alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Pedagang Pasar Kliwon Galau Tiba-tiba Ditagih Rp 5 Juta, Apa Sebab?

17 September 2021, 16: 03: 42 WIB | editor : Ali Mustofa

TUNGGAKAN: Dinas Perdagangan mengedarkan surat tagihan tunggakan kepada pedagang Pasar Kliwon.

TUNGGAKAN: Dinas Perdagangan mengedarkan surat tagihan tunggakan kepada pedagang Pasar Kliwon. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Pedagang di Pasar Kliwon galau setelah menerima surat tagihan tunggakan bayar sewa. Sebab selain tagihan banyak (ada yang Rp 3 juta hingga Rp 5 juta), batas pembayarannya pun hanya tujuh hari setelah surat diterbitkan.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti melalui Kabid Pengelolaan Pasar Albertus Harys Yunanta, menjelaskan dalam surat memang tercatat pembayaran harus dilakukan tujuh hari setelah surat terbit. Namun, pihaknya memberi kelonggaran pelunasan hingga akhir 2021.

“Itu tunggakan masing-masing pedagang selama setahun. Apabila, ada kekeliruan dalam menuliskan nominal, bisa langsung diurus ke kantor pengelola Pasar Kliwon, dengan membawa bukti pembayaran sebelumnya atau kuitansi,” jelasnya.

Baca juga: 13 Pengeroyok Nelayan di Rembang Dibui 5 Bulan

Dia menerangkan, laporan di kantor pasar masih manual. Jadi terkadang ada yang belum dimasukkan tapi sudah ada kuitansinya. Maka, setelah pembayaran pedagang wajib meminta kuitansi dan harus disimpan.

Kebijakan ini juga untuk proses tanda tangan perpanjangan perjanjian sewa pemanfaatan kios dan los. Untuk nominal sewa sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8/2014 tentang Pemakaian Kekayaan Daerah. belum ada kenaikan, masih sama, seperti tahun sebelumnya. Yakni kios sebesar Rp 500 per meter persegi, sedangkan los sebesar Rp 250 per meter persegi.

“Sebelumnya sewa kios Rp 255 per meter persegi dan los per meter persegi Rp 125,” papar Harys.

Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Kliwon Rukin di blok B mengaku belum membayar dari Januari hingga September 2021. Biasanya, pelunasan dibayar di akhir tahun. Pihaknya, agak berat karena jualannya sepi.

“Saya jualannya khusus baju seragam sekolah. Baru-baru ini saja laris, setelah diperbolehkan masuk sekolah. Jadi setahun lebih sepi. Saya itungannya kios tapi luasannya tidak terlalu besar, tagihan saya tertulis Rp 3 jutaan lebih selama setahun. Ya, saya cicil seadanya. Yang penting ada niatan bayar,” ujarnya.

Pedagang lain Nana mengaku, mendapat tagihan Rp 5 juta. Tunggakan dari Januari hingga bulan ini 2021. Dia mengaku galau karena penjualannya sepi dan pemasukan sedikit.

“Saya lemas saat diberikan surat tagihan ternyata sampai Rp 5 juta. Duuuhh, bayarnya dicicil juga belum ada uang. Pusing kepala saya, belum lagi diberi batas waktu satu minggu surat ini terbit. Saya berharap ada kelonggaran pembayaran,” jelasnya.

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya