alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

13 Pengeroyok Nelayan di Rembang Dibui 5 Bulan

17 September 2021, 15: 49: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

MASUK BUI: Kejari Rembang telah menjebloakan para terpidana kasus pengkeroyokan di perairan Kecamatan Sluke, Januari lalu.

MASUK BUI: Kejari Rembang telah menjebloakan para terpidana kasus pengkeroyokan di perairan Kecamatan Sluke, Januari lalu. (KEJARI REMBANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang telah menjebloskan 13 orang tersangka pengeroyokan ke Rutan Rembang. Mereka adalah para tersangka kasus yang terjadi pada Januari lalu. Penyeroyokan yang dipicu cekcok antar nelayan. Empat nelayan dalam pengeroyokan itu mengalami luka-luka.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Rembang Eko Hartoyo menyampaikan, sebelum putusan hakim, para terdakwa berstatus sebagai tahanan kota. Jaksa penuntut umum menuntut semua terdakwa dengan hukuman 10 bulan penjara. Namun Majelis Hakim yang menangani perkara ini menjatuhi hukuman tiga bulan.

Atas putusan itu pihaknya pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Tengah. Sebab, putusan hakim tidak ada dari separuh dari tuntutan. Setelah banding, terdakwa pun divonis lima bulan penjara. Tak sampai di situ, jaksa maupun para terpidana juga mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Baca juga: PSIS Tunjuk Pelatih Anyar, Ini Sosoknya

"Ternyata kasasi sama-sama ditolak, sehingga kembali pada putusan Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, yakni lima bulan penjara," katanya.

Saat ini, mereka pun harus mendekam di Rutan Rembang. "Kami eksekusi para terdakwa yang sudah menjadi terpidana ke dalam rutan, sebagai bagian menjalankan putusan Mahkamah Agung," imbuhnya.

Eko menyatakan, cekcok nelayan dikarenakan alat tangkap rusak seperti ini, sudah beberapa kali terjadi di Rembang. Bedanya, tidak sampai mengarah pada tindak anarkistis. Atau, bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Untuk kasus ini sendiri terjadi di perairan Kecamatan Sluke, sekitar Januari lalu. Saat itu nelayan sedang mencari ikan. Tanpa disengaja baling-baling kapal nelayan itu menyangkut tali jaring milik terdakwa berinisal KS, warga Kecamatan Sluke, sehingga terjadilah perselisihan.

KS yang sendirian merasa tidak terima dan kembali ke daratan, untuk meminta bantuan. Ia pun bersama 12 orang lain mendatangi kapal korban di tengah laut. Di situlah terjadi pengeroyokan terhadap empat nelayan, hingga korban mengalami luka-luka. Selain itu, juga ada pengrusakan dua unit kapal milik korban.

(ks/vah/ful/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya