alexametrics
Selasa, 26 Oct 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Musim Kemarau, Seribu KK di Rembang mulai Paceklik Air Bersih

17 September 2021, 10: 51: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

ANTAR PASOKAN: BPBD Rembang melaksanakan kegiatan droping air bersih baru-baru ini.

ANTAR PASOKAN: BPBD Rembang melaksanakan kegiatan droping air bersih baru-baru ini. (BPBD REMBANG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Kekeringan di Rembang mulai berdampak. Setidaknya ada sekitar seribu lebih KK yang tersebar di sembilan desa telah merasakan dampak kemarau tahun ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang melalui Kepala Seksi Kedaruratan Pramujo menyampaikan, hingga kemarin sudah ada sembilan desa yang mengajukan. Diantaranya, di Rembang Kota ada Desa Ngotet dan Sidowayah.

Di Kecamatan Sulang, ada Desa Pedak dan Paranti. "Lasem itu Sendangcoyo, Pangkur, Kalitengah. Diantaranya itu ada sembilan desa," jelasnya.

Baca juga: Lagi Tes PPPK Guru, Travo Terbakar, Listrik Mati

Saat ini, BPBD Rembang masih menanggulangi kekeringan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Tahun ini dianggarkan Rp 50 juta. Apabila sudah tidak mencukupi, pihaknya akan menggandeng perusahaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

"APBD dulu, nanti kalau anggaran habis kami bekerja sama dengan perusahaan," imbuhnya.

Saat ini anggaran dinilai masih mencukupi. Melihat baru sembilan desa yang mengajukan. "Kami sudah biasa bekerja sama dengan CSR. Nanti biasanya dari BUMN atau perusahaan swasta," katanya.

Dari sembilan desa tadi, kata Pramujo, di setiap desa diperkirakan ada 200-300 KK. Sementara ini, BPBD Rembang melakukan droping air bersih sepekan dua kali.

Tahun ini, anggaran untuk penanggulangan kekeringan hanya sekitar Rp 50 juta. Dengan dana tersebut, nantinya akan mengcover desa-desa yang ada di 14 kecamatan. Dari pemetaan BPBD Rembang total ada 67 desa yang diperkirakan bisa terdampak yang tersebar di 14 Kecamatan.

(ks/vah/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya