaran di Dukuh Ledok, Kelurahan Demaan, Kecamatan Kota Kudus jadi tontonan warga, Kamis (17/9) malam.

JADI TONTONAN: Kebakaran di Dukuh Ledok, Kelurahan Demaan, Kecamatan Kota Kudus jadi tontonan warga, Kamis (17/9) malam. (DOK. WARGA)

Share this      

KUDUS  - Lantai dua sebuah rumah pengusaha piala di RT 4 RW 5 Desa Demaan, Kecamatan Kota terbakar. Rumah tersebut dalam kondisi tak ada penghuni. Sebab pemilik sedang menggelar hajatan di rumah yang lain. Namun, di dalamnya terdapat bahan sablon, tiner dan kain yang mudah terbakar.

Dari pantauan wartawan koran ini sekitar pukul 21.30, petugas kebakaran sudah berjibaku memadamkan api. Ada dua mobil pemadam kebakaran yang berada di lokasi. Sementara dua damkar lainnya berada di jalan raya. Sebab rumah tersebut berada di gang kecil. 

Petugas yang lain terlihat membawa senter memberikan pencahayaan. Dan adapula yang nekat masuk ke dalam mengeluarkan  barang-barang. Kebakaran tersebut pun jadi tontonan warga.

Baca juga: Taruna Asal Jepara Meninggal Dianiaya, Libatkan Senior Asal Grobogan

Handoko salah warga setempat menyebut kebakaran terjadi sekitar 20.30. Sayang api batu diketahui warga mendekati pukul 21.00. Warga pun bergegas memadamkan api sebisanya sembari menunggu petugas kebakaran. 

"Yang terbakar satu rumah milik pak Bambang Rahyudo. Yakni di lantai dua. Posisi yang punya di rumah satunya. Ada hajat tahlilan,” katanya di lokasi kejadian.

Kepala Bagian Pemadam Kebakaran PT Djarum Hardi Cahyana mengatakan pihaknya sempat telat karena pemberitahuan juga terlambat. Terlebih di waktu yang bersamaan adapula kebakaran di tempat lain, yakni di Desa Loram Kulon. Tepatnya, di dekat lampu merah Proliman. 

"Di sini untung ada temen karyawan. Dan saudaranya menghubungi kami. Sehingga langsung ke sini. Sempat terkendala karena kendaraan agak kesulitan masuk," jelasnya. 

Hardi menambahkan jika kebakaran sempat mudah menjalar karena di lantai dua itu terdapat bahan sablon, tiner dan kain. Sehingga api cepat membesar. 

"Sempat terbatas air juga. Sehingga petugas pakai APAR. Ada dari Satpol PP dan BPBD juga dan relawan," tambahnya. 

Dugaan sementara kejadian itu dipicu akibat konsleting listrik. Sebab untuk dapur berada di lantai satu. Sementara sekitar 30 menit setelah kedatangan petugas, api segera bisa dipadamkan. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Kerugian ditaksir sekitar Rp 25 juta. 

(ks/tos/ful/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya