alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Sambut HUT ke-472 Kudus, Ki Dalang Cilik Ceritakan Kelahiran Gatotkaca

16 September 2021, 13: 14: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

DALANG CILIK PENTAS DARING: Rangkaian kegiatan HUT ke-472 Kudus digelar pementasan wayang kulit oleh dalang cilik di Taman Budaya Kudus secara virtual. 

DALANG CILIK PENTAS DARING: Rangkaian kegiatan HUT ke-472 Kudus digelar pementasan wayang kulit oleh dalang cilik di Taman Budaya Kudus secara virtual.  (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Rangkaian kegiatan menjelang HUT ke-472 Kudus digelar pementasan wayang kulit yang dibawakan dalang cilik. Pementasan itu dilaksanakan untuk melestarikan budaya.

Pagelaran wayang kulit dipentaskan di Taman Budaya Kudus secara virtual. Pementasan wayang kulit itu dibawakan dalang cilik Jadug Wisnu Satata, 13. Dengan membawakan cerita lahirnya Gatotkaca. Durasinya  tiga jam.

Kasi Sentradasa pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Bambang Widiharto mengatakan ada dua dalang yang pentas dalam pagelaran itu. Selain Jadug, pementasan diisi Agung Prabowo, 26.

Baca juga: Antisipasi Kerumunan, Polisi Batasi Pengunjung Waduk Gembong Pati

"Lakon yang dimainkan Gatotkaca Winisuda dan Gatotkaca Jadi Ratu. Dalang itu binaan dari Disbudpar dan Sanggar Widada Laras," jelasnya.

Pementasan dengan menghadirkan dalamg cilik dan remaja ini merupakan upaya melestarikan budaya tradisional. Di samping itu, pagelaran itu untuk memantik dan motivasi generasi muda melanjutkan regenerasi menjadi dalang.

Sekarang ini, ada sebanyak lima dalang cilik binaan Disbudpar Kudus. Mereka terdiri dari anak yang duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Sementara itu, ayah dalang cilik Jadug, Wahyu Tulus Widodo menyatakan, anaknya tersebut sudah dibina semenjak duduk di bangku Taman Kanak (TK). Latihan itu sempat terhenti, lantaran Jadug belum lancar dalam membaca dan menulis.

“Minimal dalang itu harus bisa baca dan menulis. Anak saya gembleng lagi sekitar 3-4 empat bulan lalu,” ungkap pemilik sanggar Widada Laras.

Dalam kendala saat berlatih, pembawaan titi laras atau intonasi nada pembawa lakon. Hal tersulit yakni membawakan intonasi nada tokoh pewayangan antagonis. 

Dia menyebut, dari hasil latihan yang dilakukan secara rutin, Jadug kini bisa membawakan dua lakon. Yaitu Gatotkaca Winisuda dan Sinto Ilang. 

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP