alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Razia di Tempat Karaoke, Petugas Gabungan Sapu Puluhan Merek Miras

17 September 2021, 11: 20: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

PERINGATAN: Sejumlah pemandu karaoke dilakukan pembinaan saat razia pekat di salah satu kafe dan karaoke di Pamotan.

PERINGATAN: Sejumlah pemandu karaoke dilakukan pembinaan saat razia pekat di salah satu kafe dan karaoke di Pamotan. (DOK SATPOL PP FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Razia gabungan Satpol PP dan Polres Rembang terus digalakkan untuk mendukung program Bupati Rembang dalam rangka bersih-bersih penyakit masyarakat (pekat). Kemarin malam puluhan minuman keras berbagai merek berhasil disita dari sejumlah kafe dan karaoke hingga warung kopi,

Kepala Satpol PP Kabupaten Rembang Waluyo mengaku razia gabungan bersama 22 personel dimulai sekitar pukul 21.00 menyasar mulai wilayah Kecamatan Rembang, Lasem, Pamotan, Pancur.

”Semua tempat karaoke dan warkop kami cek semua. Hasilnya hingga pukul 24.00 WIB kami berhasil mengamankan sekitar 100-an botol miras berbagai merek,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca juga: Banyak Proyek Gagal di Kudus, Serapan Anggaran Baru 52 Persen

Waluyo mengaku, razia serupa akan terus digalakkan hingga memberikan efek jera para pengelola kafe atau warkop yang tetap nekat menjual miras. Ia mengaku cukup prihatin lantaran banyak warkop yang juga kedapatan menjual miras. “Ini bisa merusak citra baik warung-warung kopi di Rembang,” ujarnya.

Ia pun memberikan peringatan keras pada para pengelola kafe dan karaoke yang tetap nekat menjual belikan miras.”Kami tidak segan-segan menyegel kafe yang tetap nekat menjual miras. Ini menjadi komitmen kami dalam mendukung program bersih-bersih pekat yang dicanangkan Pak Bupati,” imbuhnya.

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan melalui Kabag Ops Polres Rembang, Kompol M. Mansyur menambahkan razia  pekat gabungan merupakan kegiatan rutin menindaklanjuti masukan tokoh agama dan organisasi masyarakat.

”Lebih dari dua pekan kita operasi terus. Kita operasi di warung-warung kopi yang disinyalir beredar miras, termasuk tempat karaoke yang kita sisir,” jelasnya.

 Ia mengaku mempersilahkan pengelola kafe buka sesuai level yang ditentukan. Namun yang ditekankan miras jangan sampai disediakan di karaoke dan warkop. “Makanya yang diambil hanya mirasnya saja. Karena penyalahgunaan minuman tersebut tidak dibenarkan,” imbuhnya.

(ks/ali/noe/top/JPR)

 TOP