alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Pesawat Rimbun Hilang Kontak, Lalu Jatuh

Kotak Hitam Pesawat Rimbun Ditemukan, Tiga Awak Tewas

16 September 2021, 15: 27: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

KECELAKAAN UDARA: Pesawat Rimbun Air yang jatuh di Kampung Bilogai, Distrik, Sugapa, Intan Jaya, Papua, kemarin.

KECELAKAAN UDARA: Pesawat Rimbun Air yang jatuh di Kampung Bilogai, Distrik, Sugapa, Intan Jaya, Papua, kemarin. (HANDOUT/BASARNAS/AFP)

Share this      

PAPUA - Pesawat maskapai Rimbun Air PK-OTW yang hilang berhasil ditemukan. Tim gabungan TNI-Polri mendapati pesawat itu jatuh di perbukitan yang berjarak 800 meter dari bandara Sugapa, Intan Jaya. Tiga kru dinyatakan tewas.

Jubir Kementerian Perhubungan Adita Irawati menuturkan, berdasar laporan yang diterima Kemenhub, pesawat berjenis DHC Twin Otter seri 300 tersebut lepas landas dari bandara Nabire pukul 06.40 WIT dengan tujuan bandara Sugapa.

“Ini adalah pesawat kargo yang waktu itu mengangkut bahan bangunan,” jelasnya kemarin (15/9).

Baca juga: Polisi Petakan ”Kaki Tangan” Pelaku Investasi Bodong di Jepara

Komunikasi terakhir Airnav Sugapa dengan pilot terjadi pukul 07.30 WIT. Pesawat dinyatakan hilang kontak 7 menit kemudian, atau pukul 07.37 WIT. Pesawat itu diawaki tiga orang. Yakni, Haji Mirza selaku pilot, Fajar sebagai kopilot, dan Iswahyudi sebagai teknisi.

Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal menjelaskan, pencarian dilakukan oleh tim gabungan TNI dan Polri. ”Kasus kecelakaannya ditangani Polres Nabire,” tuturnya. Berdasar foto yang diperoleh Jawa Pos, pesawat itu diduga jatuh di hutan. Badan pesawat tampak hancur dengan posisi menghunjam tanah. Potongan sayap berserakan di dekat badan pesawat.

Kamal melanjutkan, lokasi jatuhnya pesawat itu hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor dan berjalan kaki. TNI, Polri, dan pemuda gereja setempat tengah melakukan evakuasi. Penyebab jatuhnya pesawat belum diketahui. Namun, ada berbagai informasi terkait hal itu. Salah satunya, pesawat nahas itu ditembak kelompok kriminal teroris bersenjata (KKTB). Namun, informasi tersebut dibantah Polda Papua.

Sampai kemarin malam, operasi pencarian dan penyelamatan Rimbun Air PK-OTW masih berlangsung. Kepala Pencarian dan Pertolongan (Kantor SAR) Timika George Leo Mercy Randang memastikan tim gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Mereka juga mendapat gambar terakhir pesawat yang terbang dari bandara Nabire itu.

Saat berita ini ditulis, jenazah pilot telah dievakuasi ke bandara Sugapa. Evakuasi dilakukan lewat jalur darat dengan bantuan Satgas Nemangkawi TNI-Polri. Menurut Mercy, kondisi medan dan cuaca buruk menjadi kendala dalam evakuasi tersebut. ’’Namun, tim SAR dari Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat tetap berupaya maksimal untuk mengevakuasi seluruh korban,” terangnya.

Tim SAR gabungan juga berpacu dengan waktu. Mereka harus mengantisipasi potensi serangan KKTB yang bisa datang setiap saat. Sebab, Intan Jaya merupakan salah satu basis kelompok yang kerap berbuat onar itu. ’’Oleh karena itu, tim gabungan TNI dan Polri atau dari Satgas Nemangkawi terlibat langsung,’’ ujar Mercy. Total ada sepuluh personel Kantor SAR Timika yang di-back up TNI dan Polri.

Adapun jenazah ketiga awak pesawat Rimbun Air PK OTW jenis Twin Otter 3000 itu berhasil dikeluarkan dari reruntuhan puing-puing pesawat nahas itu oleh warga bersama aparat TNI pada Rabu (15/9) sekitar pukul 23.30 WIT. Kemudian secara estafet, Tim SAR gabungan terdiri atas unsur masyarakat, Basarnas, dan TNI mengevakuasi ketiga jenazah ke Bandara Sugapa dengan berjalan kaki.

Jenazah ketiga awak pesawat Rimbun Air itu baru tiba di Bandara Sugapa pada Kamis (16/9) sekitar pukul 02.30 WIT. Selanjutnya pada pukul 04.30 WIT, Tim SAR gabungan kembali menemukan kotak hitam pesawat Rimbun Air.

’’Tim sekarang sedang dalam perjalanan mengevakuasi black box dari lokasi kejadian ke Sugapa dengan berjalan kaki. Kalau tidak ada hambatan hari ini (16/9), black box itu sudah bisa dibawa ke Timika bersama 10 personel Basarnas,’’ terang Mercy.

Pesawat Rimbun Air PK OTW itu hilang kontak dalam penerbangan dari Bandara Nabire menuju Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Rabu (15/9) sekitar pukul 07.37 WIT. Pesawat itu dilaporkan membawa bahan bangunan.

Kepala Airnav Indonesia Cabang Timika Andi Nurwansyah mengatakan, pihak SAR Timika melalui peralatannya menangkap sinyal yang diduga berasal dari pesawat Rimbun Air yang jatuh. (jawapos.com)

(ks/jpc/ful/top/JPR)

 TOP