alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Tiga Puluh Fosil Langka Museum Patiayam di Kudus Diusulkan ke Nasional

17 September 2021, 15: 42: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

LANGKA: Koordinator Museum Purbakala Patiayam Kudus Jamin menunjukkan beberapa fosil yang bakal didaftarkan.

LANGKA: Koordinator Museum Purbakala Patiayam Kudus Jamin menunjukkan beberapa fosil yang bakal didaftarkan. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Museum Patiayam bakal mengusulkan 30 fosil agar diakui secara nasional. Sebab fosil-fosil tersebut langka dan menjadi temuan terbaik yang ada di Museum Patiayam.

Koordinator Museum Purbakala Patiayam Kudus Jamin menyebut salah satu koleksi musem yang paling langka yakni bagian pinggul gajah. Koleksi itu ditemukan dalam kondisi lengkap. Sebab pada koleksi museum lain di Indonesia, tak seutuh itu. Biasanya di bawah 80 persen.

“Selain itu ada pula koleksi bagus lainnya, Seperti temuan fosil gajah stegodon hingga kepala banteng. Dan artefak lain yang memang khas di Perbukitan Patiayam,” tambahnya.

Baca juga: Penambahan Sekolah di Pati yang Mengikuti PTM Dimulai Pekan Depan

Upaya meregistrasi itu juga agar koleksi-koleksi Patiayam semakin diakui. Termasuk meningkatkan grade museum. Dari kelas B menuju A.

“Sejauh ini untuk yang teregistrasi nasional baru 17 fragmen fosil. Sehingga tahun ini kami siapkan lagi. Sekitar 30 fragmen,” jelasnya.

Dia mengatakan pihak museum sejauh ini baru mendata dan menginventarisasi fragmen fosil yang bakal didaftar. Setelah itu data itu diajukan ke tim ahli cagar budaya (TACB) dan terakhir didaftar secara nasional.

“Untuk 2021 ini baru tahap inventarisasi tingkat kabupaten,” imbuhnya.

Jamin mengatakan hingga kini Museum Purbakala Patiayam Kudus telah memiliki koleksi sebanyak 8.600 fragmen fosil. Jumlah itu terdiri dari 17 spesies hewan purba. Di antaranya gajah, banteng, hingga hewan laut.

“Jumlah koleksi di sini secara keseluruhan yang terdata di kami dan yang sudah teridentifikasi kurang lebih 8.600-an fragmen. Itu belum temuan mulai 2021 kemarin. Jadi jika ditotal mungkin mencapai 10 ribu fragmen,” katanya.

Namun karena terkendala tempat dan SDM Jamin menyebut belum semua koleksi dipajang. Proses identifikasi juga belum semuanya. Bahkan ada sebagian temuan yang terpaksa masih disimpan warga.

“Terakhir temuan pada 4 September lalu. Gading gajah sepanjang 1,5 meter. Namun masih di rumah penemu. Sebab ruangan di sini sudah penuh,” jelasnya. (tos/mal)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya